Inggris sukses menyamakan kedudukan seri One Day International (ODI) melawan India setelah menang empat wicket di Cardiff, Jumat waktu setempat. Joe Root menjadi pahlawan dengan 99 run tak out, memandu timnya mengejar target 234 run dari 44,1 overs.
Pertarungan di Sophia Gardens itu berlangsung ketat sejak awal. India lebih dulu turun batting dan tertahan di 233 all out dari 44 overs, menyisakan enam overs tak terpakai. Inggris lalu memulai chase dengan buruk saat Ben Duckett langsung tersingkir di bola pertama dari Jasprit Bumrah.
Kehilangan Duckett membuat Root segera mengambil alih kendali. Ia membangun fondasi dari kekacauan, terutama setelah Jacob Bethell (4) dan kapten Harry Brook (16) menyusul keluar dengan cara yang tak terduga. Brook bahkan tersingkir saat mencoba ramp shot di atas kepala keeper.
Root tak mendapat banyak dukungan stabil di awal. Sam Curran dan Jos Buttler pun datang dan pergi. Namun, dia tetap tenang dan menemukan partner penting di Will Jacks serta Gus Atkinson menjelang akhir laga.
Ketika Inggris butuh tiga run untuk menang, Atkinson yang menghantam boundary penentu. Root tertahan di 99, gagal meraih century personal karena kemenangan lebih dulu dikunci rekannya. Inggris menyelesaikan laga dengan sisa 5,5 overs.
Sebelumnya, India sempat dalam jalur menuju total besar. Virat Kohli tampil mengancam dengan 65 run, membawa tim tamu ke 178-3 pada over ke-32. Shreyas Iyer juga memberi perlawanan lewat 66 run dari 71 bola.
Lini bowling Inggris berbalik menguasai pertengahan hingga akhir innings India. Jofra Archer mencetak 3-47, termasuk wicket krusial Kohli lewat top edge ke deep third. Saqib Mahmood (2-52) dan Atkinson (3-50) memastikan tujuh wicket terakhir India hanya menghasilkan 55 run.
Kekalahan ini memupus harapan India menutup seri di Cardiff. Mereka sempat unggul di pertandingan pembuka Edgbaston, sehingga Inggris wajib merespons di laga kedua. Pilihan toss untuk bowling pertama terbukti tepat bagi tuan rumah.
Bagi penggemar kriket Tanah Air, aksi Root menjadi pelajaran soal adaptasi kondisi lapangan bergelombang. Performa Archer juga relevan mengingat Liga Kriket Indonesia mulai rutin mendatangkan mantan pemain county sebagai pelatih. Gaya seam bowling cepat seperti Archer berpotensi diadopsi klub lokal.
Root sendiri tak banyak berkomentar soal missed century. Yang jelas, dia memuji karakter tim saat wicket jatuh berurutan. Atkinson menilai collective bowling menjadi kunci membatasi India di bawah 240.
Laga penentu akan berlangsung di Lord's, Minggu mendatang. Inggris datang dengan kepercayaan tinggi usai menang 4-0 di seri T20 sebelumnya. India wajib evaluasi finishing batting agar tak kembali kehilangan enam overs berharga.
Tren ODI kini bergeser ke arah pertarungan bowling vs batting yang lebih taktis rather than sekadar power hitting. Tim yang bisa kelola pressure di middle overs berpeluang besar juara. Indonesia yang tengah memetakan roadmap kriket profesional bisa mencatat pola ini.