Olahraga

Infantino Buka Peluang Piala Dunia 64 Tim

Ringkasan

  • Presiden FIFA Gianni Infantino mengisyaratkan bahwa Piala Dunia dapat diperluas menjadi 64 tim setelah edisi 2026, dengan alasan bahwa kesuksesan format 48 tim baru-baru ini membuktikan bahwa lebih banyak negara siap untuk bersaing.
  • Meskipun menghadapi tentangan dari UEFA, AFC, dan CONCACAF karena masalah logistik dan kualifikasi, perdebatan ini membuka peluang baru bagi negara-negara seperti Indonesia dan meningkatkan pendapatan sepak bola secara global.

Gianni Infantino membuka kembali wacana perluasan Piala Dunia dari format 48 tim yang akan diterapkan pada turnamen 2026, dengan menyatakan bahwa event tersebut harus "untuk seluruh dunia". Dalam sebuah wawancara dengan Blue Sport Swiss, presiden FIFA tersebut mengindikasikan bahwa badan dunia tersebut akan mempelajari kelayakan format 64 tim setelah Piala Dunia 2026 selesai, dengan alasan bahwa kesuksesan turnamen 48 tim terbaru membuktikan bahwa lebih banyak negara kini mampu bersaing di tingkat tertinggi.

Rencana perluasan ini bermula dari proposal yang diajukan oleh konfederasi Amerika Selatan Conmebol pada April 2025, yang secara resmi mengusulkan agar edisi 2030 diperluas menjadi 64 tim. Meskipun tidak ada keputusan yang diambil, ide ini telah memicu perdebatan sengit di kalangan otoritas sepak bola. Infantino menekankan bahwa perluasan ini akan memberikan kesempatan kepada hampir sepertiga dari 211 asosiasi anggota FIFA untuk bermimpi tampil di turnamen utama, dengan mencatat peningkatan signifikan dalam kualitas tim di seluruh benua, terutama di Afrika, di mana sembilan dari sepuluh tim berhasil lolos ke babak 16 besar pada Piala Dunia 2022.

Namun, tidak semua orang setuju. Presiden UEFA Aleksander Čeferin dan kepala AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa telah menyatakan bahwa perluasan lebih lanjut akan menciptakan "kekacauan" dalam hal logistik dan proses kualifikasi. Demikian pula, presiden Concacaf Victor Montagliani memperingatkan bahwa hal ini akan merugikan "ekosistem sepak bola secara keseluruhan". Kekhawatiran ini mencerminkan tantangan yang semakin meningkat dalam menjadi tuan rumah turnamen dengan skala yang lebih besar, seperti yang terlihat pada pendekatan multi-negara yang digunakan pada edisi 2030 (Maroko, Portugal, Spanyol, ditambah Argentina, Paraguay, dan Uruguay untuk pertandingan pembuka) dan spekulasi tentang kemampuan Arab Saudi untuk menjadi tuan rumah 128 pertandingan pada tahun 2034.

Di tengah perdebatan ini, Amerika Serikat, melalui eksekutif tugas khusus Piala Dunia Gedung Putih Andrew Giuliani, telah mengisyaratkan kesediaan untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah pada tahun 2038 dan menyatakan bahwa negara tersebut dapat "mengatasi" format 64 tim. Posisi resmi FIFA tetap bahwa perluasan akan dibahas dengan para pemangku kepentingan, dan dewan FIFA akan membuat keputusan akhir, meskipun tidak ada indikasi bahwa hal ini akan terjadi dalam waktu dekat.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, prospek Piala Dunia 64 tim menawarkan peluang ganda. Pertama, hal ini memperkuat narasi bahwa lebih banyak negara, termasuk tim-tim dari Asia, memiliki jalur untuk bersaing di tingkat tertinggi, yang dapat memotivasi investasi yang lebih besar dalam pengembangan pemuda dan infrastruktur di sini. Kedua, perluasan ini dapat meningkatkan minat dan basis penggemar secara keseluruhan, yang berpotensi meningkatkan popularitas olahraga di antara generasi muda Indonesia dan mendorong lebih banyak investasi komersial dalam sepak bola lokal.

Dari sudut pandang industri, perluasan ini menjanjikan peningkatan pendapatan yang lebih besar melalui hak siar, sponsor, dan pariwisata, yang dapat menguntungkan asosiasi sepak bola nasional dan liga domestik. Namun, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan antara kuantitas dan kualitas, karena lebih banyak tim mungkin berarti lebih sedikit pertandingan untuk tim-tim yang sudah mapan dan menantang daya tarik keseluruhan dari turnamen tersebut. Seiring dengan perkembangan perdebatan ini, dampak di lapangan—baik di meja perundingan maupun di lapangan—akan menentukan arah sepak bola global di dekade mendatang.

Secara keseluruhan, sikap Infantino menunjukkan bahwa FIFA sedang mempertimbangkan kembali struktur turnamen ikoniknya, dengan keseimbangan antara inklusivitas dan kelayakan. Bagi Indonesia, hal ini mewakili momen untuk bermimpi lebih besar, berinvestasi lebih banyak, dan menyaksikan lebih banyak bakat Asia bersinar di panggung dunia.

Mengapa Ini Penting

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, prospek Piala Dunia 64 tim meningkatkan harapan bahwa lebih banyak negara Asia dapat lolos ke turnamen tersebut, yang dapat menginspirasi investasi yang lebih besar dalam pengembangan pemain muda dan meningkatkan basis penggemar di dalam negeri. Dari sudut pandang industri, perluasan ini menjanjikan peningkatan pendapatan yang lebih besar melalui hak siar dan sponsor, yang dapat menguntungkan liga dan asosiasi lokal. Namun, tantangan logistik dan kualifikasi yang diangkat oleh konfederasi terkemuka menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan jangka panjang dari perluasan tersebut, yang membuat para pengambil keputusan di Indonesia harus mempertimbangkan keseimbangan antara manfaat dan beban yang ditimbulkannya.

Sumber Asli
BBC Sport
Tanggal
12 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit