Timnas Putri Indonesia harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 1-1 oleh Kamboja pada laga terakhir Grup B AFF Women's Cup 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion UiTM, Shah Alam, Malaysia, pada Kamis (16/7) ini menjadi laga krusial bagi skuad Garuda Pertiwi untuk mengamankan posisi di fase gugur.
Sejak peluit pertama dibunyikan, anak asuh Satoru Mochizuki tampil dominan dengan menguasai 57 persen penguasaan bola. Intensitas serangan Indonesia terlihat jelas melalui delapan total tembakan, di mana empat di antaranya mengancam gawang lawan. Kamboja sendiri tampak kesulitan mengembangkan permainan dan hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang babak pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-41 melalui aksi Sheva Imut. Memanfaatkan bola pantul dari tendangan Estella Loupatty, Sheva berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan sebelum jeda babak pertama usai. Skor 1-0 untuk keunggulan Indonesia bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Satoru Mochizuki melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Reva Oktaviani dan Helsya Maeisyaroh untuk menggantikan Felicia de Zeeuw serta Isabelle Nottet. Namun, rotasi ini justru menjadi bumerang bagi lini tengah Indonesia yang kehilangan stabilitas permainan.
Kamboja memanfaatkan celah tersebut dengan sangat efektif. Hanya berselang tiga menit setelah babak kedua dimulai, tepatnya pada menit ke-48, tim lawan berhasil menyamakan kedudukan. Gol balasan ini mengubah momentum pertandingan yang semula didominasi oleh Indonesia.
Sisa pertandingan berjalan dengan jual beli serangan yang cukup sengit. Indonesia mencatatkan enam tembakan dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang, sementara Kamboja juga agresif dengan lima tembakan yang empat di antaranya mengancam pertahanan Merah Putih. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Hasil imbang ini memaksa Indonesia harus puas menempati posisi runner-up Grup B dengan poin yang sama dengan Kamboja. Kamboja akhirnya keluar sebagai juara grup berkat keunggulan produktivitas gol. Meski gagal menjadi pemuncak grup, hasil ini tetap memastikan langkah Indonesia melaju ke babak semifinal.
Kegagalan mengamankan kemenangan penuh di laga pamungkas ini menjadi catatan penting bagi manajemen tim. Ketidakmampuan menjaga ritme permainan setelah melakukan rotasi pemain menunjukkan perlunya kedalaman skuad yang lebih solid agar transisi permainan tetap terjaga meski terjadi pergantian pemain.
Kini, fokus Timnas Putri Indonesia sepenuhnya tertuju pada laga semifinal yang akan digelar pada Minggu, 19 Juli mendatang. Indonesia dijadwalkan akan menghadapi Singapura, juara Grup A, dalam upaya mengejar gelar juara di turnamen ini.
Keberhasilan melaju ke semifinal merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, mengingat persaingan di level Asia Tenggara semakin kompetitif. Tantangan besar kini menanti di babak gugur, di mana kesalahan kecil di lini tengah dapat berakibat fatal seperti yang terjadi pada laga melawan Kamboja.