Indonesia U-17 memulai kampanye Srikandi Merdeka Cup 2026 dengan kemenangan telak 7-0 atas Arab Saudi di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Jumat (14/8). Jazlyn Kayla Firyal menjadi sorotan setelah menyumbang dua gol, membuka peluang bagi Garuda Pertiwi memimpin klasemen Grup A dengan tiga poin penuh.
Kebanggaan itu tak berhenti di lapangan internasional. Pesepakbola kelahiran Jakarta itu mengaku sudah memiliki komitmen klub untuk berlaga di Liga Putri Indonesia 2026 yang akan digulirkan mulai 17 Oktober. Target Jazlyn jelas: membawa timnya meraih gelar juara pada musim perdana liga setelah vakum tujuh tahun.
Liga Putri Indonesia kembali menghidupkan kompetisi sepak bola perempuan nasional yang sempat berhenti sejak 2019. Format putaran babak ronde-robin akan dijalani oleh enam klub di Stadion Soemantri Bojonegoro, Jakarta, dengan harapan fondasi turnamen semakin mumpuni sebelum membuka peluang bagi klub lain bergabung.
Kehadiran liga reguler dinilai krusial untuk mengisi celah pengembangan bakat perempuan yang selama ini bergantung pada turnamen singkat dan timnas. Dengan jadwal pertandingan yang terstruktur, pemain seperti Jazlyn mendapatkan ritme kompetisi yang berkelanjutan, mempercepat pertumbuhan teknis dan mental.
Di sisi timnas, Jazlyn menegaskan bahwa pencapaian golnya tak lepas dari kerja sama tim. "Alhamdulillah kita bisa menang dan sangat bahagia sekali karena saya juga bisa nyumbang gol. Gol ini bukan karena aku sendiri, karena tim juga, mereka mau kompak dan ada chemistry," ujarnya usai laga perdana.
Pesta gol di laga pembukaan turut diwarnai oleh Fadilla yang mencetak dua gol (menit 5 dan 78), Nafeeza Ayasha Nori (menit 23), serta Shifana Rizka (menit 49). Satu gol lagi berasal dari kesalahan pertahanan lawan, menunjukkan dominasi penuh Garuda Pertiwi di seluruh babak.
Kemenangan itu menempatkan Indonesia di puncak Grup A sementara. Selanjutnya, Garuda Pertiwi akan menghadapi Malaysia pada Minggu (16/8) dan Hong Kong dua hari kemudian. Hasil dua laga tersebut akan menentukan apakah tim bisa melaju ke fase gugur dengan momentum positif.
Kutipan Jazlyn tentang kekompakan tim memperkuat narasi bahwa generasi muda perempuan Indonesia mulai menunjukkan kematangan taktis. Pelatih timnas, yang sebelumnya menegaskan pentingnya pengalaman bermain kompetitif, kini memiliki bukti nyata bahwa pemain-pemainnya siap beradaptasi di tingkat yang lebih tinggi.
PSSI melalui divisi sepak bola perempuan berencana memanfaatkan momentum Srikandi Merdeka Cup sebagai pijakan promosi Liga Putri. Kehadiran bintang muda seperti Jazlyn diharapkan menarik perhatian sponsor, media, serta penonton ke stadion, menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi sepak bola putri.
Bagi Jazlyn, tantangan ganda menanti: mempertahankan performa di timnas sambil beradaptasi dengan tekanan liga klub yang baru. Jika berhasil, ia bisa menjadi teladan bagi generasi berikutnya bahwa karir profesional di dalam negeri kini menjadi pilihan realistis.
Masa depan sepak bola perempuan Indonesia tampak lebih cerah dengan kembali berdirinya liga reguler dan munculnya tokoh-tokoh muda yang berani bermimpi besar. Keberhasilan Jazlyn dan rekan-rekannya di Srikandi Merdeka Cup bisa jadi katalisator perubahan budaya olahraga yang lebih inklusif dan berkelanjutan.