Justin Bieber telah resmi bergabung dengan deretan bintang seperti Madonna, Shakira, dan BTS dalam pertunjukan half-time final Piala Dunia pertama yang pernah ada. Panitia penyelenggara mengumumkan pada hari Rabu (8 Juli 2026) bahwa pertunjukan musik ini akan berlangsung selama 11 menit di MetLife Stadium, New Jersey, pada tanggal 19 Juli mendatang. Pengumuman ini sekaligus menjawab kekhawatiran bahwa durasi pertunjukan half-time bisa melebihi 25 menit seperti spekulasi sebelumnya.
Coldplay’s Chris Martin bertindak sebagai kurator acara besar ini, yang merupakan pertama kalinya seorang musisi menjadi kurator untuk final Piala Dunia. Durasi pertunjukan selama 11 menit, meskipun masih dalam batas waktu istirahat setengah waktu sepak bola yang diizinkan (maksimal 15 menit), tetap memerlukan penyesuaian jadwal karena waktu yang dibutuhkan untuk instalasi dan pembongkaran panggung. Namun, pengumuman ini dianggap sebagai langkah positif oleh berbagai pihak.
Selain Bieber, pengumuman hari Rabu juga menambahkan Burna Boy dari Nigeria dan konduktor klasik Venezuela, Gustavo Dudamel, ke dalam daftar artis. Pertunjukan ini juga akan menampilkan karakter dari “Sesame Street” dan “The Muppets”, serta kolaborasi Coldplay dengan PS22 Chorus, paduan suara siswa sekolah dasar negeri di New York. Acara ini bertujuan untuk mengumpulkan dana US$100 juta untuk Global Citizen Education Fund, sebuah inisiatif yang ditujukan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh dunia selama Piala Dunia berlangsung.
Bieber menyampaikan, “Piala Dunia FIFA menyatukan dunia dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh hal lain. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari pertunjukan half-time ini, dan lebih bersyukur lagi mengetahui bahwa hal ini sudah membantu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh dunia.”
Hugh Evans, CEO dan salah satu pendiri Global Citizen, menyebut acara ini sebagai “pengumpulan seniman terbesar untuk satu tujuan sejak Live Aid, dan mungkin menjadi 11 menit pertunjukan musik yang paling banyak ditonton dalam sejarah siaran.” Dari sisi teknologi, pertunjukan ini akan memanfaatkan teknologi siaran dan streaming canggih untuk menjangkau “beberapa miliar” penonton di seluruh dunia, sesuai dengan pernyataan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Bagi industri hiburan dan olahraga di Indonesia, kolaborasi besar seperti ini menunjukkan tren konvergensi antara olahraga dan musik yang dapat meningkatkan basis penggemar dan peluang komersial baru. Pertunjukan half-time yang disiarkan secara global berpotensi menjadi platform utama bagi merek untuk menjangkau penonton muda melalui pengalaman yang menggabungkan olahraga, musik, dan aktivisme sosial. Selain itu, penggunaan teknologi streaming dan interaktif dapat menginspirasi penyelenggara acara di Indonesia untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam acara-acara besar mereka.
Secara keseluruhan, bergabungnya Justin Bieber dan artis ternama lainnya dalam pertunjukan half-time final Piala Dunia tidak hanya menjadi sorotan bagi penggemar sepak bola dan musik, tetapi juga menandai era baru dalam pengalaman penonton global yang menggabungkan hiburan, pendidikan, dan dampak sosial yang luas.