Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menilai kekompakan dan rasa percaya diri skuad Garuda meningkat pesat selama pemusatan latihan gelombang kedua di Gianyar, Bali. Kondisi tersebut dibangun jelang turnamen Piala AFF 2026 yang akan digelar mulai 24 Juli mendatang.
Herdman menyampaikan hal itu usai memimpin sesi latihan pada Sabtu (18/7) pagi. Ia mengungkapkan pekan ini fokus tim lebih ditujukan pada penyusunan taktik setelah pada fase awal pemain lebih banyak digembleng soal fisik dan kebugaran. Menurutnya, progres yang ditunjukkan para pemain seleksi sudah berada di luar ekspektasi.
Pemusatan latihan gelombang kedua di Bali diikuti 22 pemain. Nama-nama seperti Nadeo Argawinata, Cahya Supriadi, Rizky Ridho, Jens Raven, Tim Geypens, dan Eliano Reijnders masuk dalam daftar tersebut. Mitchel Baker yang baru disumpah sebagai warga negara Indonesia pada 13 Juli 2026 juga bergabung dalam sesi ini bersama Thome Haye, Kadek Agung, Sandy Walsh, hingga Beckham Putra.
Sebelumnya, Herdman memanggil 50 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan di Bali. Dari jumlah tersebut, hanya 23 orang yang akan dipilih masuk daftar final Piala AFF 2026. Penentuan skuad inti dilakukan berdasarkan evaluasi pelatih sesuai kebutuhan tim guna memenuhi target juara.
Fase pertama latihan yang berlangsung sejak awal Juli 2026 difokuskan pada pembentukan kondisi fisik para pemain, baik melalui simulasi pertandingan maupun aktivitas di lapangan terbuka. Hal itu dilakukan agar saat masuk ke fase taktik, pemain memiliki daya tahan yang cukup untuk menyerap instruksi strategi.
Bagi sepak bola Indonesia, kehadiran pelatih dengan rekam jejak internasional seperti Herdman membawa nuansa baru. Ia dikenal pernah menangani tim nasional Kanada dengan pendekatan psikologis dan penguatan identitas tim. Metode tersebut tampak mulai membuahkan hasil lewat klaim peningkatan kepercayaan diri pemain lokal maupun naturalisasi.
Dampaknya terlihat pada percepatan adaptasi pemain naturalisasi yang baru masuk ke skuad. Mitchel Baker misalnya, hanya butuh waktu singkat untuk menyatu dengan pemain lain. Hal ini penting karena Piala AFF menuntut kecepatan pembentukan tim yang kompetitif dalam waktu persiapan relatif pendek.
Kondisi tersebut berbeda dengan era sebelumnya di mana proses blending pemain sering kali tertunda karena minimnya waktu pemusatan latihan. Kini, dengan dua gelombang latihan di Bali, Herdman punya ruang lebih untuk memetakan kombinasi pemain inti dan pelapis.
"Saat ini kemajuannya sudah luar biasa. Mereka sudah saling terikat sepenuhnya dan bisa dirasakan keseruannya dan juga mereka lebih percaya diri bersama," ucap Herdman menggambarkan atmosfer ruang ganti timnas saat ini.
Ia sebelumnya sempat menekankan bahwa materi pekan ini lebih ke taktik dan para pemain seleksi sudah menunjukkan soliditas. Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa persiapan Indonesia tidak lagi sekadar mengandalkan individu, melainkan kolektivitas.
Usai pemusatan latihan di Bali yang berlangsung hingga 25 Juli, tim akan berpindah ke Bogor. Langkah itu diambil agar pemain bisa beradaptasi dengan kondisi Stadion Pakansari yang akan jadi venue laga perdana melawan Kamboja pada 27 Juli 2026.
Di Piala AFF 2026, Indonesia tergabung di Grup A bersama Kamboja, Singapura, Vietnam, dan Timor Leste. Persaingan grup ini diprediksi ketat mengingat Vietnam dan Singapura memiliki tradisi kuat di turnamen regional. Kompaknya skuad Garuda under Herdman menjadi kunci untuk membuka peluang juara di depan publik sendiri.
Proyeksi ke depan, evaluasi 23 pemain final akan menentukan arah strategi Indonesia sepanjang turnamen. Jika kekompakan yang dibangun di Bali bisa dipertahankan hingga Bogor, Timnas berpeluang besar memberikan performa maksimal sejak pertandingan pertama.
Perspektif Indonesia: Peningkatan kualitas pemusatan latihan nasional seperti ini mencerminkan transformasi sistemik di PSSI pasca-transisi kepengurusan. Penggemar lokal kini menuntut bukan sekadar hasil, tetapi konsistensi proses. Keberhasilan menggabungkan pemain muda, senior, dan naturalisasi dalam waktu singkat juga menjadi tolok ukur kesiapan Indonesia menghadapi siklus kompetisi ASEAN yang makin profesional.