Ole Romeny resmi bergabung dengan Fortuna Sittard pada 11 Juli lalu setelah meninggalkan Oxford United, dan kepindahan itu disebabkan oleh saran langsung dari rekan setimnya di Timnas Indonesia, Justin Hubner. Striker berusia 26 tahun tersebut kini bereuni dengan bek 22 tahun itu di klub Liga Belanda yang berbasis di Kota Sittard.
Hubner lebih dulu membela Fortuna Sittard sejak awal musim 2025/2026. Pemain belakang tersebut sudah tampil 26 kali dengan catatan dua gol dan satu assist. Pengalaman Hubner di Eredivisie menjadi rujukan penting bagi Romeny yang sedang mencari klub baru setelah nasibnya di Inggris menemui jalan buntu.
Romeny meninggalkan Oxford United karena klub tersebut terdegradasi ke EFL League One, divisi ketiga dalam struktur sepak bola Inggris. Posisinya sebagai ujung tombak juga tergerus. Musim lalu ia hanya bermain 16 kali di Liga 2 Inggris dengan total 335 menit penampilan, tanpa mencetak gol maupun assist.
Musim 2024/2025 masih lebih baik bagi Romeny karena ia mendapat 14 caps dan menyumbang satu gol. Namun penurunan drastis pada musim berikutnya membuatnya memutuskan hijrah demi menjaga jam terbang. Fortuna Sittard menjadi pilihan logis karena kompetisi Eredivisie sudah familiar baginya.
Sebelum Oxford, Romeny telah mencatatkan pengalaman panjang di Belanda. Ia pernah membela FC Utrecht, NEC Nijmegen, FC Emmen, dan Willem II. Atmosfer sepak bola Negeri Kincir Angin bukan hal asing, sehingga adaptasi di Sittard diprediksi berjalan mulus.
Bagi sepak bola Indonesia, duet dua pemain timnas di klub yang sama di Eropa memberi nilai tambah. Mereka bisa saling menjaga dan berkomunikasi dalam bahasa yang sama, baik di atas lapangan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran Hubner lebih dulu membuat Romeny punya jangkar sosial sebelum benar-benar menyatu dengan skuad.
Dampaknya tidak hanya menyangkut performa klub, tetapi juga kesiapan mental saat membela Merah Putih. Pemain yang bermain rutin di Eropa biasanya membawa standar latihan dan profesionalisme tinggi ke timnas. Romeny butuh menit bermain untuk kembali tajam, dan Hubner sudah membuktikan bahwa Eredivisie bisa menjadi etalase yang tepat.
Kondisi ini berbeda dengan mayoritas pemain Indonesia yang berkiprah di liga domestik dengan tekanan dan ritme berbeda. Keberadaan dua kompatriot di Fortuna Sittard menciptakan semacam jalur cepat bagi pemain muda lain yang ingin merantau ke Eropa. Reputasi klub bisa terbuka lebar jika keduanya konsisten.
Saat diwawancarai ESPN NL, Romeny mengungkapkan bahwa obrolan dengan Hubner terjadi saat mereka berkumpul di Indonesia pada musim panas tahun lalu. "Memang, saya berbicara dengannya ketika kami bersama di Indonesia musim panas lalu. Dan, dia hanya bilang, 'Iya, itu tempat yang bagus sekali buat saya'," ujar Romeny.
Ia menambahkan bahwa pertemuan kembali di Sittard sangat menyenangkan. "Jadi, senang juga bisa bertemu dengannya di sini. Menyenangkan bisa bersama teman-teman dari timnas, bahkan di klub. Kita bisa pergi ke Indonesia bersama-sama," tutup Romeny.
Ke depan, kolaborasi Romeny dan Hubner diharapkan menambah kekuatan Timnas Indonesia dalam menghadapi agenda internasional. Pelatih timnas mendapat opsi lebih banyak dengan pemain yang sudah saling paham di level klub. Tren pemain Indonesia merantau ke Eropa juga diprediksi meningkat seiring bukti nyata dari keduanya.
Fortuna Sittard sendiri diproyeksikan memanfaatkan pengalaman Romeny di beberapa klub Eredivisie untuk mendongkrak daya serang. Jika duet ini berjalan klop, bukan tidak mungkin klub mulai melirik lebih banyak talenta Indonesia sebagai bagian dari strategi pemasaran dan pengembangan skuad.