Sepakbola

Inter Milan Taklukkan Manchester City di Adu Penalti Hong Kong

Ringkasan

  • Inter Milan mengalahkan Manchester City 3-1 lewat adu penalti usai imbang 1-1 di laga pramusim di Kai Tak Sports Park, Hong Kong, Sabtu (1/8/2026) malam WIB.

Inter Milan meraih kemenangan moral di awal pramusim usai mengalahkan Manchester City melalui drama adu penalti di Hong Kong. Kedua tim bermain imbang 1-1 setelah 90 menit, namun ketidakberhasilan tiga penendang pertama The Citizens membuka peluang bagi Nerazzurri untuk menuntaskan laga dengan skor 3-1 dari titik putih.

Pertandingan yang digelar di Kai Tak Sports Park menyajikan intensitas tinggi meski hanya bertajuk uji coba. Manchester City terbang duluan pada menit ke-14 lewat Divin Mubama yang menyelesaikan aksi Antoine Semenyo dari sayap kiri. Inter tidak lama menunggu balasan. Enam menit kemudian, Benjamin Pavard menyamakan kedudukan setelah mengonversi umpan tarik Federico Dimarco dari kerumunan di kotak penalti.

Babak kedua berwarna dominasi City. Pep Guardiola menggerakkan susunan yang kaya akan bakat muda seperti Ryan McAidoo yang sempat mengguncang tiang gawang. Namun, ketahanan pertahanan Inter yang dipimpin Yann Bisseck dan Josep Martinez di bawah mistar berhasil mengunci skor hingga wasit berteri panjang.

Drama benar-benar dimulai di seri penalti. Ketiga penendang awal City — detail nama tidak diumumkan resmi — gagal menembus gawang Martinez. Di sisi lain, Inter mengeksekusi dengan dingin melalui tiga penendang pertama mereka. Kemenangan ini memberikan momentum psikologis bagi tim Simone Inzaghi sebelum memasuki kompetisi resmi.

Laga ini menjadi pertemuan ulang kedua raksasa Eropa setelah final Liga Champions 2023 di Istanbul di mana City menang 1-0. Perbedaan konteks kali ini jelas: keduanya masih dalam tahap pembentukan fisik dan taktikal. City kehilangan Kevin De Bruyne, Erling Haaland, dan Rodri yang diberi cuti panjang pasca Euro 2024, sedangkan Inter juga menunggu kembalinya Lautaro Martinez dan Hakan Calhanoglu.

Susunan pemain yang dicatat menunjukkan eksperimen besar dari kedua pelatih. Guardiola mempercayakan Gianluigi Donnarumma di gawang, sementara Rico Lewis, Abdukodir Khusanov, dan Joel Gvardiol menyusun garis belakang. Di tengah, Mateo Kovacic dan Tijjani Reijnders bermitra di bawah Phil Foden dan Antoine Semenyo. Inzaghi menjawab dengan Josep Martinez, Federico Dimarco, Benjamin Pavard, dan Yann Bisseck di lini belakang, didukung Nicola Zalewski, Kristjan Asllani, dan Henrikh Mkhitaryan di tengah.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menawarkan gambaran awal bagaimana dinamika transfer dan rotasi squad mempengaruhi keseimbangan kekuatan di awal musim. Kedatangan Reijnders dari AC Milan ke City menambah warna derbi Italia di Premier League, sementara Inter mempertahankan kerangka tim yang mengantarkan mereka ke final Champions dua musim lalu.

Secara komersial, penyelenggaraan laga di Hong Kong menegaskan daya tarik pasar Asia bagi klub-klub elit Eropa. Taiwan, Singapura, dan Indonesia sendiri menjadi pasar TV dan streaming strategis. Tayangan laga ini di platform beIN Sports dan Mola TV menunjukkan permintaan konten sepak bola Eropa tetap tinggi di wilayah ini meski zona waktu tidak selalu ramah.

Dari sisi taktis, Inzaghi tampak mencoba variasi 3-5-2 dengan Dimarco dan Denzel Dumfries (yang tidak bermain) sebagai sayap serbu. Pavard yang bergabung dari Bayern Munich musim lalu menunjukkan adaptasi baik sebagai bek tengah kanan dalam sistem tiga bek. City sendiri mencoba transisi pasca era De Bruyne dengan Reijnders sebagai playmaker dalam — peran yang masih butuh waktu untuk matang.

Kemenangan lewat adu penalti meski hanya pramusim memberikan data berharga untuk tim analisis performa. Tingkat konversi penalti, komposisi tubuh penendang, dan respons kiper di bawah tekanan menjadi metrik yang akan diolah sebelum liga bergulir. Martinez, kiper Argentina yang baru bergabung dari Genoa, lulus uji coba pertama dengan mencatat satu penyelamatan penalti.

Ke depan, Inter akan terbang ke Singapura untuk menghadapi Al-Ittihad pada 5 Agustus, sementara City akan bertemu Real Madrid di Pittsburgh, AS, pada 3 Agustus (waktu setempat). Kedua laga tersebut akan menjadi uji nyata fisik dan taktis sebelum pembukaan Serie A dan Premier League minggu depan. Kesehatan squad dan integrasi pemain baru akan menentukan arah musim masing-masing klub.

Mengapa Ini Penting

Kemenangan Inter lewat adu penalti meski hanya pramusim memberikan sinyal psikologis penting bagi tim Simone Inzaghi yang akan mempertahankan gelar Serie A. Bagi Manchester City, kegagalan tiga penendang pertama menyingkap kerentanan mental tim muda pasca era De Bruyne-Haaland. Penyelenggaraan di Hong Kong juga menegaskan strategi ekspansi komersial klub Eropa ke pasar Asia, termasuk Indonesia, di mana jam tayang malam WIB justru menguntungkan penonton lokal. Integrasi Tijjani Reijnders di City dan Benjamin Pavard di Inter menjadi narasi taktis yang patut dipantau sepanjang musim.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
1 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit