Tenis

Janice Tjen Taklukkan Golubic Dramatis, Melaju ke 32 Besar Cincinnati Open

Ringkasan

  • Petenis Indonesia Janice Tjen mengalahkan Viktorija Golubic dari Swiss dengan skor 7-6(10-8), 5-7, 7-5 di babak kedua Cincinnati Open 2026, Senin (17/8) dini hari WIB.

Janice Tjen menorehkan kemenangan paling berarti dalam musim 2026 usai menundukkan Viktorija Golubic dalam pertarungan maraton tiga set di Court 10, Lindner Family Tennis Center, Cincinnati, Ohio. Skor akhir 7-6(10-8), 5-7, 7-5 mencerminkan ketegangan duel yang berlangsung selama dua jam 41 menit. Kemenangan ini mengantarkan Tjen ke babak 32 besar — pencapaian terbaiknya di turnamen WTA 1000 — dan mempertemukannya dengan unggulan kelima Mirra Andreeva.

Pertarungan dibuka dengan set pertama yang sangat sengit. Kedua pemain saling mempertahankan servis hingga skor 6-6, memaksa tie-break. Di momen kritis, Tjen menunjukkan mental baja dengan menyelamatkan set point dan menutup tie-break 10-8. Golubic, mantan nomor 35 dunia yang berpengalaman, tidak menyerah begitu saja. Dia memanfaatkan ketidakstabilan servis Tjen di awal set kedua, melakukan break di gim ke-11, lalu menutup set 7-5 untuk memaksa set penentu.

Set penentu menjadi puncak drama. Skor kembali terkunci 5-5 saat Tjen menghadapi titik terendah. Namun, unggulan ke-32 ini justru mengejutkan dengan agresivitas baru. Dia memecah servis Golubic di gim ke-11 dengan winner forehand cross-court yang memukau, lalu menutup pertandingan dengan servis ke luar yang tak terjangkau lawan. Tjen mengibaskan raket ke udara, menari-nari di tengah gemuruh penonton yang mayoritas mendukung lawan.

Latar belakang kemenangan ini tidak terlepas dari persiapan fisik intensif Tjen selama off-season. Pelatihnya, Aryono Miranat, mengakui fokus utama adalah memperkuat daya tahan untuk laga tiga set. "Janice sekarang percaya dia bisa menang lawan top-50 dalam tiga set," ujar Aryono lewat WhatsApp, Minggu (16/8) malam. Data Hawk-Eye menunjukkan Tjen mencatat 38 winner melawan 29 unforced error — rasio efisien bagi pemain gaya agresif. Golubic sendiri hanya mengumpulkan 24 winner dengan 34 kesalahan tak paksa.

Bagi tenis Indonesia, kemenangan ini memiliki bobot historis. Sejak Yayuk Basuki era 1990-an, tidak ada petenis putri Indonesia yang rutin melangkah ke babak 32 besar WTA 1000. Tjen, kelahiran Jakarta 2002, menjadi harapan baru setelah pensiunnya Aldila Sutjiadi dari single. Ia saat ini menduduki peringkat 42 dunia — terdekat ke top-40 sejak Basuki. Kemenangan atas Golubic (peringkat 58) juga menjadi kemenangan ke-12 Tjen atas lawan top-100 musim ini, membuktikan konsistensi naik.

Tantangan berikutnya bernama Mirra Andreeva, fenomena Rusia berusia 19 tahun yang sudah menembus final Madrid Open 2024 dan semifinal Roland Garros 2024. Andreeva memimpin head-to-head 1-0 usai menang di babak pertama US Open 2023. Gaya permainan Andreeva yang penuh variasi — slice backhand, drop shot, dan servis wide — akan menguji kemampuan Tjen membaca bola. Statistik menunjukkan Andreeva memenangkan 68% poin return game musim ini, angka tertinggi di antara 20 besar WTA.

