Kabarkan mundurnya India dari FIFA ASEAN Cup 2026 mulai beredar setelah sejumlah media India melaporkan kebimbangan AIFF pada Rabu (12/8). Tim Garuda Biru seharusnya berlaga di Grup A Divisi Utama bersama tuan rumah Indonesia, Singapura, dan Pakistan pada 24 September hingga 4 Oktober 2026.
Kendati turnamen dirancang bertepatan dengan jendela internasional FIFA, konflik muncul karena India telah menjadwalkan uji coba bermutu tinggi melawan Brasil di periode yang hampir bersamaan. Pertandingan lawan pentak juara dunia itu dinilai AIFF sebagai momentum langka bagi pengembangan sepak bola India.
Latar belakang masalah ini bermula pada kebijakan FIFA yang mewajibkan संघ afiliasinya mengutamakan kompetisi resmi di jendela internasional. FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan turnamen resmi baru di bawah naungan FIFA, sehingga secara teori India wajib mengirim tim terbaik. Namun, AIFF mencari celah dengan mengusulkan pengiriman tim U-23 atau tim cadangan ke Indonesia.
Usulan tersebut ditolak tegas oleh FIFA. Badan induk sepak bola dunia menegaskan bahwa integritas turnamen perdana ini mengharuskan setiap peserta menurunkan skuad senior penuh. Keputusan FIFA ini menempatkan AIFF di dilema: mematuhi kewajiban turnamen regional atau memprioritaskan laga eksibisi yang bernilai komersial dan branding tinggi.
Bagi Indonesia, kepergian India mengubah dinamika Grup A secara signifikan. India menempati posisi 124 dunia versi FIFA (per Agustus 2024), jauh di atas Singapura (160) dan Pakistan (201). Tanpa India, peluang Timnas Indonesia mengumpulkan poin penuh di fase grup semakin terbuka lebar.
Di sisi lain, kehadiran India justru bisa menjadi barometer kualitas persiapan Timnas Indonesia menjelang kualifikasi Piala Dunia 2027. Lawan dengan gaya bermain fisik dan taktis India akan menguji ketahanan skuad Patrick Kluivert lebih ketat dibandingkan Singapura atau Pakistan.
Dampak komersial pun tak bisa diabaikan. India membawa basis penggemar sepak bola terbesar di Asia Selatan. Kehadiran mereka berpotensi menarik sponsor regional dan penayangan televisi dari subbenua itu — aset yang hilang jika AIFF memutuskan mundur.
Sejauh ini, AIFF belum mengeluarkan keputusan final. Beberapa pejabat federasi India dikabarkan masih bernegosiasi dengan FIFA untuk mencari titik tengah, meski peluangnya tipis. FIFA dikenal kaku soal integritas jadwal internasional, terutama untuk turnamen barunya sendiri.
Jika India benar-benar mundur, format Grup A akan berubah dari empat menjadi tiga tim. Hal ini memaksa panitia menyesuaikan jadwal dan sistem kompetisi, termasuk perhitungan poin untuk menentukan pemeringkatan antar grup.
Kondisi ini juga mengungkap kelemahan koordinasi jadwal antar konfederasi. AFC dan FIFA seharusnya telah menyelaraskan kalender turnamen regional dengan kebutuhan persahabatan tim nasional jauh-jauh hari. India jadi korban ketidakselarasan itu.
Masa depan keikutsertaan India akan diketahui dalam minggu-minggu mendatang. Bagi PSSI, skenario terburuk sudah harus disiapkan: mencari lawan persahabatan pengganti kualitas setara India untuk mengisi kekosongan jadwal persiapan di bulan September 2026.