Penyerang andalan tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, dipastikan dapat memperkuat skuadnya dalam laga krusial babak 16 besar Piala Dunia melawan Belgia. Kepastian ini muncul setelah FIFA memutuskan untuk menangguhkan hukuman larangan bertanding yang sebelumnya dijatuhkan kepada pemain berusia 25 tahun tersebut.
Sebelumnya, Balogun harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu merah langsung saat Amerika Serikat meraih kemenangan 2-0 atas Bosnia. Insiden tersebut terjadi pada babak kedua ketika ia dinilai melakukan pelanggaran keras dengan menginjak pergelangan kaki pemain Bosnia, Tarik Muharemovic, yang kemudian diperkuat oleh tinjauan VAR.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menjelaskan bahwa penerapan sanksi larangan bertanding tersebut kini berada dalam masa percobaan selama satu tahun. Jika Balogun kembali melakukan pelanggaran serupa dengan tingkat keparahan yang sama dalam periode tersebut, maka sanksi yang ditangguhkan akan segera diberlakukan, ditambah dengan kemungkinan hukuman tambahan lainnya.
Keputusan FIFA ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk koreksi atas ketidakadilan yang terjadi. Pihak Federasi Sepak Bola AS (U.S. Soccer) juga menyatakan rasa puasnya karena pemain kunci mereka tersebut kini memenuhi syarat untuk kembali beraksi di lapangan hijau.
Kabar ini menjadi kejutan menyenangkan bagi rekan setim Balogun. Penyerang Amerika Serikat, Christian Pulisic, mengungkapkan bahwa para pemain sempat tidak menyangka akan menerima berita tersebut di tengah perjalanan menuju sesi latihan. Kehadiran Balogun tentu menjadi tambahan kekuatan besar bagi lini serang AS dalam menghadapi tantangan berat melawan Belgia di Seattle.
Situasi ini bukanlah yang pertama kali terjadi dalam turnamen internasional. Sebelumnya, Cristiano Ronaldo juga pernah mendapatkan keringanan serupa dari FIFA terkait suspensi pertandingan. Namun, kebijakan ini tetap menjadi perhatian publik mengingat dalam kasus lain, seperti yang menimpa gelandang Qatar, Assim Madibo, sanksi berat tetap ditegakkan karena insiden yang menyebabkan cedera serius bagi lawan.