Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, melontarkan pujian tinggi untuk performa Thom Haye sepanjang Piala AFF 2026. Ia menilai gelandang berusia 31 tahun itu menunjukkan adaptabilitas luar biasa, mampu tampil impresif baik sebagai pengatur serangan di lini tengah maupun sebagai pemain depan yang mencetak gol.
Pujian itu disampaikan Herdman jelang laga pamungkas Grup B melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8). Skuad Garuda membutuhkan hasil positif untuk mengunci tiket otomatis ke semifinal, dan peran Haye diyakini menjadi salah satu kunci utama.
"Saya sangat terkesan dengan performa Thom. Dia menunjukkan tingkat adaptabilitas. Kami memainkannya sebagai inside forward di depan kotak penalti, sebagai pemain nomor 10, kami juga bisa memainkannya sebagai pemain nomor 8 di lini tengah," ujar Herdman dalam sesi jumpa pers, Minggu (2/8).
Herdman menyoroti peningkatan daya tahan fisik Haye yang tampil penuh selama 90 menit saat melawan Kamboja dan Timor Leste. Ia menilai komitmen tinggi pemain berusia 31 tahun itu menjadi pembeda di momen-momen krusial, baik saat membangun serangan maupun mengeksekusi peluang bola mati.
"Apa yang benar-benar saya lihat darinya adalah betapa berkomitmennya dia pada tim ini. Dia menunjukkan komitmen nyata pada persaudaraan ini," tambah eks pelatih Timnas Kanada itu.
Bukti kualitas Haye terlihat jelas dalam dua pertandingan terakhir. Ia mencatatkan tiga assist saat menghadapi Kamboja dan mencetak gol indah melalui tendangan bebas ke gawang Timor-Leste. Kontribusi tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain paling menonjol di lini serang Timnas Indonesia.
Kendati demikian, Herdman menegaskan bahwa kesuksesan tim tidak boleh bergantung pada satu pemain bintang. Ia berharap kolektivitas tetap terjaga saat meladeni ketangguhan Vietnam yang dikenal memiliki pertahanan solid dan serangan balik berbahaya.
"Dan kemampuannya untuk muncul di momen-momen besar sangat jelas terlihat, di Kamboja dengan tiga assist, lalu tendangan bebas melawan Timor-Leste sangat luar biasa," ujarnya. "Jadi bagi kami, dia pemain penting. Tapi apa yang akan Anda temukan dalam turnamen, Anda tidak bergantung pada pemain yang sama di setiap pertandingan."
Pernyataan Herdman ini menjadi sinyal bahwa Timnas Indonesia tidak akan mengandalkan satu sosok sentral. Ia ingin setiap pemain siap tampil dan saling menutupi kekurangan, terutama di laga pamungkas yang menentukan.
Di sisi lain, performa impresif Haye tentu menambah kepercayaan diri penggawa Garuda. Kemampuannya dalam membaca ruang dan mengeksekusi bola mati menjadi senjata berbahaya yang bisa membongkar pertahanan rapat milik Vietnam.
Sejak bergabung dengan Timnas Indonesia, Haye memang telah menjadi bagian penting dalam skema permainan Herdman. Pengalamannya bermain di liga Eropa dan kompetisi internasional memberikan ketenangan di lini tengah, yang kerap menjadi penentu ritme permainan.
Menatap laga melawan Vietnam, pelatih asal Inggris itu menekankan pentingnya transisi cepat dan disiplin posisi. Ia berharap semua pemain, termasuk Haye, bisa menjaga intensitas dan fokus selama 90 menit penuh untuk mengamankan tiket semifinal.
Dukungan penuh dari suporter di Stadion Pakansari juga diharapkan menjadi energi tambahan. Dengan skuad yang kompak dan kemampuan individu yang mumpuni, Timnas Indonesia optimistis mampu mengatasi ujian terakhir di fase grup ini.
Keberhasilan lolos ke semifinal akan menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia untuk melangkah lebih jauh di Piala AFF 2026. Herdman dan pasukannya sadar bahwa tantangan yang lebih berat masih menanti, namun kepercayaan diri yang tercipta dari hasil positif di grup bisa menjadi fondasi yang kokoh.