Pembalap asal Meksiko, Isaac del Toro, mencatatkan prestasi gemilang dengan menjuarai etape kedua Tour de France 2026. Dalam balapan yang berlangsung sengit di Montjuïc, Barcelona, pada Minggu (5/7), Del Toro tampil sebagai yang tercepat pada finis menanjak, sekaligus membawa timnya, UAE Emirates-XRG, mengamankan posisi satu-dua bersama rekan setimnya, Tadej Pogacar.
Kemenangan ini menjadi sangat emosional bagi sang pembalap. Del Toro menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim yang luar biasa. Ia mengaku masih sulit mempercayai pencapaiannya tersebut, terutama karena kesempatan untuk memenangi etape di ajang bergengsi seperti Tour de France merupakan momen langka yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Strategi yang diterapkan UAE Emirates-XRG terbukti sangat efektif. Del Toro berhasil melesat melewati Mattias Skjelmose dari tim Lidl-Trek pada 700 meter terakhir yang menanjak. Sementara itu, Tadej Pogacar berperan krusial dengan mengendalikan pergerakan pesaing utama di belakang, memastikan posisi finis satu-dua untuk timnya. Ini menjadi kali pertama bagi UAE Emirates-XRG mendominasi dua posisi teratas dalam satu etape Tour de France.
Di posisi ketiga, Remco Evenepoel dari Red Bull-Bora-Hansgrohe berhasil menyelesaikan balapan, disusul oleh Jonas Vingegaard di posisi keempat. Meskipun finis di posisi keempat, Vingegaard dari Visma-Lease a Bike tetap berhak mengenakan kaus kuning sebagai pemimpin klasemen umum, dengan keunggulan enam detik atas Pogacar.
Bagi Meksiko, kemenangan ini sangat bersejarah karena Del Toro menjadi pembalap Meksiko kedua yang berhasil memenangi etape Tour de France setelah Raul Alcala. Alcala sebelumnya mencatatkan dua kemenangan etape pada tahun 1989 dan 1990. Pencapaian ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pembalap muda dari Amerika Latin untuk bersaing di level tertinggi balap sepeda dunia.
Etape kedua sejauh 168,5 kilometer ini menantang para pembalap dengan total elevasi mencapai 2.500 meter. Penentuan pemenang terjadi di sirkuit penutup sepanjang 12,2 kilometer yang mencakup tiga kali pendakian Côte du Château de Montjuïc dengan kemiringan rata-rata 9,3 persen. Agresivitas balapan terlihat sejak awal melalui serangan dari berbagai pembalap, namun kontrol ketat dari tim besar memastikan persaingan memuncak di kilometer-kilometer terakhir.