Pelatih kepala Timnas Indonesia John Herdman akhirnya membuka rahasia komposisi skuad yang akan berlaga di Piala AFF 2026. Melalui unggahan resmi di akun Instagram PSSI, Jumat (24/7), manajer teknis asal Kanada itu merilis 26 nama yang dibekali tugas mempertahankan gelar juara di tanah sendiri. Penentuan skuad ini menutup spekulasi panjang soal siapa yang akan dipercaya Herdman di turnamen bergengsi tersebut.
Daftar itu memadukan tulang punggung tim sebelumnya dengan beberapa nama yang sempat hilang dari radar, serta satu wajah segar. Mitchell Baker, penyerang berpaspor ganda yang sebelumnya menggeluti liga Portugal, menjadi sorotan utama. Kehadirannya di lini depan bersama Jens Raven dan Ragnar Oratmangoen menandakan Herdman menginginkan variasi serangan yang lebih dinamis dan tidak terduga.
Di bawah mistar, Herdman mempercayakan tiga kiper berpengalaman. Nadeo Argawinata, Cahya Supriadi, dan Muhammad Riyandi bersaing untuk posisi utama. Nadeo, yang menjadi andalan di kualifikasi Piala Dunia 2026, tetap jadi favorit nomor satu. Namun Cahya dan Riyandi punya peluang terbuka jika Herdman ingin rotasi di fase grup yang padat.
Sektor pertahanan tampak paling padat dengan delapan nama. Rizky Ridho dan Justin Hubner jadi pasangan sentral andalan, didampingi veteran Jordi Amat dan Sandy Walsh yang punya pengalaman bermain di Eropa. Di sayap, Wahyu Prasetyo dan Shayne Pattynama menawarkan kecepatan, sementara Dony Tri Pamungkas dan Brian Fatari jadi opsi cadangan yang sudah terbukti di liga domestik. Tim Geypens yang bisa bermain di beberapa posisi menambah fleksibilitas taktis.
Lini tengah jadi area paling menarik dengan kehadiran Marc Klok dan Thom Haye sebagai pengatur tempo. Keduanya didukung Ivar Jenner dan Kadek Agung untuk sisi defensif, serta Beckham Putra, Rayhan Hannan, Marselino Ferdinan, dan Eliano Reijnders untuk kreativitas di zona akhir. Kombinasi ini memberi Herdman banyak variasi: bisa main kontrol bola atau transisi cepat.
Pemilihan skuad ini mencerminkan falsafah Herdman yang memprioritaskan keseimbangan antara pengalaman dan kelaparan. Ia tidak takut memasukkan pemain muda seperti Dony Tri Pamungkas (21 tahun) dan Rayhan Hannan (20 tahun) di tengah tekanan turnamen besar. Sementara itu, kehadiran Saddil Ramdhani dan Egy Maulana Vikri di lini depan memberikan opsi sayap yang sudah terbiasa bermain di level internasional tinggi.
Jadwal fase grup menuntut Timnas langsung berlari sejak laga pembuka. Lawan pertama Kamboja pada Senin (27/7) di Jakarta jadi uji nyata sistem Herdman. Tiga laga berikutnya — Timor Leste (31/7), Vietnam (3/8), dan Singapura (7/8) — akan menentukan apakah Merah Putih lolos ke knockout dengan posisi yang nyaman. Vietnam tetap jadi rintangan paling berat mengingat sejarah pertemuan keduanya.
Herdman dalam konferensi pers singkat setelah pengumuman skuad menekankan pentingnya memulai turnamen dengan baik. "Kita punya skuad yang seimbang. Setiap pemain di sini dipilih karena alasan spesifik. Kunci utamanya adalah disiplin taktis dan mentalitas juara sejak menit pertama," ujarnya. Ia juga mengakui tekanan bermain di hadapan penonton sendiri, tapi menilai itu sebagai keuntungan bukan beban.
Debut Mitchell Baker menarik perhatian media dan suporter. Pemain lahir 2003 itu dikenal punya kecepatan dan kemampuan finishing yang tajam di liga Portugal musim lalu. Adaptasinya dengan gaya main Timnas dan kimia dengan Raven serta Oratmangoen jadi variabel tersendiri. Jika langsung cocok, Indonesia punya trio serbu yang sangat menakutkan bagi pertahanan lawan.
Dari perspektif jangka panjang, komposisi skuad ini juga jadi indikator arah pembangunan Timnas pasca-Piala AFF. Herdman tampak membangun kerangka tim yang bisa bersaing di Kualifikasi Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030. Pemain-pemain muda seperti Ivar Jenner, Kadek Agung, dan Rayhan Hannan mendapat kesempatan emas untuk membuktikan diri di panggung senior.
Tantangan terbesar Herdman bukan hanya soal taktik, tapi manajemen ego dan kebugaran. Jadwal padat empat laga dalam 12 hari memaksa rotasi yang cerdas. Pemain senior seperti Jordi Amat (33 tahun) dan Marc Klok (31 tahun) butuh pengelolaan beban latih yang hati-hati. Sementara itu, kiper cadangan harus siap mental jika dipanggil mendadak.
Suporter Indonesia menantikan laga pembuka dengan harapan tinggi. Gelar juara Piala AFF 2024 dua tahun lalu masih segar di ingatan, dan skuad kali ini dinilai lebih dalam dari versi sebelumnya. Apakah Herdman bisa mengukir sejarah sebagai pelatih asing pertama yang membawa Timnas juara AFF dua kali berturut-turut? Jawabannya akan mulai terungkap di Gelora Bung Karno, Senin malam.