LONDON — Pasangan lintas negara Guo Hanyu dari Tiongkok dan Kristina Mladenovic dari Prancis berhasil menjuarai gelar ganda putri Wimbledon 2024 setelah mengalahkan pasangan favorit Gabriela Dabrowski dari Kanada dan Luisa Stefani dari Brasil dengan skor 6-3, 7-5 pada final yang berlangsung di Centre Court, Minggu (14/7) waktu setempat. Kemenangan ini menandai gelar Grand Slam pertama bagi pasangan yang baru bergabung adil awal musim ini, sekaligus menjadi momen penuh emosi bagi Mladenovic yang kembali ke puncak setelah masa sulit akibat cedera parah.
Mladenovic, berusia 34 tahun, pernah menduduki peringkat dunia nomor satu ganda dan mengoleksi enam gelar Grand Slam ganda antara 2018 hingga 2022. Namun, cedera lutut yang parah pada 2023 memaksa dia berjalan dengan tongkat dan menurunkan peringkat drastis hingga keluar dari daftar pemain berperingkat. Banyak yang mempertanyakan apakah mantan juara French Open dan US Open tersebut masih mampu bersaing di level tertinggi. Kemenangan di Wimbledon ini menjawab segala keraguan tersebut dengan tegas.
Di sisi lain, Guo Hanyu, 28 tahun, menghadapi final Grand Slam pertamanya dalam karier. Pemain Tiongkok yang dikenal dengan permainan jaring agresif dan backhand tajam menunjukkan kematangan mental yang luar biasa di panggung paling bergengsi tenis dunia. Pasangan dengan Mladenovic terbentuk secara spontan di awal musim setelah keduanya kesulitan menemukan pasangan tetap, dan kimia mereka di lapangan terbukti luar biasa sejak turnamen pertama mereka bersama di Madrid Open.
Final berlangsung penuh drama. Guo dan Mladenovic, yang dibenamkan sebagai benih kesepuluh, memulai dengan dominan, memanfaatkan lob Dabrowski dengan cepat dan mencetak keunggulan 5-0 di set pertama. Pasangan benih kedua Dabrowski-Stefani bangkit memetik tiga game beruntun, namun tidak cukup untuk mencegah kehilangan set pertama 6-3. Set kedua jauh lebih ketat dengan kedua pasangan mempertahankan servis hingga 5-5.
Titik balik terjadi di game ke-11 ketika return backhand Guo dari posisi jaring menciptakan breakpoint yang dikonversinya dengan winner backhand cross-court sudut tajam. Mladenovic kemudian menutup pertandingan dengan servis klinis, memaksa return Dabrowski ke net. Selama pertandingan, Mladenovic mencatat 12 winner forehand cross-court yang menjadi senjata andalan menetralisir serangan lawan.
"Ini terasa seperti mimpi... Saya benar-benar tidak percaya apa yang baru saja terjadi," ucap Mladenovic dengan mata berkaca-kaca saat wawancara pasca pertandingan. "Saya tidak memiliki peringkat, saya mengalami cedera parah tahun lalu, dan Guo tidak ragu sama sekali untuk bekerjasama denganku. Saya sangat bangga berdiri di sini bersamanya." Guo yang terharu menjawab, "Saya merasa sangat beruntung memilikimu di sisiku dan dengan trofi ini sekarang. Terima kasih sudah memilihku... mempercayai aku."
Kemenangan ini memiliki signifikansi sejarah ganda. Bagi Mladenovic, ini adalah gelar Wimbledon pertamanya dalam karier setelah sebelumnya pernah finis runner-up ganda putri pada 2018 dan 2022. Bagi Guo, dia menjadi pemain Tiongkok ketiga yang meraih gelar ganda putri Wimbledon setelah Peng Shuai (2013) dan Hsieh Su-wei (2013, 2014, 2019, 2023), memperkuat warisan tenis Tiongkok di grand slam bergengsi ini. Pasangan ini juga memutus dominasi pasangan Amerika Serikat dan Kanada yang telah menguasai gelar ganda putri Wimbledon selama tiga tahun berturut-turut.
Dari perspektif teknis, kemenangan Guo-Mladenovic menegaskan kembali pentingnya keberagaman gaya bermain dalam tenis ganda modern. Kombinasi forehand berat Mladenovic dari baseline dan kecerdasan jaring Guo menciptakan dinamika yang sulit dibaca lawan. Kedua pemain juga menunjukkan kemampuan adaptasi tinggi — Mladenovic yang dulu dikenal sebagai spesialis tanah liat terbukti mampu menyesuaikan permainan di rumput cepat Wimbledon hanya dalam beberapa bulan.
Ke depan, kemenangan ini diproyeksikan akan melonjakkan peringkat keduanya secara signifikan. Mladenovic yang sebelumnya tidak berperingkat diharapkan kembali memasuki top 50 dunia, sedangkan Guo yang sebelumnya menduduki peringkat 38 dunia ganda kemungkinan besar akan memasuki top 20 untuk pertama kalinya. Keberhasilan pasangan ini juga mengirim pesan inspiratif bagi para atlet yang pulih dari cedera: usia dan keruntuhan fisik bukanlah penghalang mutlak untuk kembali meraih kemuliaan, asalkan didukung mentalitas yang tepat dan pasangan yang percaya.