Olahraga

Izaia Perese Kembali ke Reds, Bidik Tiket Piala Dunia 2027

Izaia Perese Kembali ke Reds, Bidik Tiket Piala Dunia 2027

Ringkasan

  • Mantan centre Wallabies Izaia Perese resmi kembali ke Queensland Reds dengan kontrak dua tahun, membuka peluang untuk berlaga di Piala Dunia Rugby 2027 di Australia.

Melbourne – Izaia Perese, pemain centre berusia 29 tahun, resmi menandatangani kontrak dua tahun bersama Queensland Reds. Kepulangannya ke tim Super Rugby Australia itu terjadi setelah ia mengakhiri masa baktinya di Leicester Tigers pada akhir musim 2025/2026. Perese sebelumnya pernah membela Reds pada periode 2016–2019 sebelum sempat mencoba peruntungan di rugby league bersama Brisbane Broncos.

Perjalanan kariernya penuh lika-liku. Setelah petualangan singkat di league, ia kembali ke rugby union dan bergabung dengan Leicester. Di Inggris ia tampil impresif, meskipun cedera sempat mengganggu. Kini ia kembali ke tempat di mana ia memulai karier Super Rugby, dan langsung memasang target tinggi: tampil di Piala Dunia 2027 yang akan digelar di Australia.

Perese tercatat mengoleksi tujuh caps untuk Wallabies, dengan penampilan terakhirnya pada Piala Dunia 2023 di Prancis. Saat itu Australia tersingkir di fase grup. Ia dikenal sebagai centre bertipe fisik, kuat dalam bertahan dan menyerang. Kehadirannya diharapkan bisa menambah opsi bagi pelatih Les Kiss dalam membangun skuat menuju Piala Dunia.

Salah satu faktor yang bisa membuka jalan bagi Perese adalah performa Joseph Suaalii yang belum sesuai ekspektasi. Suaalii direkrut dengan kontrak besar A$5 juta dari NRL, tetapi penampilannya di posisi outside centre masih di bawah standar. Ini menjadi peluang bagi Perese untuk mengisi kekosongan di sektor tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Perese mengaku senang bisa kembali ke Queensland. "Ini waktu yang menyenangkan untuk rugby Australia secara keseluruhan. Piala Dunia tahun depan jelas menjadi target, tapi yang utama adalah bermain baik di sini untuk Reds," katanya. Ia menambahkan bahwa bermain untuk negara adalah puncak karier, dan ia akan memberikan yang terbaik untuk Queensland.

Bagi perkembangan rugby di Indonesia, berita ini bisa menjadi inspirasi. Meski rugby belum menjadi olahraga arus utama di Tanah Air, animo masyarakat mulai tumbuh. Kehadiran atlet seperti Perese yang berani pindah kode olahraga dan kembali menunjukkan bahwa rugby Australia terbuka bagi pemain dari berbagai latar belakang.

Di Indonesia, Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) terus mengembangkan pemain muda. Beberapa pemain Indonesia sempat menjalani trial di klub-klub Australia. Kesuksesan Perese bisa menjadi contoh bahwa kerja keras dan dedikasi bisa mengantarkan pemain ke panggung tertinggi.

Namun jalan Perese menuju Piala Dunia tidak mudah. Ia harus bersaing dengan pemain lain seperti Hunter Paisami, Lalakai Foketi, dan bintang muda yang bermain di luar negeri. Manajemen waktu dan kebugarannya menjadi kunci utama.

Di sisi lain, kembalinya Perese ke Super Rugby juga memberi dampak positif bagi kompetisi. Super Rugby mengalami penurunan pamor dibanding era kejayaannya. Kedatangan pemain yang punya pengalaman Eropa bisa meningkatkan kualitas pertandingan secara keseluruhan.

Proyeksi ke depan, jika Perese mampu konsisten tampil bagus bersama Reds, bukan tidak mungkin ia menjadi andalan Wallabies di Piala Dunia 2027. Dengan dukungan publik Queensland, ia memiliki motivasi ekstra untuk membuktikan bahwa kemampuannya masih layak bersaing di level internasional.

Rugby Australia sendiri sedang dalam fase transisi setelah kegagalan di Piala Dunia 2023. Penunjukan Les Kiss sebagai pelatih kepala menjadi awal baru. Pemain seperti Perese diharapkan bisa menjadi bagian dari regenerasi yang membawa Australia kembali ke papan atas.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menunjukkan dinamika perpindahan pemain antara kode rugbi dan perjuangan atlet untuk kembali ke panggung tertinggi. Bagi penggemar rugbi di Indonesia, kisah Perese menjadi pelajaran tentang ketangguhan mental dan pentingnya pengembangan kompetisi domestik. Implikasi ke depan, kesuksesan pemain seperti Perese bisa membuka mata publik Indonesia bahwa rugbi adalah olahraga yang menawarkan karier profesional, sekaligus mendorong regenerasi atlet Tanah Air.

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "Izaia Perese Kembali ke Reds, Bidik Tiket Piala Dunia 2027"?

Mantan centre Wallabies Izaia Perese resmi kembali ke Queensland Reds dengan kontrak dua tahun, membuka peluang untuk berlaga di Piala Dunia Rugby 2027 di Australia.

Mengapa Olahraga ini penting?

Berita ini menunjukkan dinamika perpindahan pemain antara kode rugbi dan perjuangan atlet untuk kembali ke panggung tertinggi. Bagi penggemar rugbi di Indonesia, kisah Perese menjadi pelajaran tentang ketangguhan mental dan pentingnya pengembangan kompetisi domestik. Implikasi ke depan, kesuksesan pemain seperti Perese bisa membuka mata publik Indonesia bahwa rugbi adalah olahraga yang menawarkan

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
20 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit