Garuda Pertiwi memetik kemenangan meyakinkan atas Malaysia U-16 dengan skor 3-0 pada laga fase grup Srikandi Merdeka Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Supersoccer Arena, Kudus, Minggu (16/8) malam. Kemenangan ini meneguhkan posisi tim asuhan Timo Scheuneman di puncak klasemen sementara setelah sebelumnya menundukkan Arab Saudi pada laga pembukaan.
Gol pembuka tiba sejak menit ke-10 melalui kolaborasi Anya Gabriella dan Fadilla. Penyerang muda itu berhasil mengecoh kiper Putri Aina sebelum menggosokkan bola ke gawang kosong. Wasit sempat menunggu konfirmasi VAR untuk memastikan tidak ada pelanggaran offside sebelum mengesahkan gol tersebut. Keunggulan 1-0 memberikan kepercayaan diri bagi anak asuh Timo untuk terus menekan.
Malaysia tidak pasrah dan mencoba membalas melalui sepakan bebas Putri Mia Alysa, namun eksekusinya meleset. Di menit ke-30, VAR kembali berperan vital saat wasit menunjuk titik putih setelah Dishanna Nagarajan dinyatakan melakukan pelanggaran di kotak penalti. Jazlyn Kayla Firyal mengeksekusi penalti dengan tenang ke sudut kiri, menggandakan keunggulan menjadi 2-0 sebelum istirahat.
Babak kedua berlangsung lebih fisik dengan duel-duel sengit di tengah lapangan. Garuda Pertiwi menguasai posse bola dan mencoba bervariasi serangan lewat sayap, half-space, hingga koridor tengah. Upaya menambah gol terus dilakukan namun kiper Malaysia serta benteng pertahanannya cukup solid dalam mengamankan sisa laga.
Gol penutup tiba di menit ke-79 melalui situasi bola mati. Tendangan sudut Nafeeza Nori melengkung tajam langsung ke gawang tanpa disentuh pemain lain, mengejutkan kiper Malaysia yang hanya bisa menyaksikan jala gawang bergetar. Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini menandakan kemajuan signifikan bagi program pembinaan timnas putri usia muda di bawah naungan PSSI. Timo Scheuneman, yang menjabat pelatih kepala sejak awal 2025, berhasil membangun sistem permainan yang kohesif dengan mengandalkan transisi cepat dan penekanan tinggi. Pemain-pemain seperti Anya Gabriella, Jazlyn Kayla, dan Nafeeza Nori menunjukkan kematangan taktis di atas rata-rata usia mereka.
Dari sisi Malaysia, kekalahan ini membuka mata mengenai kesenjangan kualitas pembinaan sepak bola putri usia dini antara kedua negara. Sementara Indonesia telah memulai program jangka panjang sejak 2022 melalui Liga 1 Putri dan turnamen age-group terstruktur, Malaysia baru baru ini memperluas basis pemain melalui liga sekolah. Hasil 0-3 ini realistis mencerminkan perbedaan kedalaman tim cadangan.
VAR berperan krusial dalam laga ini, digunakan dua kali untuk keputusan vital: mengesahkan gol Fadilla dan memberikan penalti. Penggunaan teknologi ini di turnamen U-16 putri menjadi precedent positif, memastikan keadilan serta membiasakan pemain muda dengan standar internasional. PSSI layak mendapat apresiasi atas investasi infrastruktur VAR di Stadion Supersoccer Arena.
Jazlyn Kayla Firyal, kapten tim, mengaku bangga dengan performa tim pasca laga. "Kita masuk dengan mentalitas juara sejak menit pertama. Gol cepat memberi kepercayaan, dan kita menjaga disiplin hingga akhir," ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya kedalaman skuad di mana pemain cadangan siap berkontribusi saat dipanggil.
Timo Scheuneman dalam konferensi pers pasca laga menegaskan fokus tetap pada proses. "Tiga poin ini berharga, tapi kita belum selesai. Hong Kong akan lawan yang berbeda karakternya. Kita perlu rotasi dan pemulihan optimal," kata pelatih kelahiran Jerman itu. Ia mengintensifkan latihan pemulihan fisik dan analisis video lawan besok pagi.
Laga selanjutnya menunggu di hari Selasa (18/8) lawan Hong Kong U-16. Kemenangan akan memastikan lolos ke babak knockout sebagai pemimpin grup. Garuda Pertiwi hanya butuh satu poin untuk lolos, namun mentalitas tim yang dibangun Timo menolak bermain untuk hasil seri. Target jelas: tiga kemenangan penuh di fase grup.
Jangka panjang, keberhasilan Garuda Pertiwi di turnamen ini menjadi bukti nyata bahwa investasi PSSI pada sepak bola putri — dari liga seni, pusat pelatihan daerah, hingga timnas age-group — mulai memberikan hasil. Generasi emas putri Indonesia sedang tumbuh, dan Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi panggung mereka memamerkan kemampuan di kancah regional.