Jakarta -- Pengurus Besar (PB) Karate-Do Gojukai Indonesia sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 yang dirangkaikan dengan penganugerahan Gojukai Indonesia Awards 2026 di Jakarta, Sabtu (11/7/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk melakukan konsolidasi serta merumuskan strategi pembinaan jangka panjang.
Mengusung tema "Transformasi Karate-Do Gojukai Indonesia: Solid, Unggul, Berprestasi, dan Mendunia", Rakernas ini mencerminkan ambisi besar organisasi untuk bangkit tidak hanya dalam skala nasional, tetapi juga bersaing secara global. Tema ini menjadi landasan bagi seluruh agenda strategis yang dibahas selama forum berlangsung.
Ketua Umum PB Karate-Do Gojukai Indonesia, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menekankan bahwa seluruh hasil rumusan dalam Rakernas harus segera diimplementasikan. "Hasil Rakernas harus diwujudkan dalam program kerja yang nyata, terukur, dan memberikan manfaat bagi seluruh keluarga besar Gojukai Indonesia," tegas Leonard dalam sambutannya. Penekanan ini menunjukkan komitmen untuk bergerak dari wacana menuju aksi nyata.
Secara struktural, Rakernas menyepakati sejumlah agenda fundamental, mulai dari penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penguatan sistem organisasi, hingga penyusunan Rencana Kerja induk untuk periode 2026-2029. Langkah ini merupakan fondasi hukum dan administratif yang vital bagi keberlanjutan organisasi di masa depan.
Pada bidang pembinaan, Gojukai Indonesia berencana mengadopsi sistem manajemen talenta dan pembinaan atlet berbasis data. Ini menandai era baru dalam pendekatan olahraga di tubuh perguruan karate. Penataan sistem kejuaraan berjenjang juga menjadi prioritas untuk memastikan regenerasi atlet berjalan sehat dan kompetitif dari tingkat daerah hingga nasional, selaras dengan transformasi sistem olahraga nasional yang digaungkan pemerintah.
Puncak acara diwarnai dengan pemberian Gojukai Indonesia Awards 2026. Penghargaan tertinggi, Lifetime Achievement Award, dianugerahkan kepada Hanshi Maskun Prasetia serta secara anumerta kepada Shihan Richard Menwijaya, Shihan Joke Parengkuan, dan Shihan Prof. Dr. Achmad Ali. Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi seumur hidup mereka dalam membesarkan Gojukai.
Selain itu, The Founding Father Award disematkan kepada Shihan Drs. Setyo Haryono (alm) sebagai pengakuan atas perannya meletakkan fondasi organisasi. Sementara itu, The Grand Role Model Award diberikan kepada Ketua Dewan Pembina PB Karate-Do Gojukai Indonesia, Prof. Dr. ST Burhanuddin, yang dinilai menjadi panutan dan pilar moral bagi seluruh anggota.
Gojukai Indonesia Awards 2026 juga diberikan kepada sejumlah tokoh internal yang dianggap berkontribusi dalam pengembangan organisasi, seperti Andi Dasril Dwi Dharmawan, Beatrix Helena Pangemanan, Fidelys Lolobua, Flenty Meity Laurence Enoch, serta Ali Imran Refideso. Penghargaan juga diberikan kepada akademisi Ichwan Achmad dan Prof. Dr. Musakkir.
Tak hanya figur individu, penghargaan juga diberikan kepada mitra strategis. Dojo Perdobin Jakarta, pengusaha Jan Darmadi, serta PT Kapal Api turut menerima penghargaan atas dukungan konkret mereka terhadap perkembangan olahraga karate di Indonesia. Sinergi dengan pihak swasta ini menjadi model positif bagi pembiayaan dan pengembangan olahraga nasional yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, Rakernas 2026 menjadi deklarasi transformasi total Gojukai Indonesia. Dengan perencanaan modern berbasis data, penghormatan pada sejarah, dan keterbukaan pada kemitraan, Gojukai menunjukkan keseriusan menuju visi mendunia. Keberhasilan organisasi ini dalam beregenerasi akan menjadi barometer penting bagi kebangkitan karate nasional di ajang SEA Games hingga Olimpiade.