Juventus gagal mengamankan poin penuh saat menjamu Rennes di Stadion Allianz, Turin, pada Jumat (23/10) dini hari WIB. Pertandingan lanjutan Liga Europa ini berakhir imbang 2-2, sebuah hasil yang membuat kubu tuan rumah harus puas berbagi angka setelah sempat memimpin lebih awal.
Bianconeri sebenarnya mengawali laga dengan sangat impresif. Tekanan tinggi yang diterapkan sejak menit pertama membuahkan hasil cepat. Zeki Celik sukses merobek jala gawang lawan pada menit kelima, memanfaatkan umpan matang dari Nick Woltemade. Keunggulan 1-0 tersebut memberikan sinyal dominasi anak asuh pelatih mereka di awal pertandingan.
Namun, konsistensi menjadi masalah besar bagi Juventus. Keunggulan tersebut hanya bertahan sepuluh menit. Moussa Tamari berhasil menyeimbangkan kedudukan pada menit ke-15 setelah menuntaskan umpan silang Bryan Renolds. Gol penyama ini seolah membuyarkan fokus lini pertahanan Juventus yang sebelumnya terlihat solid.
Situasi justru berbalik buruk bagi tuan rumah. Setelah wasit Morten Krogh meninjau tayangan ulang VAR, Rennes diberikan hadiah penalti. Boulaye Dia yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna, membawa tim tamu asal Prancis itu unggul 2-1 sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, Juventus dipaksa bermain lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan. Usaha keras mereka membuahkan hasil pada menit ke-65. Wasit kembali menunjuk titik putih, kali ini untuk keuntungan Juventus. Nick Woltemade, yang sebelumnya mencatatkan assist, kali ini bertindak sebagai algojo dan sukses mengubah skor menjadi 2-2.
Sepanjang sisa laga, Juventus terus membombardir pertahanan Rennes. Woltemade menjadi pemain paling menonjol di lapangan dengan berbagai upaya penetrasi. Sayangnya, efektivitas di depan gawang menjadi kendala utama. Beberapa peluang emas, termasuk yang terjadi pada masa injury time, gagal dikonversi menjadi gol kemenangan.
Drama sempat terjadi di menit ke-88 ketika Jhon Lucumi berhasil memasukkan bola ke gawang Rennes. Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit karena posisi sang pemain sudah berada dalam keadaan offside. Keputusan ini memicu kekecewaan di tribun Stadion Allianz yang mengharapkan kemenangan dramatis di menit akhir.
Secara statistik, hasil imbang ini menempatkan Juventus di posisi ketujuh klasemen sementara dengan perolehan tujuh poin. Di sisi lain, Rennes kini menghuni peringkat ke-13 dengan mengumpulkan lima poin dari pertandingan yang telah dilalui. Persaingan di grup ini pun semakin ketat seiring dengan performa tim-tim papan tengah yang mulai menunjukkan peningkatan.
Bagi pendukung Juventus, kegagalan meraih kemenangan di kandang menjadi catatan penting bagi tim pelatih. Masalah koordinasi di lini belakang saat menghadapi serangan balik cepat lawan, seperti yang ditunjukkan Rennes, menjadi celah yang harus segera ditutup sebelum laga-laga krusial berikutnya.
Analisis teknis menunjukkan bahwa ketergantungan pada kreativitas individu di lini depan sering kali membuat Juventus buntu ketika lawan menerapkan blok pertahanan rendah. Meski Woltemade tampil impresif, dukungan dari sektor gelandang perlu lebih variatif agar tidak mudah ditebak oleh lawan.
Menatap masa depan, Juventus harus segera mengevaluasi efektivitas eksekusi peluang. Dalam kompetisi Eropa yang ketat, kehilangan poin di kandang sendiri adalah kerugian besar yang bisa berdampak pada posisi akhir di fase grup. Evaluasi mendalam pasca-pertandingan ini tentu menjadi agenda utama staf kepelatihan.
Tren performa Juventus di Liga Europa tahun ini memang belum sepenuhnya stabil. Sementara itu, bagi Rennes, hasil imbang di Turin menjadi suntikan moral yang berarti. Mereka berhasil membuktikan bahwa tim asal Prancis tersebut mampu memberikan perlawanan sengit meski bermain di bawah tekanan suporter tuan rumah.