Sisi positif bagi Tjen: dia sudah pernah bermain di Court 10 dan beradaptasi dengan kondisi lapak keras Cincinnati yang relatif cepat. "Saya suka bermain di sini, bola meluncur cepat cocok dengan gaya saya," ujar Tjen usai laga. Dia juga mendapat hari istirahat penuh Senin (18/8) sebelum duel Andreeva dijadwalkan Selasa (19/8) — keuntungan fisik vital. Tim medis PBSI telah menyiapkan protokol pemulihan: es kompres, pijat sport, dan sesi mental visualisasi dengan psikolog olahraga Dr. Sandra Dewi.

Dampak komersial pun mulai terasa. Sponsor utama Tjen, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), meluncurkan kampanye digital #JaniceBangkit usai laga. Video highlight kemenangan ditonton 1,2 juta kali di Instagram BRI dalam enam jam. PT Indosiar Karya Media, pemegang hak siar eksklusif WTA di Indonesia, melaporkan rating tayangan langsung naik 40% dibanding rata-rata babak pertama. Ini membuka peluang nilai sponsor baru untuk atlet tenis putri Indonesia yang selama ini tertinggal jauh dari putra.

Kemenangan Tjen juga memicu diskusi soal sistem pengembangan tenis nasional. PBSI kini mengadopsi model "pro tour support" — mendanai perjalanan pelatih dan fisio mengikuti atlet ke turnamen internasional — mirip sistem Jepang dan Kanada. Anggaran tahunan untuk program ini capai Rp 18 miliar, naik dari Rp 7 miliar 2023. Hasilnya terlihat: Tjen bukan satu-satunya. Priska Madelyn Nugroho (peringkat 189) dan Fitriani Sabatini (212) juga naik signifikan di ranking WTA 2026.

Perspektif jangka panjang, kemenangan ini memperkuat argumen untuk membangun pusat tenis indoor bermutu dunia di Indonesia. Saat ini, hanya Gelora Bung Karno dan Jakabaring Sport City yang memiliki lapak keras indoor standar WTA. Kementerian PUPR telah menyetujui pembangunan tiga pusat tenis regional di Medan, Surabaya, dan Makassar — masing-masing dengan empat lapak indoor — anggaran Rp 420 miliar, target selesai 2027. Tjen sendiri turut melakukan lobbying ke DPR lewat Komisi X usai lolos ke babak ketiga Australian Open 2025.

Mata seluruh pecinta tenis Indonesia kini tertuju ke duel Tjen vs Andreeva. Kemenangan akan menyamakan pencapaian terbaik Basuki di WTA 1000 (perempat final Kanada 1997). Kekalahan pun tidak merusak momentum; Tjen sudah memastikan naik ke peringkat 35 dunia pasca-Cincinnati — posisi terbaik karier. Apa pun hasilnya, Senin (17/8) 2026 dicatat sebagai hari petenis putri Indonesia kembali bersinar di panggung besar. Seperti yang tulis komentarwan senior tennis Indra Gunawan di kolomnya: "Janice bukan lagi 'calon bintang'. Dia sudah di sana, di antara yang terbaik."

Mengapa Ini Penting

Kemenangan Janice Tjen menandakan pergantian era tenis putri Indonesia pasca-Yayuk Basuki dan Aldila Sutjiadi. Ia membuktikan sistem pengembangan 'pro tour support' PBSI mulai berbuah, didukung kenaikan anggaran 150% sejak 2023. Secara komersial, kemenangan ini menciptakan momentum sponsor baru untuk atlet putri yang selama ini terbayangi putra. Jangka panjang, pencapaian ini memperkuat lobi pembangunan infrastruktur tenis indoor standar internasional di tiga kota besar — investasi Rp 420 miliar yang vital untuk regenerasi berkelanjutan. Duel lawan Mirra Andreeva akan menjadi uji nyata apakah Tjen siap bersaing konsisten di level elite dunia.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
16 Agustus 2026
Waktu Baca
6 menit