Petenis unggulan Jannik Sinner kembali menunjukkan dominasinya di turnamen Wimbledon tahun ini. Dalam pertandingan yang berlangsung di Centre Court pada Minggu malam, juara bertahan asal Italia tersebut sukses menyingkirkan petenis kualifikasi asal Jepang, Shintaro Mochizuki, dengan skor meyakinkan 6-3, 7-6(0), 6-3. Kemenangan ini membawa Sinner melaju mulus ke babak perempat final.
Keberhasilan Sinner di London terbilang impresif mengingat minimnya persiapan yang ia miliki di lapangan rumput sebelum turnamen dimulai. Setelah tersingkir lebih awal di French Open pada akhir Mei lalu, atlet berusia 24 tahun ini sempat diragukan. Namun, ia berhasil membuktikan kelasnya dengan beradaptasi dengan cepat pada permukaan lapangan yang dikenal paling licin dalam dunia tenis tersebut.
Dalam wawancara pasca-pertandingan, Sinner memberikan apresiasi tinggi kepada lawannya. Meskipun ini merupakan pertemuan perdana mereka, Sinner mengakui bahwa Mochizuki adalah pemain yang luar biasa. Ia bahkan memuji perjalanan Mochizuki yang harus merangkak dari babak kualifikasi hingga mampu memberikan perlawanan sengit di panggung utama Wimbledon.
Jalannya pertandingan sempat diwarnai drama ketika atap Centre Court harus ditutup karena kondisi cuaca. Sinner sempat merasa frustrasi di set kedua saat Mochizuki berhasil menyelamatkan tiga break point untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Namun, Sinner tetap tenang dan meningkatkan intensitas permainannya, terutama saat memasuki babak tiebreak di mana ia menang telak tanpa memberikan satu poin pun kepada lawan.
Memasuki set ketiga, Sinner semakin memperketat cengkeramannya atas permainan. Meskipun Mochizuki terus mendapatkan dukungan penuh dari penonton dan sempat menciptakan peluang untuk mematahkan servis di gim keenam, Sinner mampu bertahan dengan solid. Ketangguhan mental dan akurasi pukulan menjadi kunci utama bagi Sinner untuk menutup pertandingan tanpa harus kehilangan set tambahan.
Kemenangan ini memastikan langkah Sinner menuju babak selanjutnya, di mana ia akan berhadapan dengan petenis Jerman, Jan-Lennard Struff. Sinner menyatakan rasa hormatnya kepada calon lawannya tersebut dan mengaku akan segera fokus pada pemulihan fisik demi menghadapi tantangan besar berikutnya. Dengan performa saat ini, Sinner tetap menjadi kandidat kuat untuk mempertahankan gelar juara Wimbledon miliknya.