Sepakbola

India Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Pilih Lawan Brasil di Kandang

Ringkasan

  • Federasi Sepakbola India (AIFF) resmi menarik diri dari FIFA ASEAN Cup 2026 untuk memprioritaskan uji coba lawan Brasil pada 4 Oktober di Kolkata.

Federasi Sepakbola India (AIFF) mengonfirmasi penarikan diri dari gelaran perdana FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan digelar di Indonesia. Keputusan itu diambil demi mengakomodir jadwal uji coba internasional lawan Brasil pada 4 Oktober mendatang di Stadion Salt Lake, Kolkata. Pertemuan dengan tim Samba itu jatuh tepat di dalam jendela FIFA Matchday September–Oktober, sehingga membuat India tidak bisa berpartisipasi di turnamen regional.

Presiden AIFF Kalyan Chaubey menegaskan bahwa komitmen dengan Konfederasi Sepakbola Brasil (CBF) sudah terikat sebelumnya. Ia mengungkapkan FIFA memahami alasan teknis di balik keputusan ini, terutama batasan hanya boleh memainkan empat laga dalam satu jendela internasional. "Kami sudah menginformasikan FIFA dan mereka memahami kenapa kami mengambil keputusan ini," ujar Chaubey kepada India Times.

India semula dikabarkan akan menurunkan tim lapis kedua untuk mengisi Grup A Premier Division bersama tuan rumah Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Namun, setelah evaluasi internal, AIFF memutuskan mundur total. Kehadiran Brasil dinilai memberikan nilai jual dan pengalaman yang jauh lebih besar bagi perkembangan sepakbola India dibandingkan menghadapi lawan-lawat yang sudah sering dihadapi.

Sejak 2022, India telah tiga kali berhadapan dengan Singapura baik di uji coba maupun kualifikasi Piala Asia. Chaubey menilai lawan Brasil menawarkan narasi yang berbeda. "Menghadapi Brasil mungkin adalah kesempatan satu kali seumur hidup bagi para pemain India. Ini adalah sesuatu yang bisa mempromosikan olahraga ke penjuru negeri," kata mantan kiper timnas India itu.

Keputusan ini menciptakan kekosongan di Grup A. Indonesia sebagai tuan rumah kini hanya bersaing dengan Singapura dan Malaysia di babak gugur. Format turnamen yang awalnya dirancang untuk empat tim per grup harus disesuaikan. PSSI dan komite penyelenggara FIFA ASEAN Cup belum mengeluarkan pernyataan resmi soal pengganti India atau perubahan jadwal.

Dari perspektif Indonesia, mundurnya India justru membuka peluang bagi Garuda Muda untuk menguasai grup dengan lebih lancar. India menempati peringkat 124 dunia versi FIFA, sedangkan Indonesia berada di posisi 127. Kualitas kedua tim relatif setara, sehingga ketiadaan India mengurangi satu lawan berat bagi tim asuhan Patrick Kluivert.

Sementara itu, Malaysia dan Singapura mendapat peluang lebih besar untuk lolos ke babak knockout. Singapura yang pernah mengalahkan India 1-0 di Kualifikasi Piala Asia 2026 Juni lalu, kini kehilangan momen balas dendam sekaligus uji coba berkualitas. Malaysia yang baru saja mengganti pelatih dengan Peter Cklamovski juga kehilangan lawan bernama besar di fase grup.

Secara komersial, kehadiran India — negara dengan populasi 1,4 miliar — seharusnya menjadi daya tarik sponsor dan penayangan TV. Penarikan diri ini menimbulkan kerugian potensial bagi penyelenggara dan broadcaster. Namun, laga lawan Brasil di Kolkata dipastikan akan disiarkan global, memberikan eksposur internasional yang tidak bisa ditawarkan turnamen regional.

Chaubey menambahkan AIFF berencana mengisi sisa slot jendela Oktober dengan dua uji coba tambahan lawan tim berekoran lebih tinggi dari India. Strategi ini sejalan dengan visi jangka panjang AIFF untuk menaikkan ranking FIFA melalui poin-poin berharga dari laga lawan lawan kuat. Brasil saat ini menduduki peringkat 5 dunia.

FIFA ASEAN Cup sendiri merupakan turnamen baru yang digagas FIFA untuk memperkuat ekosistem sepakbola Asia Tenggara. Turnamen ini dibagi dua divisi: Premier Division untuk tim berekoran tinggi dan Championship Division untuk tim berekoran lebih rendah. Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia berada di divisi atas.

Mundurnya India pada edisi perdana menjadi catatan hitam bagi FIFA dan AFF. Hal ini mengungkapkan tantangan penjadwalan antara jendela FIFA dan turnamen regional baru. Kedepan, FIFA dan konfederasi regional perlu menyusun kalender yang lebih harmonis agar turnamen seperti ini tidak kehilangan peserta kunci.

Bagi Indonesia, fokus kini beralih ke persiapan menghadapi Singapura dan Malaysia. Laga lawan Singapura di Stadion Gelora Bung Karno dijadwalkan menjadi pembuka turnamen. Kluivert diharapkan memanfaatkan momentum ini untuk membangun kimia tim sebelum menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026 babak ketiga akhir tahun ini.

Mengapa Ini Penting

Mundurnya India mengubah dinamika Grup A FIFA ASEAN Cup, memberikan keuntungan taktis bagi Indonesia yang kini hanya menghadapi dua lawan di fase grup. Keputusan AIFF memprioritaskan ranking FIFA lewat lawan Brasil mencerminkan pergeseran strategi sepakbola Asia: ranking global kini lebih berharga dari turnamen regional baru. Bagi PSSI, ini peluang untuk menguji tim Garuda Muda dalam tekanan turnamen resmi tanpa lawan setara India. Jangka panjang, kasus ini memaksa FIFA dan AFF menyelaraskan kalender agar turnamen regional tidak dikorbankan demi jendela internasional.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
13 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit