Sepakbola

Herdman Umumkan Skuad AFF 2026, Mitchell Baker Jadi Andalan Penyerang

Ringkasan

  • Pelatih John Herdman mengumumkan 26 pemain untuk Piala AFF 2026, dengan Mitchell Baker diproyeksikan jadi striker andalan di laga pembuka melawan Kamboja di Stadion Pakansari, 27 Juli 2026.

Pelatih kepala Timnas Indonesia John Herdman telah mengunci daftar 26 pemain yang akan berlaga di Piala AFF 2026. Skuad tersebut dipadukan antara pemain berpengalaman seperti Jordi Amat, Egy Maulana Vikri, dan Rizky Ridho, serta empat wajah baru yang belum pernah mencatatkan penampilan di tingkat senior: Tim Geypens, Rizky Eka Pratama, Jens Raven, dan Mitchell Baker. Keputusan ini menandai era baru di bawah kepemimpinan pelatih asal Kanada tersebut setelah resmi mengantikan Shin Tae-yong di awal tahun ini.

Susunan start XI yang diproyeksikan mengadopsi sistem 4-2-3-1 dengan Nadeo Argawinata menjaga gawang. Lini belakang disusun oleh Sandy Walsh, Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Dony Tri Pamungkas. Di tengah, Thom Haye dan Ivar Jenner dipercaya menjadi double pivot, sementara trio kreatif di depan mereka terdiri dari Egy Maulana Vikri, Marselino Ferdinan, dan Ragnar Oratmangoen. Mitchell Baker menempati posisi nomor 9 tunggal.

Pemilihan Mitchell Baker menjadi sorotan utama. Pemain berusia 21 tahun yang lahir di Inggris dari ayah asal Jogja dan ibu asal Semarang ini memiliki tinggi badan 196 sentimeter — fisik ideal untuk gaya bermain target man. Di klubnya, Ipswich Town U21, ia dikenal kuat di duel udara dan mampu mempertahankan bola di bawah tekanan. Herdman membutuhkan profil striker seperti ini untuk memecah pertahanan padat lawan ASEAN yang cenderung bermain rendah dan kompak.

Kehadiran empat pemain nol-kap ini bukan tanpa risiko. Geypens, Raven, dan Rizky Eka Pratama masih harus beradaptasi dengan intensitas dan tekanan pertandingan internasional senior. Namun, Herdman terlihat memprioritaskan jangka panjang. Piala AFF 2026 dijadikan ajang uji coba sebelum kualifikasi Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2026. Memberi menit bermain kepada pemain muda kini berarti membangun kedalaman skuad untuk turnamen besar mendatang.

Di sisi lain, penempatan Jordi Amat sebagai bek sentral di samping Rizky Ridho menjawab kekhawatiran soal kecepatan lini belakang. Amat yang berusia 32 tahun tetap andal dalam penutupan ruang dan permainan udara, meski kecepatan lari tidak seprima usia muda. Jika Justin Hubner — yang saat ini bermain di liga Belanda — bergabung tepat waktu, ia bisa menjadi opsi rotasi atau bahkan menggantikan Dony Tri Pamungkas di bek kiri.

Dua gelandang bertahan, Thom Haye dan Ivar Jenner, menawarkan keseimbangan antara distribusi bola dan penutupan defensif. Haye berpengalaman bermain di Eredivisie dengan SC Heerenveen, sementara Jenner tumbuh di akademi Jong Utrecht. Kedua pemain ini memberikan opsi build-up dari belakang yang lebih terstruktur dibanding era sebelumnya yang bergantung pada Joey Pelupessy. Jordi Amat sendiri bisa turun ke posisi gelandang bertahan jika Herdman butuh fisikitas tambahan di tengah.

Sektor sayap menjadi kekuatan utama. Egy Maulana Vikri di kiri dan Ragnar Oratmangoen di kanan menyediakan kecepatan, kemampuan satu lawan satu, dan ancaman gol. Marselino Ferdinan sebagai playmaker nominal di posisi nomor 10 bebas bergerak mencari ruang di antara lini pertahanan dan gelandang lawan. Ketiga pemain ini sudah memiliki kimia yang dibangun sejak era Shin Tae-yong, memudahkan transisi di fase serangan.

Jadwal fase grup menempatkan Indonesia dalam Grup B bersama Kamboja, Timor Leste, Vietnam, dan Singapura. Laga pembuka melawan Kamboja di Pakansari menjadi tes pertama. Kamboja dikenal bermain fisik dan bergantung pada konter cepat, cocok untuk menguji ketahanan lini belakang serta efektivitas Mitchell Baker di kotak penalti. Tiga laga berikutnya akan menentukan apakah Indonesia bisa lolos ke knockout stage sebagai pemimpin grup.

Vietnam tetap menjadi rintangan terbesar. Timnas Vietnam di bawah pelatih Kim Sang-sik memiliki struktur taktikal yang matang dan pemain inti yang sudah lama bermain bersama. Laga melawan Vietnam kemungkinan besar akan menentukan posisi akhir grup. Singapura dan Timor Leste, meski dipandang lebih lemah, tidak boleh diremehkan — terutama Singapura yang memiliki disiplin taktis tinggi di bawah pelatih Tsutomu Ogura.

Dari perspektif pengembangan sepak bola nasional, turnamen ini menjadi momentum krusial. PSSI dan Herdman memiliki kesempatan untuk mengevaluasi kedalaman pemain di setiap posisi sebelum menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang akan dimulai September mendatang. Performa Mitchell Baker, Geypens, Raven, dan Rizky Eka Pratama akan memengaruhi keputusan Herdman soal komposisi skuad untuk laga-laga kualifikasi yang jauh lebih berat.

Secara komersial dan emosional, Piala AFF 2026 juga menjadi uji coba popularitas Timnas pasca-era Shin Tae-yong. Penonton di Pakansari diharapkan penuh untuk laga pembuka. Dukungan penuh dari tribun bisa menjadi faktor tambahan bagi pemain muda yang debut di tingkat senior. Herdman sendiri telah menegaskan bahwa ia ingin membangun identitas bermain yang dominan di hadapan penonton sendiri.

Ke depan, fokus akan beralih ke manajemen fisik dan rotasi skuad. Empat laga fase grup dalam rentang dua minggu menuntut kedalaman bangkku yang siap pakai. Herdman harus bijak mengatur menit bermain pemain senior seperti Jordi Amat dan Nadeo Argawinata agar tetap prima untuk fase knockout. Sementara itu, performa Mitchell Baker di laga-laga awal akan menentukan apakah ia benar-benar menjadi solusi striker andalan Indonesia untuk jangka panjang.

Mengapa Ini Penting

Pemilihan Mitchell Baker sebagai striker andalan menandakan pergeseran taktis Herdman menuju gaya bermain lebih langsung dan memanfaatkan bola udara — hal yang jarang jadi andalan Timnas era sebelumnya. Keberhasilan empat pemain nol-kap di turnamen ini akan menentukan kedalaman skuad untuk kualifikasi Piala Dunia 2026 yang dimulai September mendatang. Laga pembuka melawan Kamboja di Pakansari juga menjadi tes pertama dukungan publik terhadap era Herdman, yang memengaruhi atmosfer dan kepercayaan diri pemain muda. Hasil turnamen ini akan jadi tolok ukur apakah regenerasi bertahap yang digagas PSSI sudah siap menghadapi lawan-lawat Asia level lebih tinggi.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
24 Juli 2026
Waktu Baca
6 menit