Duel merah-putih di lapangan keras Flushing Meadows kini terkonfirmasi. Janice Tjen yang berpasangan dengan Leylah Fernandez akan menghadapi senior Aldila Sutjiadi bersama Erin Routliffe di babak kedua nomor ganda putri US Open 2026. Kedua pasangan sama-sama meloloskan diri tanpa kehilangan set di babak pertama.
Aldila dan Routliffe, yang menduduki posisi unggulan ketujuh, menundukkan Li Ann dan Clara Tauson dengan skor 6-2, 6-2 dalam waktu singkat. Dominasi mereka terlihat jelas sejak game pertama, di mana pasangan Indonesia-New Zealand itu memecah servis lawan dua kali di set pembuka dan sekali lagi di set kedua.
Sementara itu, Tjen dan Fernandez menunjukkan performa yang tak kalah menakjubkan. Pasangan tak berserat itu menghancurkan Isabelle Haverlag dan Nika Radisic hanya dalam 52 menit dengan skor 6-1, 6-1. Fernandez, juara US Open 2021 di nomor tunggal, tampil mengendalkan tempo permainan dari lini belakang.
Kedatangan Tjen ke babak kedua menandakan kemajuan signifikan bagi tenisi berusia 21 tahun itu. Musim ini ia telah meraih gelar ganda di turnamen W100 Tokyo dan W75 Sydney, serta mencapai final ganda di WTA 250 Hua Hin. Kolaborasi dengan Fernandez, yang dimulai sejak Wimbledon 2026, mulai menunjukkan kimia yang solid.
Di sisi lain, Aldila Sutjiadi terus menegaskan posisinya sebagai tenisi ganda terbaik Indonesia saat ini. Bersama Routliffe, ia telah meraih tiga gelar WTA musim ini, termasuk WTA 500 Berlin dan WTA 250 Nottingham. Pasangan itu juga mencapai semifinal Wimbledon 2026, kinerja terbaik Aldila di grand slam sejauh ini.
Pertemuan ini akan menjadi duel generasi yang menarik. Aldila, berusia 29 tahun, membawa pengalaman bermain di panggung besar dan ranking ganda dunia ke-15. Tjen, delapan tahun lebih muda, hadir dengan momentum naik dan gaya permainan agresif dari kedua sisi lapangan.
Kendati Aldila/Routliffe masuk sebagai unggulan ketujuh, status favorit tidak menjamin kemenangan. Di babak pertama saja, tiga pasangan berserat telah tersingkir dini: Guo Hanya/Kristina Mladenovic (unggulan kelima), Shuko Aoyama/Liang En-shuo (unggulan kesebelas), dan Ulrikke Eikeri/Quinn Gleason (unggulan lima belas). Ketidakstabilan para unggulan membuka peluang bagi pasangan tak berserat.
Unggulan teratas Katerina Siniakova dan Taylor Townsend tetap menjadi tim yang harus dikalahkan. Di belakang mereka, Gabriela Dabrowski/Luisa Stefani (unggulan kedua) dan Anna Danilina/Aleksandra Krunic (unggulan ketiga) melengkapi tiga besar. Namun, jalur ke final bagian bawah draw kini terlihat lebih terbuka.
Bagi Tjen, laga ini juga menjadi tes mental usai kekecewaan di nomor tunggal. Ia kalah dari unggulan kelima Mirra Andreeva 3-6, 2-6 di babak pertama. Kekalahan itu justru memungkinkannya memfokuskan sepenuh energi ke nomor ganda, di mana peluangnya lebih terbuka lebar.
Sejarah pertemuan antara keduanya di level senior belum pernah terjadi. Aldila lebih sering berpasangan dengan Asia Muhammad atau Miyu Kato sebelum bermitra dengan Routliffe sejak awal 2026. Tjen sendiri belum pernah menghadapi Aldila di turnamen profesional, menciptakan dinamika tak terduga di laga nanti.
Laga ini dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu atau Kamis waktu setempat, tergantung susunan jadwal di Court 12 atau Court 17. Pemenang akan berhadapan dengan pasangan yang lolos dari laga antara unggulan kesepuluh dan kualifikasian. Bagi tenis Indonesia, apapun hasilnya, kehadiran dua pasangan berwarna merah-putih di babak kedua grand slam sudah merupakan pencapaian yang layak diapresiasi.