Florian Wirtz resmi memasuki musim keduanya di Liga Inggris bersama Liverpool, dengan tekad untuk menjadi pemain versi terbaik dirinya. Setelah satu tahun beradaptasi dengan gaya permainan yang jauh berbeda dari Bundesliga, bintang muda Jerman itu kini merasa lebih siap menghadapi tantangan baru.
Pada musim debutnya, Wirtz tak mampu memberikan kontribusi signifikan. Dalam 33 penampilan Liga Inggris, ia hanya mencetak lima gol dan memberikan empat assist. Secara keseluruhan, dalam 49 pertandingan semua kompetisi, ia menyumbangkan tujuh gol dan 10 assist. Angka ini jelas di bawah ekspektasi yang melekat sejak ia direkrut dengan biaya mencapai 116 juta pound sterling.
Kesulitan Wirtz tak lepas dari kondisi tim. Liverpool sendiri mengalami musim yang tidak mengesankan, finis kelima klasemen dengan selisih 25 poin dari Arsenal sebagai juara. Hanya 17 kemenangan dari 38 pertandingan dan 12 kekalahan menjadi catatan hitam yang perlu diperbaiki.
Musim ini, Liverpool akan membuka kampanye Liga Inggris melawan Newcastle United pada 23 Agustus. Bagi Wirtz, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa ia sudah lebih siap secara mental dan taktis.
"Aku sudah cukup sering bilang bahwa gaya sepakbola di sini dengan Jerman itu berbeda," ujar Wirtz kepada ECHO. "Anda hanya perlu terbiasa dengan permainan dan lawan Anda. Aku sudah tahu bagaimana rasanya sekarang, jadi aku senang bisa menjalani musim berikutnya."
Ia menambahkan: "Pastinya aku sudah banyak belajar, aku mempelajari bagaimana sepakbola Premier League itu dimainkan dan kurasa aku sudah lebih siap di musim keduaku karena aku sekarang tahu permainannya. Aku sangat antusias untuk menjalani musim keduaku."
Musim lalu memang berat bagi seluruh klub, namun Wirtz berharap momen ini menjadi pemicu motivasi. "Mudah-mudahan kami punya energi dan mentalitas yang tepat di musim ini, sehingga setiap pemain bisa lebih bersinar," katanya.
"Aku ingin jadi versi terbaik diriku. Aku berusaha sebaik mungkin untuk memenangi sebanyak mungkin trofi dan aku akan berupaya memainkan peranku di musim ini," tegasnya.
Dari sudut pandang teknis, adaptasi Wirtz ke Premier League membutuhkan waktu. Kecepatan pertandingan yang lebih tinggi, intensitas fisik yang lebih besar, dan sistem pertahanan yang lebih ketat membuatnya kesulitan menciptakan ruang bagi gol dan assistnya. Namun pengalamannya di musim pertama justru menjadi modal besar.
Liverpool juga diperkirakan akan lebih kompetitif musim ini dengan rekrutmen baru termasuk Alexander Isak yang dibawa dari Newcastle dengan biaya 125 juta pound. Kombinasi antara Wirtz dan Isak di lini serang diperkirakan akan menjadi kekuatan tambahan bagi tim.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan Wirtz menjadi sorotan karena ia salah satu dari sekian bintang asing yang dibangun dengan biaya ratusan juta pound. Kinerjanya bisa menjadi acuan bagi klub-klub lokal yang ingin mengoptimalkan pemain muda.
Analisis statistik menunjukkan bahwa pemain asing di Premier League butuh rata-rata satu hingga dua musim untuk mencapai performa optimal. Wirtz masih berada dalam fase pengembangan, dan musim kedua bisa menjadi titik baliknya.