Jakarta resmi terpilih sebagai tuan rumah perhelatan olahraga padel berskala internasional, yakni FIP Bronze-Promises Jakarta 2026. Kompetisi bergengsi yang berada di bawah naungan International Padel Federation (FIP) ini dijadwalkan berlangsung di Rana Grounds, Mampang, Jakarta Selatan, pada 6 hingga 12 Juli 2026 mendatang. Kepercayaan internasional ini menjadi tonggak sejarah penting bagi perkembangan olahraga padel di Indonesia yang kian populer.
Ketua Hubungan Internasional Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), Maximiliano Velasco Baratawidjaja, mengungkapkan bahwa ajang ini akan menghadirkan 510 peserta dari 31 negara, mencakup atlet dari benua Asia hingga Eropa. Turnamen ini menjadi yang terbesar yang pernah diselenggarakan di Indonesia karena menggabungkan dua kategori sekaligus, yakni FIP Bronze untuk atlet dewasa dan FIP Promises untuk kelompok umur junior (KU 12, 14, 16, dan 18).
Sifat turnamen yang terbuka (open) memungkinkan siapa saja untuk berpartisipasi, baik kategori putra maupun putri. Menurut Maximiliano, yang juga bertindak sebagai Tournament Director FIP Competitions di Indonesia, partisipasi dalam turnamen ini sangat krusial bagi atlet untuk mengumpulkan poin FIP. Poin tersebut nantinya akan digunakan untuk meningkatkan peringkat dunia, yang menjadi tiket bagi atlet untuk mengikuti turnamen dengan level yang lebih tinggi serta mendapatkan status unggulan (seeded player).
Bagi atlet nasional, turnamen ini menjadi instrumen strategis bagi PBPI dalam memantau bakat-bakat muda yang potensial untuk memperkuat tim nasional di masa depan. Selain itu, peringkat FIP yang diperoleh akan memudahkan klub serta pengurus daerah dalam mengidentifikasi pemain berbakat, yang nantinya akan mempermudah atlet dalam mencari dukungan sponsor untuk menunjang program latihan dan partisipasi di turnamen internasional lainnya.
Jadwal pertandingan akan dimulai dengan babak kualifikasi untuk sektor dewasa pada 8 Juli, diikuti oleh kategori junior pada 9 Juli. Pertandingan akan terus berlanjut hingga babak utama pada 10 Juli, perempat final pada 11 Juli, dan ditutup dengan laga puncak semifinal serta final pada 12 Juli. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya atlet dari berbagai negara seperti Spanyol, Meksiko, Argentina, dan Kazakhstan yang telah mendaftarkan diri.
PBPI berharap penyelenggaraan turnamen internasional ini mampu memberikan dampak positif bagi ekosistem padel di Tanah Air. Pengalaman bertanding melawan atlet kelas dunia diharapkan dapat meningkatkan standar kualitas atlet lokal, sekaligus memajukan industri olahraga padel di Indonesia agar lebih kompetitif di kancah global sesuai dengan peta jalan yang dicanangkan pemerintah.