Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, siap menjalani tantangan berat pada Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8). Ia akan memulai balapan dari posisi ke-16 dan berusaha menembus barisan depan untuk memperbaiki hasilnya di paruh kedua musim ini.
Balapan yang menjadi seri pembuka setelah libur musim panas ini akan disiarkan langsung melalui live streaming Vidio.com mulai pukul 20:30 WIB. Para penggemar balap motor di Indonesia dapat menyaksikan aksi Veda Ega secara langsung dari layar gawai masing-masing.
Start dari grid 16 bukanlah posisi ideal. Namun, Veda Ega punya catatan menarik ketika memulai balapan dari posisi yang tidak terlalu depan pada beberapa seri sebelumnya. Di Moto3 Spanyol di Sirkuit Jerez, ia start dari posisi ke-17 dan berhasil finis di urutan keenam. Hasil serupa juga terjadi di Moto3 Catalunya saat ia start dari posisi ke-21 dan akhirnya finis kedelapan. Sedangkan di Moto3 Italia, Veda Ega start dari posisi 13 dan kembali finis di urutan kedelapan.
Catatan tersebut menunjukkan konsistensi dan kemampuan bertarung Veda Ega saat berada di tengah kerumunan pembalap. Namun, Sirkuit Silverstone memiliki karakter yang berbeda. Tikungan cepat dan perubahan elevasi yang ekstrem menuntut keberanian serta strategi pengereman yang tepat. Memulai dari grid 16 akan membuatnya harus segera mencari celah untuk naik ke kelompok depan.
Perjalanan Veda Ega menuju balapan ini sebenarnya berjalan positif. Pada sesi free practice pertama (FP1), pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul itu menempati posisi keenam. Hasilnya kemudian meningkat signifikan saat sesi practice, di mana ia mampu menempati posisi ketiga. Hasil tersebut secara otomatis mengantarnya ke kualifikasi kedua (Q2), sehingga ia tidak perlu melalui sesi Q1.
Sayangnya, pada sesi kualifikasi yang menentukan, Veda Ega harus puas di posisi ke-16. Padahal, dengan hasil practice yang impresif, banyak pihak sempat berharap ia bisa menembus posisi lima besar. Namun, kondisi lintasan yang berubah dan tekanan di saat kualifikasi menjadi faktor yang membuatnya kehilangan beberapa posisi.
Nasib berbeda dialami pembalap asal Malaysia, Hakim Danish. Ia akan memulai balapan dari posisi kesembilan. Persaingan antar pembalap Asia Tenggara di kelas Moto3 tentu akan menjadi salah satu sorotan menarik bagi penggemar di kawasan ini.
Bagi penggemar balap motor Indonesia, aksi Veda Ega di Moto3 Inggris ini memiliki arti penting. Setiap seri yang dijalaninya adalah bukti nyata bahwa pembalap muda Indonesia mampu bersaing di kancah grand prix. Kehadirannya di grid Moto3 bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan sebagai pembalap yang kerap memperebutkan poin di posisi enam besar.
Konsistensi Veda Ega untuk finis di delapan besar bahkan saat start dari posisi belakang memberikan harapan besar. Ini menunjukkan bahwa mental dan strategi balapnya terus berkembang. Jika ia mampu menjaga performa seperti di Jerez atau Catalunya, peluang untuk meraih podium pertama kariernya di Moto3 bukanlah sesuatu yang mustahil.
Sirkuit Silverstone sendiri dikenal sebagai salah satu sirkuit tercepat di kalender MotoGP. Layout-nya yang panjang dan mengalir membuat slipstream menjadi faktor penting. Veda Ega bisa memanfaatkan hal ini untuk menyalip beberapa pembalap di lintasan lurus utama. Namun, ia juga harus berhati-hati di tikungan cepat seperti Copse dan Maggotts yang menuntut kepercayaan diri tinggi.
Balapan Moto3 Inggris 2026 akan menjadi ujian penting bagi Veda Ega untuk membuktikan bahwa hasil positif yang ia raih di awal musim bukanlah kebetulan. Dengan dukungan dari tim Honda Team Asia, ia berharap dapat memulai paruh kedua musim ini dengan hasil yang manis di Silverstone.
Setelah seri Inggris, kalender Moto3 akan segera berlanjut ke seri Austria di Red Bull Ring. Konsistensi poin di dua seri tersebut akan menentukan posisi akhir Veda Ega dalam klasemen yang masih terbuka lebar. Para penggemar tentu berharap pembalap muda Indonesia ini bisa terus bersaing di papan atas hingga akhir musim.