Timnas Inggris mengakhiri penantian panjang dengan merebut posisi ketiga Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Prancis 6-4 di Miami Stadium, Minggu (19/7) dini hari WIB. Kemenangan tersebut menjadi medali perunggu pertama The Three Lions dalam sejarah partisipasi mereka di pentas sepak bola tertinggi dunia.
Laga perebutan tempat ketiga mempertemukan dua raksasa Eropa yang sama-sama gagal melangkah ke final. Inggris langsung tancap gas sejak wasit meniup peluit awal. Declan Rice, Ezri Konsa, dan Bukayo Saka yang mencetak dua gol membawa tim tamu unggul telak di babak pertama.
Prancis tidak menyerah begitu saja. Di babak kedua, Kylian Mbappe membalas dengan dua gol, disusul brace Bradley Barcola dan Ousmane Dembele. Namun, Saka mengunci kemenangan lewat eksekusi penalti dan Jude Bellingham menambah satu gol untuk menutup pesta dengan skor 6-4.
Prestasi ini sekaligus menorehkan catatan terbaik Inggris sejak mereka menjadi juara dunia pada 1966. Selama enam dekade, generasi pemain Inggris berganti namun selalu gagal menembus tiga besar. Keberhasilan di Miami mengakhiri dahaga tersebut dan memberi legitimasi baru bagi Federasi Sepak Bola Inggris.
Secara historis, Jerman masih menjadi penguasa medali perunggu Piala Dunia dengan empat kali naik podium, termasuk saat masih bernama Jerman Barat pada 1970. Brasil, Prancis, Swedia, Polandia, dan Kroasia masing-masing mengoleksi dua perunggu. Sisanya tersebar pada Amerika Serikat, Austria, Chile, Portugal, Italia, Turki, Belanda, Belgia, dan kini Inggris.
Bagi pecinta sepak bola di Indonesia, hasil ini menambah panjang daftar negara Eropa yang mendominasi papan atas kompetisi global. Timnas Indonesia sendiri belum pernah lolos ke putaran final Piala Dunia era modern. Pencapaian Inggris bisa menjadi motivasi bahwa investasi usia dini dan konsistensi sistem kompetisi membuahkan hasil.
Industri siaran olahraga tanah air turut merasakan dampaknya. Laga perebutan tempat ketiga dengan skor tinggi seperti ini menarik minat penonton yang selama ini hanya fokus pada final. Platform streaming dan operator telekomunikasi lokal berpotensi menaikkan paket bundling pertandingan internasional menyusul tingginya engagement.
Kutipan resmi dari akun FIFA World Cup menyebut Inggris sebagai pemenang perebutan perunggu edisi 2026. Pengakuan tersebut menjadi validasi bahwa Tim Tiga Singa layak berada di jajaran elite sepak bola dunia masa kini.
Dari sisi teknis, dominasi Inggris di babak pertama menunjukkan persiapan taktikal yang matang dari pelatih mereka. Saka yang jadi bintang dengan hat-trick memperlihatkan bahwa winger muda Inggris sudah berada di level elite global, sekaligus menambah daftar pemain premium Premier League yang bersinar di turnamen.
Ke depan, Inggris diproyeksikan menjadi kandidat kuat untuk Piala Dunia berikutnya. Materi pemain yang masih relatif muda seperti Bellingham dan Saka memberi fondasi tim untuk minimal mempertahankan level tiga besar. Prancis, kendati kalah, tetap berbahaya dengan Mbappe yang masih produktif.
Tren laga peringkat ketiga yang sarat gol juga diprediksi berlanjut. Format kompetisi yang menuntut recovery cepat membuat tim yang kalah di semifinal kerap bermain terbuka. Hal ini menguntungkan penonton dan menjaga nilai komersial pertandingan peringkat ketiga di era siaran digital.