JAKARTA -- World Boxing Council (WBC) memberi sinyal bahwa Sebastian Fundora akan kembali naik ring untuk mempertahankan sabuk juara dunia kelas super welter. Penantangnya adalah Ermal Hadribeaj, petinju asal Albania yang kini menempati peringkat teratas dalam daftar penantang wajib WBC. Rencananya, pertarungan digelar pada 17 Oktober.
WBC dalam pernyataannya pada Sabtu menyebut laga ini menjadi kewajiban yang harus diselesaikan Fundora sebelum ia melangkah ke pertarungan yang lebih besar. Bagi Hadribeaj, kesempatan ini adalah peluang emas untuk mencatatkan kejutan terbesar dalam kariernya dengan merebut gelar juara dunia.
Fundora bukan nama asing di pentas tinju dunia. Petinju Amerika Serikat dengan julukan 'The Towering Inferno' itu naik ke puncak karier setelah mengalahkan Tim Tszyu pada Maret 2024. Kemenangan itu sekaligus menghapus kenangan buruknya setelah menelan kekalahan profesional pertama dari Brian Mendoza pada 2023.
Sejak merebut sabuk WBC dan WBO dari Tszyu, Fundora terus menjaga dominasi. Ia memenangi tiga laga pertahanan gelar secara beruntun. Lawan-lawannya bergantian tumbang, mulai dari Chordale Booker lewat technical knockout, kemudian Tszyu dalam laga ulang, hingga Keith Thurman yang dikalahkan dengan TKO pada Maret 2026. Kini catatan rekor Fundora adalah 24 kemenangan, satu kekalahan, dan satu hasil imbang.
Menariknya, sebelum menjalani laga ulang melawan Tszyu, Fundora sempat dicopot dari gelar WBO karena tidak menghadapi penantang wajib Xander Zayas. Ia pun hanya mempertaruhkan sabuk WBC dalam laga-laga berikutnya. Keputusan itu tak menghentikan laju Fundora. Ia tetap membuktikan diri sebagai salah satu petinju terbaik di kelas super welter.
Di sisi lain, Hadribeaj datang dengan modal yang tidak bisa diremehkan. Petinju kelahiran Albania itu memiliki rekor 23 kemenangan dan sekali imbang. Ia juga baru saja merebut gelar WBC Silver kelas super welter setelah mengalahkan Bakary Samake pada Mei 2026. Gelar tersebut membuatnya resmi menjadi penantang utama sabuk juara dunia WBC.
Duel antara Fundora dan Hadribeaj menjadi menarik karena keduanya sama-sama dalam performa terbaik. Fundora unggul dari segi pengalaman dan postur tubuh, sementara Hadribeaj memiliki momentum dan determinasi tinggi untuk mengukir sejarah. Pertarungan ini juga menjadi ujian bagaimana WBC menegakkan aturan kewajiban pertahanan gelar bagi sang juara.
Bagi penggemar tinju di Indonesia, laga ini layak masuk daftar tontonan wajib. Meski tidak ada petinju Tanah Air yang terlibat, tensi pertarungan kelas super welter selalu menghadirkan drama dan kualitas teknis tinggi. Dengan kemudahan akses siaran langsung melalui layanan streaming, penggemar tinju Indonesia dapat mengikuti perkembangan karier Fundora dan melihat apakah Hadribeaj mampu membuat kejutan.
Secara lebih luas, hasil pertarungan ini akan memengaruhi peta kompetisi di kelas super welter. Jika Fundora menang, ia bisa melanjutkan rencana mencari lawan-lawan bergengsi atau membuka peluang unifikasi gelar di masa depan. Namun jika hadir kejutan dan Hadribeaj menang, wajah divisi ini akan berubah total dengan juara baru yang sebelumnya tidak diperhitungkan oleh banyak kalangan.
WBC sendiri belum merinci tempat pertandingan dan tiket. Yang jelas, pengumuman resmi mengenai kepastian laga tinggal menunggu waktu. Dengan jadwal yang mengarah pada 17 Oktober, persiapan kedua petinju akan dimulai dalam beberapa bulan ke depan. Fundora harus kembali membuktikan bahwa ia layak menyandang gelar juara dunia, sementara Hadribeaj berambisi mengukir nama besarnya dalam sejarah tinju dunia.