Timnas Inggris meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Prancis 6-4 pada Minggu (19/7) dini hari WIB. Di atas podium, Jordan Henderson menyerahkan medali perunggunya kepada Jason Steele, pria yang tidak masuk skuad utama namun menjadi bagian rombongan pelatih kiper.
Momen itu terjadi seusai Henderson menerima medali dari FIFA. Gelandang veteran tersebut lantas memanggil seseorang di kejauhan panggung. Pemain Inggris lainnya ikut bersorak saat Steele naik dan menerima medali dari tangan Henderson.
Jason Steele merupakan kiper Brighton & Hove Albion berusia 35 tahun. Ia tidak dibawa sebagai pemain inti dalam turnamen di Amerika Utara tersebut. Perannya berada di balik layar sebagai bagian staf pelatih kiper yang mendampingi skuad sejak fase grup.
Kehadiran Steele menunjukkan betapa timnas modern membutuhkan struktur dukungan teknis yang luas. Pelatih kepala Thomas Tuchel sebelumnya telah menyebut nama Steele saat mengumumkan skuad pada Mei 2026. Ia menegaskan peran kiper cadangan tersebut sangat krusial bagi persiapan mental dan teknis penjaga gawang utama.
Tuchel secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada Brighton yang meminjamkan Steele. Kerja sama klub dan asosiasi menjadi kunci agar tim nasional mendapat sumber daya terbaik. Hal ini mencerminkan profesionalisme sepak bola Inggris yang tidak hanya mengandalkan 11 pemain di lapangan.
Bagi penggemar di Indonesia, adegan Henderson membagi medali menyiratkan nilai kebersamaan yang kerap hilang dalam sepak bola industri. Di Tanah Air, skema pelatih tamu atau staf pendukung dari klub masih jarang dilakukan secara terstruktur oleh PSSI. Padahal, peran seperti Steele bisa menambal kelemahan teknis di level timnas.
Kultur memberi penghargaan kepada staf non-pemain juga langka di kompetisi lokal. Medali biasanya hanya untuk pemain resmi dan ofisial pelatih kepala. Padahal, kontribusi analis, kiper pelatih, dan fisioterapis sama pentingnya dalam meraih hasil turnamen.
Steele sendiri pernah disinggung Tuchel dalam konferensi pers peluncuran skuad. "Kami sudah memilih tiga kiper, ditambah Jason Steele," ujar Tuchel kala itu. Ia menambahkan terima kasih kepada sang kiper atas bantuan brilian dan kepada Brighton atas dukungan penuh.
Pernyataan tersebut menjadi dasar mengapa Steele berada di bangku pendukung Inggris di Piala Dunia. Ia membantu menjaga ritme latihan kiper utama serta memberikan perspektif dari level klub elite Premier League.
Ke depan, pola seperti ini berpotensi diadopsi lebih luas oleh federasi lain termasuk di Asia Tenggara. Menggunakan staf klub untuk memperkuat timnas bukan lagi sekadar tambahan, melainkan kebutuhan operasional.
Indonesia yang memiliki banyak pemain merumput di luar negeri dapat meniru model Inggris. Mengikutsertakan staf teknis dari klub Eropa atau domestik dalam rombongan timnas akan menaikkan standar persiapan. Piala Dunia 2026 telah memberi contoh bahwa medali kehormatan layak diberikan kepada mereka yang bekerja diam di balik layar.