Setelah 104 pertandingan selama hampir enam pekan, Piala Dunia tuntas digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Para jurnalis BBC membagikan penghargaan informal bagi gol terbaik, penyelamatan terbaik, serta pemain terbaik turnamen tersebut.
Phil McNulty, kepala penulis sepak bola BBC Sport, mencatat enam gol yang layak masuk daftar terbaik. Lionel Messi membuka keran gol Argentina ke gawang Cape Verde lewat sentuhan teknis luar biasa. Ia menerima umpan sulit sambil berlari, lalu menuntaskannya ke sudut atas dengan sentuhan kedua.
Pada laga yang sama, Sidny Cabral menyamakan kedudukan di masa extra time lewat tembakan kaki kanan melengkung dari sudut sempit. Emiliano Martinez tak berkutik. Kerim Alajbegovic juga mencetak gol solo spektakuler untuk Bosnia-Herzegovina saat melawan Qatar di fase grup.
Erling Haaland menghiasi kemenangan Norwegia atas Brasil di babak 16 besar dengan tembakan kaki kanan bertenaga dahsyat. Julian Alvarez memecah kebuntuan perempat final Argentina vs Swiss lewat tendangan jarak jauh mematikan di extra time. Antonio Nusa membuka gol Norwegia ke gawang Pantai Gading dengan finish melengkung presisi.
Penyelamatan terbaik turut mencuri perhatian. Johny Placide melakukan dua kali save untuk Haiti saat melawan Maroko, termasuk refleks satu tangan ke kiri. Jordan Pickford tampil gemilang di Azteca saat Inggris mengalahkan tuan rumah Meksiko, dengan penyelamatan penting atas sundulan Raul Jimenez.
Orjan Nyland menyelamatkan Norwegia dari bola liar bek sendiri Kristoffer Ajer yang mengarah ke gawang. Aymen Dahmen menepis peluang empat meter Takehiro Tomiyasu untuk Tunisia. Patrick Beach menepis tembakan 30 yard Turki ke tiang, dan Alireza Beiranvand memblok tembakan enam yard Belgia setelah gagal menjangkau tendangan De Bruyne.
Secara resmi, Rodri membawa pulang Golden Ball sebagai pemain terbaik. Messi meraih Silver Ball, sementara Mbappe Bronze Ball. McNulty menilai Messi bukan sekadar pamitan pemain 39 tahun, melainkan inspirasi abadi timnas Argentina. Ia mengatur ritme saat Argentina mengejar Inggris di semifinal.
Bagi pembaca Indonesia, catatan BBC ini menarik karena menunjukkan betapa pentingnya vetera berpengaruh di level tertinggi. Di Liga 1, pemain di atas 35 tahun kerap dipinggirkan padahal pengalaman mereka bisa mengangkat tim. Messi di 39 tahun jadi bukti usia bukan batas.
John Bennett memuji Mbappe yang tampil lebih rileks dan berkarisma sejak konferensi pers awal. Alex Howell memilih Jude Bellingham yang menyeret Inggris lewat kemauan keras. Liz Conway dan Gary Rose menyoroti Messi serta Rodri sebagai poros tim terbaik.
Neil Johnston mencatat delapan gol dan empat assist Messi dari delapan laga. John Murray menyebut aksi Messi di usia 39 nyaris melanggar hukum fisika. Ian Dennis menjagokan Michael Olise yang memberi tujuh assist meski cuma 24 tahun.
Ke depan, tren pemain matang usia dan winger kreatif muda seperti Olise akan mendominasi strategi tim dunia. Indonesia bisa mencontoh lewat pembinaan pemain muda berbasis teknik serta pemanfaatan pemain senior sebagai mentor di klub dan timnas.
Piala Dunia kali ini meninggalkan pelajaran bahwa kombinasi pengalaman dan energi muda menentukan gelar. Bagi penggemar lokal, evaluasi pola seleksi pemain menjadi krusial menyambut turnamen internasional berikutnya.