Francisco Rivera mempersembahkan gelar juara Piala Presiden 2026 untuk Persebaya Surabaya. Pemain asal Meksiko itu juga dinobatkan sebagai pemain terbaik atau Most Valuable Player (MVP) turnamen pramusim tersebut.
Gelar ini menjadi modal berharga bagi Persebaya menjelang kompetisi Liga 1 musim baru. Rivera sendiri mengaku kepercayaan diri tim meningkat setelah memenangkan trofi perdana di turnamen pramusim ini.
"Jelas, trofi ini memberikan kepercayaan diri lebih kepada kami. Kami tahu memiliki tim yang bagus. Namun, kami harus bekerja lebih keras lagi untuk mencapai target yang kami inginkan," kata Rivera dikutip dari laman resmi Persebaya.
Sepanjang turnamen, Rivera tampil sebagai penghubung lini tengah dan depan Persebaya. Ia memang hanya mencatatkan satu assist tanpa gol, namun perannya jauh lebih krusial dari sekadar angka.
Catatan LapangBola menunjukkan Rivera berperan besar dalam menciptakan peluang berbahaya bagi Persebaya sebanyak delapan kali. Jumlah itu hanya kalah dari Witan Sulaeman yang menciptakan 13 peluang dan Uilliam Baros dengan sembilan peluang untuk tim masing-masing.
Persebaya sendiri menjadi tim paling produktif kedua bersama Persib Bandung dengan mencetak enam gol sepanjang turnamen. Rivera tampil dalam empat pertandingan dari fase grup hingga final dengan total waktu bermain 398 menit.
Artinya, rata-rata penampilan Rivera per laga mencapai 99,5 menit dalam jadwal yang sangat padat. Konsistensi penampilannya itu menjadi salah satu alasan penyelenggara menganugerahkan gelar pemain terbaik kepadanya.
Kendati demikian, Rivera memilih tidak larut dalam pencapaian individu tersebut. Baginya, gelar MVP tidak lepas dari kerja keras seluruh rekan setim yang saling menopang sepanjang turnamen.
"Saya tentu senang dengan penghargaan ini, tetapi saya tidak melihatnya sebagai pencapaian pribadi. Saya bisa mendapatkannya karena bantuan seluruh rekan tim. Mereka bekerja keras di setiap pertandingan dan selalu membantu saya untuk memberikan penampilan terbaik," tutur eks pemain Club America itu.
"Seluruh tim bekerja sangat keras untuk memenangkan trofi ini. Staf pelatih juga memiliki peran besar, terutama dalam menjaga kondisi fisik kami selama menjalani turnamen," ucapnya menambahkan.
Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi Persebaya yang tengah membangun skuad kompetitif. Rivera menegaskan timnya terus memperbaiki diri sejak bergabung dalam program latihan yang dirancang staf pelatih, termasuk berbagai tes bersama Persebaya Academy.
"Sejak kami bergabung dan mulai menjalani program dari staf pelatih, termasuk berbagai tes bersama Persebaya Academy, kami sudah berkembang sangat banyak. Kami terus memperbaiki diri agar siap menghadapi awal musim," ujarnya.
Kini Persebaya dihadapkan pada tantangan mempertahankan performa di kompetisi resmi. Piala Presiden sering menjadi barometer kesiapan tim, namun konsistensi di Liga 1 adalah ukuran sebenarnya.
Rivera menjadi figur sentral yang diharapkan bisa menjaga ritme permainan Persebaya. Kemampuannya membaca ruang dan mendistribusikan bola menjadi aset berharga bagi tim asuhan pelatih anyar tersebut.
Liga 1 musim 2026/2027 diprediksi berjalan ketat dengan banyak tim melakukan perombakan skuad. Persebaya yang tampil solid di pramusim tentu ingin meneruskan tren positif ini ke kompetisi resmi.
Dengan gelar juara dan MVP di tangan, Rivera membawa standar baru bagi dirinya sendiri. Tekanan untuk tampil konsisten akan semakin besar, namun ia tampak siap menghadapi musim baru dengan kepercayaan diri tinggi.