Turnamen tenis Wimbledon 2026 mencatatkan sejarah baru setelah petenis wildcard asal Inggris, Arthur Fery, secara mengejutkan melaju ke babak semifinal. Fery, yang saat ini menempati peringkat 114 dunia, sukses menyingkirkan finalis French Open, Flavio Cobolli, dengan skor meyakinkan 6-4, 7-6 (7/4), 6-0. Pencapaian ini menjadikan Fery sebagai wildcard pertama yang mencapai semifinal Wimbledon sejak Goran Ivanisevic melakukannya pada tahun 2001.
Keberhasilan Fery di Centre Court bukan sekadar keberuntungan. Dukungan penonton tuan rumah yang luar biasa menciptakan atmosfer partisan yang memompa semangat petenis berusia 23 tahun tersebut. Fery kini berada hanya dua kemenangan lagi untuk menyamai rekor Ivanisevic dan menjadi petenis pria Inggris pertama yang menjuarai Wimbledon sejak Andy Murray pada 2016. Momen bersejarah ini bahkan disaksikan langsung oleh Ratu Camilla dari Royal Box, yang memberikan selamat langsung kepada Fery usai pertandingan.
Di babak semifinal, Fery akan menghadapi ujian berat melawan unggulan kedua asal Jerman, Alexander Zverev. Zverev melaju ke empat besar setelah mengalahkan Taylor Fritz dengan skor 6-4, 6-4, 6-2. Kemenangan ini sangat krusial bagi Zverev karena memutus rentetan tujuh kekalahan beruntun melawan petenis Amerika tersebut. Ini merupakan semifinal Wimbledon pertama bagi Zverev, yang sebelumnya tidak pernah melampaui babak 16 besar di All England Club dalam sembilan partisipasinya.
Zverev kini tercatat sebagai petenis pria Jerman ketiga di era Open yang berhasil menembus semifinal di seluruh turnamen Grand Slam, bergabung dengan legenda Boris Becker dan Michael Stich. Meski diunggulkan, Zverev tetap menaruh hormat pada Fery. Ia mengakui bahwa atmosfer pertandingan di semifinal nanti akan sangat menantang mengingat Fery bermain di hadapan pendukungnya sendiri.
Sementara itu, di sektor tunggal putri, petenis Ukraina Marta Kostyuk terus menunjukkan performa impresifnya. Kostyuk melaju ke semifinal Grand Slam untuk kedua kalinya secara beruntun setelah menaklukkan Jasmine Paolini dengan skor 6-3, 6-2 hanya dalam waktu 69 menit. Ini merupakan pencapaian emosional bagi Kostyuk, yang mengenang kembali memori sembilan tahun lalu saat ia hanya menjadi penonton di Centre Court.
Di babak empat besar, Kostyuk akan berhadapan dengan petenis Ceko, Linda Noskova. Noskova, unggulan kesembilan, berhasil melaju setelah menundukkan Elise Mertens dengan skor 6-3, 7-5. Noskova telah menunjukkan dominasi di lapangan rumput sepanjang musim ini, termasuk meraih gelar WTA keduanya di Berlin. Pertarungan antara Kostyuk dan Noskova diprediksi akan berlangsung sengit mengingat keduanya merupakan talenta muda yang sedang dalam performa terbaiknya.
Secara keseluruhan, turnamen Wimbledon tahun ini menyuguhkan narasi tentang kebangkitan underdog dan regenerasi petenis top dunia. Absennya beberapa unggulan utama di sektor putri telah membuka jalan bagi pemain seperti Noskova dan Kostyuk untuk membuktikan kualitas mereka di panggung Grand Slam. Konsistensi Kostyuk, yang hanya kalah sekali dalam 22 pertandingan terakhirnya, menjadi sinyal kuat bahwa ia adalah kandidat serius untuk gelar juara.
Publik tenis dunia kini tertuju pada laga semifinal Jumat mendatang. Fery membawa harapan besar bagi tenis Inggris, sementara Zverev berambisi mengukuhkan dominasinya di panggung besar. Di sisi putri, perebutan tiket final antara Kostyuk dan Noskova menjadi bukti bahwa masa depan tenis dunia berada di tangan generasi baru yang memiliki daya tahan fisik dan mental luar biasa di lapangan rumput yang menuntut presisi tinggi.