Inggris berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final Piala Dunia setelah meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Meksiko di Estadio Azteca. Meski harus bermain dengan 10 orang di babak kedua akibat kartu merah yang diterima Jarell Quansah, skuad asuhan Thomas Tuchel mampu menahan gempuran tuan rumah hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini sekaligus menjaga asa The Three Lions untuk meraih gelar juara turnamen besar pertama mereka dalam enam dekade terakhir.
Jude Bellingham menjadi bintang utama dalam pertandingan ini dengan mencetak dua gol krusial hanya dalam waktu 98 detik di babak pertama. Kontribusi Bellingham terbukti krusial dalam meredam agresivitas Meksiko yang didukung oleh lebih dari 80.000 penonton di stadion. Selain Bellingham, Harry Kane juga menyumbangkan satu gol melalui eksekusi penalti, yang memastikan Inggris tetap unggul meski berada di bawah tekanan fisik akibat ketinggian lokasi pertandingan.
Meksiko sempat memberikan perlawanan sengit melalui gol yang dicetak oleh Julian Quinones dan Raul Jimenez. Tim tuan rumah mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Quansah diusir keluar lapangan, namun pertahanan Inggris yang dipimpin oleh Jordan Pickford tampil solid. Penyelamatan krusial Pickford dan disiplin taktis dari lini belakang Inggris menjadi kunci keberhasilan mereka mempertahankan keunggulan tipis hingga akhir laga.
Pertandingan ini sempat diwarnai oleh drama di luar lapangan, termasuk penundaan selama satu jam akibat badai petir dan hujan lebat yang mengguyur Mexico City. Kondisi lapangan yang basah tidak menyurutkan semangat kedua tim untuk menampilkan permainan menyerang sejak menit awal. Bagi Inggris, kemenangan di Azteca ini memiliki makna emosional tersendiri, mengingat sejarah pahit kekalahan mereka di stadion yang sama pada perempat final Piala Dunia 1986.
Keputusan taktis Thomas Tuchel dalam merotasi pemain, termasuk memasang Quansah di posisi bek kanan, sempat menuai kritik. Namun, performa individu yang cemerlang dari pemain seperti Bukaju Saka dan Anthony Gordon dalam membantu serangan terbukti mampu menutupi celah tersebut. Inggris kini dijadwalkan untuk menghadapi Norwegia yang diperkuat oleh Erling Haaland di babak perempat final, sebuah laga yang diprediksi akan menjadi ujian berat bagi lini pertahanan The Three Lions.
Keberhasilan ini membuktikan mentalitas baja timnas Inggris di bawah asuhan Tuchel, terutama dalam menghadapi tekanan atmosfer stadion yang memihak lawan. Dengan absennya Quansah di laga berikutnya, Tuchel kini dihadapkan pada tantangan untuk mencari komposisi pemain yang lebih seimbang. Kemenangan ini bukan sekadar lolos ke babak selanjutnya, melainkan pernyataan bahwa Inggris tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia tahun ini.