Dunia MotoGP dikejutkan dengan pengumuman besar mengenai masa depan Francesco Bagnaia. Juara dunia dua kali tersebut resmi menandatangani kontrak berdurasi empat tahun bersama tim Aprilia. Keputusan ini diambil hanya sehari setelah Ducati secara resmi mengonfirmasi kepergian sang pembalap, yang nantinya akan digantikan oleh talenta muda KTM, Pedro Acosta, mulai musim depan.
Bagnaia dijadwalkan akan memulai debutnya bersama Aprilia pada awal musim MotoGP 2027. Kepindahan ini akan menciptakan kolaborasi yang sangat dinantikan, di mana Bagnaia akan berpasangan dengan Marco Bezzecchi. Sinergi dua pembalap asal Italia ini diharapkan mampu membawa tim yang berbasis di Noale tersebut ke level kompetisi yang lebih tinggi di kancah balap motor dunia.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyambut hangat kedatangan Bagnaia. Menurutnya, perekrutan ini merupakan bukti nyata dari kebangkitan olahraga Italia di panggung global. Rivola mengaitkan kesuksesan ini dengan pencapaian atlet Italia lainnya di berbagai cabang olahraga, seperti Kimi Antonelli di Formula 1, petenis Jannik Sinner, serta atlet ski Federica Brignone pada ajang Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. Baginya, memiliki juara dunia adalah sebuah tanggung jawab besar yang siap mereka emban.
Perpisahan Bagnaia dengan Ducati akan menjadi momen emosional bagi para penggemar. Pembalap berusia 29 tahun itu akan melakoni balapan terakhirnya bersama pabrikan asal Borgo Panigale tersebut pada Grand Prix Valencia yang berlangsung akhir November mendatang. Momen ini sekaligus menandai akhir dari kemitraan sukses yang telah terjalin selama delapan tahun sejak Bagnaia bergabung sebagai rookie pada 2019.
Selama membela Ducati, Bagnaia telah mencatatkan diri sebagai pembalap tersukses dalam sejarah tim tersebut. Ia menjadi sosok kunci yang berhasil mengakhiri puasa gelar juara dunia Ducati selama 15 tahun pada 2022. Sepanjang kariernya bersama Ducati, ia telah mengumpulkan total 31 kemenangan, 62 podium, dan 28 pole position yang mengesankan, menjadikannya salah satu ikon paling berpengaruh di tim pabrikan Italia tersebut.
Namun, dinamika internal tim berubah drastis dalam 18 bulan terakhir. Bagnaia kesulitan mengimbangi performa rekan setimnya, Marc Marquez, yang bergabung pada 2025. Dominasi Marquez yang berhasil meraih gelar juara dunia ketujuhnya di musim lalu, sementara Bagnaia harus puas di posisi kelima dengan selisih 257 poin, menjadi salah satu faktor yang mempercepat keputusan untuk mencari tantangan baru di Aprilia.