Filipina sukses membalikkan keadaan saat bertandang ke markas Laos di Stadion Nasional, Vientiane, Sabtu (1/8) malam WIB. Tertinggal lebih dulu, tim asuhan Carles Cuadrat akhirnya menang telak 4-1 dalam laga penyisihan Grup B Piala AFF 2026.
Laos sempat menciptakan kejutan di menit ketujuh. Sepakan jarak jauh Damoth Thongkamsavath tampak tidak berbahaya, namun kiper Filipina Quincy Kammeraad melakukan kesalahan fatal. Bola yang seharusnya mudah ditangkap justru lolos dari pelukannya dan bersarang di gawang sendiri. Gol blunder itu menjadi alarm bagi Filipina untuk segera meningkatkan intensitas serangan.
Namun, kecelakaan bagi tuan rumah datang di menit ke-12. Bek Phetdavanh Somsanith melanggar keras Jarvey Gayoso di area pertahanan Laos. Wasit awalnya hanya mengeluarkan kartu kuning, tetapi setelah meninjau tayangan ulang di pinggir lapangan, keputusan berubah total menjadi kartu merah. Laos harus bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama.
Unggul jumlah pemain, Filipina terus menekan. Sandro Reyes sempat mencetak gol pada babak pertama, namun wasit menganulirnya karena Gayoso lebih dulu melakukan handsball sebelum melepaskan umpan. Hingga turun minum, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Laos.
Keunggulan itu bertahan hingga memasuki babak kedua. Filipina baru benar-benar bangkit pada menit ke-47 melalui aksi John Lucero. Tembakan keras dari dalam kotak penalti berhasil menembus gawang Laos dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Hanya lima menit berselang, giliran Cole Mrowka yang mencetak gol. Sepakannya sempat berusaha diblok Viengxay Sidavong, tetapi bola justru berbelok masuk ke gawang. Filipina berbalik unggul 2-1. Keunggulan itu menjadi modal berharga untuk terus menekan pertahanan Laos yang mulai goyah.
Pada menit ke-59, wasit kembali menunjuk titik putih setelah Phoutthavong Sangvilay kedapatan handsball di kotak penalti. Javier Gayoso yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan tenang. Skor berubah menjadi 3-1 untuk keunggulan Filipina yang kian nyaman.
Laos yang bermain dengan sepuluh orang tidak menyerah dan mencoba membangun serangan balik. Namun, upaya mereka selalu kandas di lini pertahanan Filipina yang tampil solid. Sebaliknya, Filipina justru menambah penderitaan tuan rumah di menit ke-88 lewat sundulan Daisuke Sato memanfaatkan umpan Kenji Nishioka dari skema tendangan bebas.
Skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini tidak mengubah posisi Filipina di klasemen sementara Grup B. Mereka tetap berada di peringkat keempat dengan koleksi tiga poin, kalah selisih gol dari Thailand dan Myanmar yang juga mengoleksi tiga angka. Sementara itu, Laos masih terpuruk di dasar klasemen tanpa poin.
Dari perspektif sepak bola Asia Tenggara, hasil ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Piala AFF 2026. Filipina, yang kerap dianggap sebagai tim menengah, membuktikan kemampuan bangkit dari situasi sulit. Sebaliknya, Laos kembali menunjukkan kelemahan dalam menjaga konsistensi, terutama setelah kehilangan pemain akibat kartu merah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menjadi pengingat bahwa turnamen sekelas Piala AFF selalu penuh kejutan dan drama. Momen comeback seperti yang dilakukan Filipina menegaskan bahwa permainan belum berakhir sampai peluit panjang berbunyi. Mentalitas pantang menyerah menjadi kunci utama meraih hasil positif.
Pelatih Carles Cuadrat patut mengapresiasi respons cepat anak asuhnya setelah tertinggal. Keputusan berani yang diambil saat turun minum tampaknya berhasil mengubah ritme permainan. Sementara itu, Laos harus segera memperbaiki organisasi pertahanan dan disiplin pemain untuk laga-laga berikutnya.
Ke depan, Filipina akan menghadapi tantangan yang lebih berat di laga-laga berikutnya. Persaingan di papan tengah klasemen diprediksi berlangsung sengit hingga akhir fase grup. Sementara Laos, dengan satu laga tersisa, berpeluang besar menjadi juru kunci grup bila tidak mampu bangkit cepat.