Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) atau I.League, Ferry Paulus, menyambangi Mabes Polri pada Senin (24/8) untuk melakukan koordinasi strategis terkait pelaksanaan kompetisi sepak bola tanah air. Pertemuan ini menjadi langkah krusial dalam memastikan seluruh aspek operasional Super League dan Championship musim 2026/2027 berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar keamanan yang ditetapkan otoritas negara.
General Manager I.League, Budiman Dalimunthe, menegaskan bahwa kehadiran Ferry Paulus bukan didasari oleh adanya masalah hukum. Sebaliknya, kunjungan ini merupakan bagian dari komunikasi rutin antara operator liga dengan pihak kepolisian selaku pemegang otoritas rekomendasi dan perizinan keramaian. Koordinasi intensif ini dipandang sebagai prosedur standar agar seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung lancar tanpa kendala administratif.
Kesiapan teknis menjadi fokus utama dalam diskusi tersebut. Mengingat tingginya antusiasme penonton sepak bola di Indonesia, izin pertandingan memang memerlukan koordinasi lintas sektor yang sangat ketat. Pihak penyelenggara ingin memastikan bahwa setiap detail aspek keamanan, mulai dari akses stadion hingga mitigasi risiko kerumunan, telah terpetakan dengan baik sebelum peluit kick-off dibunyikan.
Super League 2026/2027 dijadwalkan bergulir mulai 4 September 2026, dengan laga pembuka yang mempertemukan Arema FC melawan Isenmulang Kalteng FC. Kompetisi kasta tertinggi ini akan diikuti oleh 18 klub dan diproyeksikan berlangsung hingga 5 Juni 2027. Durasi kompetisi yang cukup panjang ini menuntut manajemen liga untuk menjaga stabilitas operasional dan koordinasi yang berkelanjutan dengan aparat keamanan.
Di sisi lain, Championship 2026/2027 akan memulai rangkaian pertandingannya pada 11 September 2026. Sebanyak 20 klub yang terbagi ke dalam dua grup akan bersaing untuk memperebutkan tiket promosi ke Super League musim berikutnya. Pertandingan pembuka antara PSIS Semarang dan PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri dipastikan akan menjadi magnet besar bagi para pendukung.
Sistem promosi yang diterapkan pada Championship musim ini memberikan tekanan kompetitif yang tinggi. Juara grup akan langsung melenggang ke kasta tertinggi, sementara peringkat kedua dari Grup A dan Grup B harus melewati babak play-off yang sengit. Ketatnya persaingan ini menuntut standar penyelenggaraan yang sama profesionalnya dengan kasta Super League.
Bagi industri sepak bola Indonesia, koordinasi antara operator liga dan kepolisian bukan sekadar urusan administratif. Keamanan stadion dan ketertiban penonton adalah fondasi kepercayaan publik yang krusial bagi keberlangsungan bisnis sepak bola. Kegagalan dalam menjaga prosedur keamanan seringkali berujung pada sanksi atau pembatasan penonton yang berdampak langsung pada pendapatan klub.
Langkah proaktif yang dilakukan Ferry Paulus mencerminkan transformasi manajemen liga yang lebih mengedepankan aspek mitigasi risiko. Dengan melibatkan pihak kepolisian sejak dini, penyelenggara berupaya meminimalisir potensi insiden yang kerap menghantui jalannya liga-liga besar di Asia Tenggara. Ini adalah bentuk profesionalisme yang diharapkan mampu meningkatkan nilai jual kompetisi di mata sponsor dan pemegang hak siar.
Budiman Dalimunthe menekankan pentingnya komunikasi yang cair dengan pihak kepolisian. "Dalam proses perizinan dan lain-lain sudah jalan, tapi namanya komunikasi dan koordinasi selalu dilakukan. Jadi anytime kalau pemilik rekomendasi dan perizinan kegiatan ini memanggil, baik PT Liga Indonesia Baru maupun Liga Utama Indonesia ya selalu harus berkoordinasi," ujarnya saat memberikan keterangan di Jakarta.
Transformasi ini juga menunjukkan bahwa industri sepak bola Indonesia tengah berupaya naik kelas. Standar operasional yang kini diterapkan tidak hanya terpaku pada jadwal pertandingan, melainkan juga pada integrasi sistem keamanan yang lebih modern. Sinergi antara otoritas liga dan kepolisian diharapkan menjadi standar baku bagi seluruh penyelenggara event olahraga profesional di Indonesia ke depannya.
Menatap masa depan, keberhasilan musim 2026/2027 akan menjadi tolok ukur bagi efektivitas manajemen baru dalam mengelola ekosistem sepak bola yang lebih sehat. Jika seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan smooth sebagaimana harapan pihak penyelenggara, hal ini akan membuka jalan bagi peningkatan kualitas liga secara keseluruhan, termasuk dalam hal infrastruktur dan kesejahteraan klub peserta.
Langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh manajemen liga adalah memantau kesiapan stadion secara fisik serta memastikan protokol keamanan di lapangan sudah sesuai dengan standar yang disepakati dengan Mabes Polri. Fokus utama saat ini tetap pada kesiapan seremoni pembukaan yang diharapkan mampu menjadi momentum positif bagi kebangkitan sepak bola nasional di kancah domestik maupun internasional.