Olahraga

International Swimming League Lunasi Tunggakan Hadiah 2021 dan Siapkan Rencana Comeback

International Swimming League Lunasi Tunggakan Hadiah 2021 dan Siapkan Rencana Comeback

Ringkasan

  • International Swimming League (ISL) akan melunasi tunggakan hadiah 2021 kepada 300 lebih atlet dan merencanakan comeback pada 2026.

International Swimming League (ISL) akhirnya mengambil langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan komunitas renang dunia. Komisaris ISL, Ben Allen, mengumumkan bahwa liga renang profesional tersebut akan segera melunasi tunggakan hadiah uang musim 2021 kepada lebih dari 300 atlet yang sempat tertunda selama beberapa tahun.

Total dana yang akan disalurkan mencapai lebih dari 7 juta dolar AS. Dana ini ditujukan bagi sekitar 312 atlet, termasuk nama-nama besar di dunia renang seperti peraih medali emas Olimpiade Ryan Murphy, Sarah Sjostrom, dan Summer McIntosh. Pihak liga telah mulai mengirimkan pemberitahuan resmi kepada para atlet terkait skema pembayaran ini.

Sistem pembayaran akan dilakukan dalam empat tahap, dengan masing-masing angsuran sebesar 25 persen. Tahap pertama dijadwalkan cair pada akhir tahun ini, sementara sisanya akan dibayarkan secara tahunan. Meski demikian, pihak ISL berkomitmen untuk mempercepat proses tersebut jika kondisi keuangan memungkinkan. Kendala teknis perbankan sempat dilaporkan dialami oleh beberapa atlet asal Rusia, sehingga proses pencairan bagi mereka akan memakan waktu lebih lama.

Ben Allen mengakui bahwa penundaan ini dipicu oleh rangkaian tantangan global yang berat, mulai dari dampak pandemi COVID-19 hingga situasi geopolitik di Eropa. Dana yang dibayarkan merupakan kewajiban murni atas performa atlet, di luar pembayaran solidaritas yang sebelumnya sudah diselesaikan. Allen menegaskan bahwa komitmen ini berlaku bagi semua atlet, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, tanpa ada potongan sedikit pun.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa ISL serius untuk kembali ke kancah kompetisi renang internasional. Setelah tidak mengadakan musim sejak 2021, liga ini kini mulai menyusun rencana kebangkitan. Dukungan dari para pemodal awal, termasuk pendiri liga Konstantin Grigorishin, disebut masih tetap solid untuk mendukung keberlangsungan organisasi ini ke depannya.

Selain pelunasan utang, ISL juga menatap masa depan dengan optimisme setelah memenangkan sengketa hukum melawan World Aquatics di pengadilan federal Amerika Serikat. Kemenangan ini diharapkan mampu memperbaiki prospek komersial liga. ISL kini menjajaki kemungkinan untuk menyelenggarakan ajang pembuka pada 2026, yang akan diikuti dengan rencana comeback penuh pada 2027 melalui model kompetisi berbasis tim yang lebih terorganisir.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti pentingnya tata kelola keuangan dan profesionalisme dalam industri olahraga global agar keberlanjutan liga tetap terjaga. Bagi industri olahraga di Indonesia, kasus ini menjadi pelajaran krusial mengenai urgensi kontrak yang transparan dan manajemen risiko finansial dalam menghadapi krisis global.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
5 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit