Jacob Bethell tampil sebagai pahlawan kemenangan Inggris saat mengalahkan India dengan empat wicket dalam pertandingan T20 kedua yang berlangsung sengit di Old Trafford, Sabtu. Kemenangan ini diraih Inggris setelah berhasil mengejar target 191 run dengan sisa satu over, di mana Bethell mencatatkan performa impresif dengan mencetak 76 run dari 46 bola tanpa tereliminasi.
Pertandingan ini menjadi sorotan dunia karena menandai debut resmi pemain muda sensasional India, Vaibhav Sooryavanshi. Di usianya yang baru menginjak 15 tahun 99 hari, ia memecahkan rekor legenda kriket Sachin Tendulkar sebagai pemain termuda yang pernah membela tim nasional India. Meskipun hanya mencetak 14 run dari 10 bola, kehadirannya di lapangan memberikan warna baru dan harapan besar bagi masa depan kriket India.
India memulai pertandingan dengan cukup solid, mencatatkan total 190-7 dalam 20 over. Ishan Kishan menjadi penyumbang run terbanyak dengan 49 run, sementara kapten Shreyas Iyer dan Abhishek Sharma memberikan kontribusi signifikan. Di sisi Inggris, Sam Curran tampil luar biasa dengan mencatatkan angka 3-33, yang merupakan performa terbaiknya di ajang T20 internasional saat bermain di tanah kelahirannya.
Awal laga sempat diwarnai ketegangan saat bowler India, Arshdeep Singh, berhasil menyingkirkan dua opener Inggris dengan skor nol dalam over pertama. Namun, kapten Inggris Harry Brook merespons dengan agresif sebelum akhirnya langkahnya dihentikan oleh Axar Patel. Momen krusial terjadi ketika Axar Patel mencatatkan wicket ke-100 miliknya untuk India, sebuah pencapaian personal yang membuktikan kualitasnya sebagai pemutar bola andalan.
Bethell menjadi penentu arah permainan setelah membangun kemitraan yang krusial dengan Tom Banton. Tekanan memuncak pada over ke-17 saat Bethell memanfaatkan dua bola no-ball dari Ravi Bishnoi untuk mencetak dua enam run beruntun, yang menghasilkan 29 run dalam satu over tersebut. Aksi ini secara efektif membalikkan momentum pertandingan dan memastikan Inggris tetap berada di jalur kemenangan.
Debut Sooryavanshi sendiri berakhir ketika ia mencoba melakukan serangan terhadap Will Jacks namun justru terjebak stumping oleh Jos Buttler. Meski kalah, penampilan perdana Sooryavanshi menunjukkan kematangan teknis yang luar biasa untuk pemain seusianya, terutama saat menghadapi bowler cepat seperti Jofra Archer. Pertandingan ini menegaskan perpaduan antara talenta muda yang menjanjikan dan dominasi pemain berpengalaman dalam kriket internasional modern.