Olahraga

Inggris Hentikan Rekor Mengerikan Haaland: 636 Hari Tanpa Gol di Laga Kompetitif

Ringkasan

  • Inggris mengakhiri strek 636 hari Erling Haaland mencetak gol di setiap laga kompetitif usai menang 2-1 atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026.
  • Jude Bellingham jadi pahlawan dengan brace, termasuk gol kemenangan menit ke-93.

MIAMI — Timnas Inggris berhasil meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Norwegia di babak perempat final Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Minggu (12/7) dini hari WIB. Kemenangan tersebut tidak hanya mengantarkan Three Lions ke semifinal, tetapi juga menandai berakhirnya strek mengerikan Erling Haaland yang telah mencetak gol di setiap laga kompetitif selama 636 hari.

Berdasarkan data Opta, kegagalan striker Manchester City menemukan lubang gawang menjadi yang pertama sejak Norwegia takluk 1-5 dari Austria di fase grup UEFA Nations League pada 13 Oktober 2024. Selama periode tersebut, Haaland mencetak gol di 42 laga berturut-turut untuk klub dan negara, rekor yang menempatkannya di kancah tertinggi sejarah sepak bola modern.

Laga di Miami berlangsung intens sejak menit pertama. Norwegia sempat unggul lebih dulu melalui Andreas Schjeldrup pada menit ke-36 setelah sfransipasi pertahanan Inggris yang terlalu tinggi. Namun, respons Gareth Southgate tidak lama menunggu. Jude Bellingham, yang kini berstatus sebagai bintang paling berpengaruh di skuad Inggris, menyamakan kedudukan pada menit ke-45+2 dengan finishing dingin di dalam kotak penalti setelah assist memukau Phil Foden.

Babak kedua menyajikan drama yang tidak kalah sengit. Norwegia mendesak ke depan dengan Haaland sebagai titik tumbal utama, namun pertahanan Inggris yang dipimpin John Stones dan Marc Guehi berhasil menutupi ruang gerak striker berusia 25 tahun tersebut. Harry Kane dan Bukayo Saka juga turun membantu di fase defensif, menciptakan sistem pressing yang efektif melumpuhkan transisi serangan Skandinavia.

Kemenangan akhirnya tertutup pada menit ke-93 ketika Bellingham mencetak brace-nya dengan header kuat dari sudut tendangan Trent Alexander-Arnold. Gol tersebut tidak hanya mengakhiri harapan Norwegia, tetapi juga mengakhiri peluang Haaland mengejar puncak top skor Piala Dunia 2026 yang saat ini diduduki Kylian Mbappe (Prancis) dan Lionel Messi (Argentina) dengan masing-masing delapan gol. Haaland terjebak di angka tujuh gol, kini dikejar dekat oleh Kane dan Bellingham yang sama-sama mengoleksi enam gol.

Dari sudut pandang taktis, keberhasilan Inggris mengekang Haaland layak dijadikan studi kasus. Southgate menerapkan pendekatan hybrid: man-to-man assignment untuk Declan Rice yang menempel ketat pada Haaland, didukung zona coverage dari Stones dan Guehi yang memotong jalur umpan silang. Data tracking menunjukkan Haaland hanya menyentuh bola 23 kali sepanjang laga, dengan nol tembakan ke gawang — statistik terendah karir internasionalnya sejak debut 2019.

Kegagalan Haaland mencetak gol juga menimbulkan pertanyaan mengenai ketergantungan Norwegia pada satu individu. Ståle Solbakken tampak kehabisan variasi saat rencana A tidak berfungsi. Martin Ødegaard, yang seharusnya menjadi playmaker kreatif, terisolasi di tengah tekanan tinggi Inggris. Tanpa Haaland sebagai outlet, serangan Norwegia menjadi terprediksi dan mudah dibaca oleh pertahanan lawan.

Bagi Inggris, kemenangan ini menegaskan status mereka sebagai favorit utama gelar. Bellingham dengan dua gol vital membuktikan kemampuannya tampil di panggung terbesar, sementara Kane meski tidak mencetak gol berkontribusi besar dalam fase build-up. Three Lions akan menghadapi pemenang Argentina vs Swiss di semifinal, dengan momentum psikologis yang sangat menguntungkan setelah menghentikan machine gol paling menakutkan di turnamen ini.

Mengapa Ini Penting

Kemenangan Inggris atas Norwegia bukan sekadar lolos semifinal, melainkan momen sejarah yang mengubah narasi dominasi Haaland. Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mayoritas mengikuti Liga Inggris, performa Bellingham vs Haaland menjadi pertarungan naratif menarik: bintang muda Real Madrid vs machine gol Manchester City. Hasil ini juga mempengaruhi pasar taruhan dan fantasy football lokal yang sangat populer di kalangan milenial Indonesia. Jangka panjang, kegagalan Haaland di panggung besar memperkuat argumen bahwa sepak bola modern tetap butuh sistem tim, bukan hanya brilian individu.

Sumber Asli
CNN Indonesia
Tanggal
12 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit