Jonatan Christie harus puas berhenti di babak perempat final China Open 2026 setelah kalah lurus dua gim dari Victor Lai. Laga yang berlangsung di Guangzhou, Jumat (24/7), berakhir dengan skor 14-21, 17-21 hanya dalam waktu 42 menit. Kemenangan ini mengantarkan pemain Kanada berusia 19 tahun itu ke semifinal pertamanya di turnamen Super 1000.
Pebulutangkis nomor satu Indonesia itu tampak kesulitan menemukan ritme sejak awal. Di gim pertama, Victor langsung memaksakan tempo cepat dan memimpin 11-5 saat interval. Jonatan sempat mencoba mengejar dengan memanfaatkan kesalahan lawan, namun selisih terlalu jauh untuk ditutup. Victor menutup gim pertama 21-14 setelah Jonatan gagalkan dua game point.
Gim kedua berjalan lebih sengit. Skor berimbang hingga 10-10 sebelum Jonatan merebut keunggulan tipis 11-10 di interval. Sang juara All England 2024 sempat memimpin 13-10 usai merebut dua poin awal pasca-interval. Namun momen itu justru menjadi titik balik.
Victor Lai kemudian mencatat enam poin beruntun, membalikkan situasi jadi 16-13. Jonatan tampak kehilangan komposisi dan tak mampu menjawab serangan silang serta smash tajam lawan. Victor mempertahankan keunggulan hingga menutup laga 21-17 dengan smash ke koridor belakang.
Kekalahan ini menandai keluarnya wakil terakhir Indonesia di sektor ganda putra China Open 2026. Sebelumnya, Chico Aura Dwi Wardoyo dan Alwi Farhan sudah tersingkir di babak kedua. Di sektor ganda putra, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga gagal lolos ke empat besar.
Victor Lai, yang saat ini menduduki peringkat 27 dunia, terus menunjukkan progres pesat musim ini. Ia pernah mengejutkan dunia usai mengalahkan Kodai Naraoka di Malaysia Masters Mei lalu. Kemenangan atas Jonatan, mantan juara dunia dan medalis perak Asian Games, menjadi prestasi terbesar karirnya sejauh ini.
Bagi Jonatan, kekalahan ini menambah daftar hasil mengecewakan di turnamen Super 1000 musim panas 2026. Ia juga tersingkir dini di Indonesia Open dan Malaysia Open bulan lalu. Pola kekalahan serupa — memimpin di gim kedua lalu runtuh pasca-interval — mulai mengkhawatirkan tim pelatih PBSI.
"Kehilangan momentum di menit-menit krusial jadi PR besar," ujar seorang pelatih senior PBSI yang meminta anonim. "Jonatan butuh variasi taktis lebih kaya saat lawan menaikkan intensitas. Saat ini terlalu bergantung pada rally panjang."
Kondisi fisik juga jadi pertanyaan. Jonatan tampak napas terengah-engah di poin-poin akhir gim kedua. Jadwal padat sejak awal tahun — bermain di 14 turnamen — diduga memengaruhi ketahanan. PBSI belum mengonfirmasi apakah Jonatan akan istirahat atau lanjut ke Japan Open minggu depan.
Di sisi lain, kemenangan Victor memberi sinyal pergeseran kekuatan di ganda putra internasional. Generasi muda dari Kanada, Prancis, dan Thailand mulai mengganggu dominasi Asia. Untuk Indonesia, ini jadi pengingat bahwa regenerasi tidak bisa ditunda lagi.
Langkah selanjutnya Jonatan akan menentukan arah musimnya. Jika memilih main di Japan Open, ia harus cepat pulih fisik dan mental. Jika istirahat, fokus akan beralih ke persiapan World Tour Finals dan SEA Games 2027. Keputusan di tangan tim manajemen dan pelatih utama Rexy Mainaky.