Kejuaraan tenis Wimbledon 2026 kembali menyajikan drama yang tak terduga di Centre Court. Petenis unggulan pertama asal Belarusia, Aryna Sabalenka, harus mengakhiri perjalanannya lebih awal setelah dikalahkan oleh Naomi Osaka pada putaran keempat, Minggu (5/7). Osaka, yang kini menempati unggulan ke-14, tampil impresif dan memastikan kemenangan dua set langsung dengan skor 6-2, 7-6(2).
Duel antara dua petenis yang secara total telah mengoleksi delapan gelar Grand Slam ini sebenarnya menjadi sorotan utama pada hari ketujuh turnamen. Namun, pertandingan yang diharapkan berlangsung sengit justru didominasi oleh ketenangan dan akurasi permainan Naomi Osaka. Sejak awal laga, Osaka mampu membaca pola serangan Sabalenka dengan sangat baik, membuat lawannya kesulitan mengembangkan permainan.
Memasuki set pertama yang berlangsung selama 32 menit, Sabalenka tampak kehilangan kendali atas permainannya. Pemilik gaya permainan bertenaga ini sering melakukan kesalahan sendiri yang memicu rasa frustrasi, hingga ia terlihat berteriak di lapangan. Di sisi lain, Osaka tetap fokus dan bermain taktis untuk mengamankan keunggulan telak di set pembuka tersebut.
Set kedua berjalan jauh lebih ketat dan sesuai dengan ekspektasi para penonton yang memadati Centre Court. Sabalenka mulai memperbaiki servis dan pengembalian bolanya, memberikan perlawanan yang jauh lebih alot dibandingkan set pertama. Meski demikian, Osaka tetap mampu menjaga ketenangannya di poin-poin krusial, terutama saat memasuki fase tiebreak.
Dalam momen penentuan tersebut, Osaka menunjukkan mental juara yang telah lama menjadi ciri khasnya. Ia berhasil meminimalisir kesalahan dan menekan Sabalenka hingga akhirnya menutup set kedua sekaligus memastikan tiket ke babak perempat final. Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi Osaka sejak ia kembali berkompetisi di tur profesional pasca masa cuti melahirkan pada tahun 2023.
Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa Naomi Osaka telah kembali ke performa puncaknya dan siap bersaing memperebutkan gelar juara bergengsi di London. Bagi Sabalenka, kekalahan ini menjadi evaluasi besar setelah gagal memanfaatkan statusnya sebagai unggulan pertama. Turnamen Wimbledon tahun ini pun dipastikan akan semakin menarik dengan absennya sang unggulan teratas di babak-babak akhir.