Juara bertahan Iga Swiatek dengan meyakinkan berhasil melewati rintangan berat di awal turnamen Wimbledon. Ia mengalahkan mantan peringkat satu dunia, Karolina Pliskova, dalam pertandingan yang membawanya ke babak ketiga Grand Slam lapangan rumput tersebut.
Dalam laga yang digelar di Centre Court pada hari Kamis, Pliskova yang berusia 34 tahun dan sedang bangkit setelah cedera pergelangan kaki yang nyaris mengakhiri kariernya, menunjukkan permainan keras. Namun, ia tak mampu menandingi dominasi Swiatek yang menang dengan skor telak 6-1, 6-3.
Swiatek, yang berambisi untuk mematahkan kutukan juara bertahan dan menjadi wanita pertama dalam satu dekade yang mampu mempertahankan gelar Wimbledon, tampil tajam di bawah terik matahari. Ia berhasil mengamankan set pertama hanya dalam waktu 25 menit, sebelum kemudian harus bekerja sedikit lebih keras di set kedua.
Kemenangan ini melanjutkan rekor impresif Swiatek yang telah mencapai babak 32 besar di 26 turnamen Grand Slam berturut-turut. Rekor ini hanya dilampaui oleh legenda tenis Martina Navratilova dan Conchita Martinez. "Saya merasa lebih stabil hari ini, dan itu bagus. Pertandingan pertama benar-benar emosional pastinya," ujar Swiatek di lapangan, merujuk pada pertandingan pembukanya yang harus melalui tiga set melawan Taylor Townsend. "Hari ini saya merasa seperti hari biasa di kantor.
"Bahkan ketika dia bermain cepat dan datar, saya tahu bahwa putaran bola saya memberi saya kontrol," tambahnya, menjelaskan strateginya menghadapi permainan keras Pliskova. Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun Pliskova mampu mengimbangi di beberapa momen, terutama di awal set kedua, kesalahan ganda yang dilakukan Pliskova dimanfaatkan dengan baik oleh Swiatek untuk mematahkan servis dan mengamankan keunggulan.
Pliskova sendiri sempat absen sepanjang musim 2025 setelah mengalami robek ligamen pergelangan kaki di US Open 2024. Ia memulai tahun ini dengan peringkat 1.054 dunia, namun berhasil berjuang kembali menembus jajaran 100 besar. Perjalanannya di Wimbledon tahun ini menunjukkan kilasan permainan keras dan servis kuat yang pernah membawanya ke final Wimbledon 2021, bahkan sempat membuat Swiatek keluar dari zona nyamannya di awal set kedua, memimpin 2-0. Namun, momentum itu tak bertahan lama.
Menanggapi pujian dari Martina Navratilova yang berkomentar pertandingan dan memberinya nilai A+ untuk penampilannya, Swiatek merasa masih ada ruang untuk perbaikan. "Saya merasa saya melakukan banyak pukulan 'kotor' di gim terakhir, saya tidak bisa mengendalikannya dengan baik," katanya. "Jadi mungkin bukan A+, lebih seperti B menurut saya." Swiatek selanjutnya akan menghadapi unggulan ke-29 Alexandra Eala dari Filipina, yang sebelumnya mengalahkan penakluk Serena Williams, Maya Joint, dengan skor 3-6, 6-2, 6-0.