Fernando Alonso resmi memperpanjang komitmennya dengan Aston Martin di Formula 1 hingga 2027. Namun, kesepakatan tersebut ternyata tidak hanya terbatas pada lintasan aspal F1. Pembalap veteran Spanyol ini juga telah berhasil meyakinkan pabrikan asal Inggris tersebut untuk mendanai upayanya kembali menjajal medan berat dalam ajang Dakar Rally 2027. Keputusan ini menjadi kejutan besar bagi dunia balap, mengingat Alonso sebelumnya sempat dikaitkan dengan rumor partisipasi di ajang balap GT bersama Max Verstappen.
Proyek ambisius ini akan menggunakan basis kendaraan Dacia Sandrider, mobil yang sukses mendominasi Dakar edisi terbaru di tangan Nasser Al-Attiyah. Aston Martin berencana melakukan rekayasa ulang pada bodi dan mesin kendaraan tersebut agar selaras dengan identitas merek mereka. Bahkan, muncul wacana untuk menamai mobil ini sebagai 'Dreadnought', sebuah konsep kendaraan virtual dari video gim Call of Duty: Modern Warfare 4, yang akan disesuaikan dengan estetika desain Aston Martin.
Keinginan Alonso untuk kembali ke Dakar didorong oleh rasa penasaran yang belum tuntas. Pada debutnya tahun 2020 bersama Toyota, ia finis di posisi ke-13. Bagi seorang pembalap yang telah memenangkan Le Mans 24 Hours dan merasakan atmosfer Indy 500, Dakar adalah tantangan fisik dan mental yang unik. Alonso selalu menganggap dirinya sebagai pembalap yang perlu keluar dari zona nyaman untuk membuktikan kapasitasnya di berbagai disiplin ilmu balap.
Strategi Alonso ini mencerminkan filosofi hidupnya yang tidak ingin terkurung dalam satu spesialisasi. Ia mengakui bahwa masa-masa rehatnya dari F1 pada 2018 hingga 2021 merupakan periode krusial untuk mempelajari teknik dari spesialis di bidang lain. Baginya, beradaptasi dengan mobil yang berbeda—mulai dari era V10 hingga mobil ground-effect hybrid—adalah kekuatan utamanya yang jarang dimiliki pembalap masa kini.
Proyek ini akan dijalankan oleh Prodrive, rumah modifikasi yang memiliki rekam jejak panjang dengan Aston Martin. David Richards, pendiri Prodrive, pernah menjabat sebagai pimpinan Aston Martin dan mereka memiliki sejarah kolaborasi sukses di ajang GT maupun purwarupa. Uji coba perdana mobil Dakar berbasis Sandrider ini dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang, dengan Marc Coma, legenda Dakar lima kali, diprediksi kembali menjadi navigator setia Alonso.
Di Indonesia, antusiasme terhadap Dakar Rally memang tidak sebesar F1, namun profil Alonso yang legendaris tetap menarik perhatian komunitas otomotif Tanah Air. Tren pembalap F1 yang lintas disiplin sebenarnya bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan ajang reli nasional. Indonesia memiliki medan yang menantang, seperti di kawasan pegunungan atau gurun pasir buatan yang bisa dioptimalkan untuk menarik minat produsen otomotif global dalam melakukan pengujian kendaraan.
Namun, tantangan geopolitik membayangi penyelenggaraan Dakar 2027. Meskipun Arab Saudi tetap menjadi tuan rumah resmi, muncul spekulasi mengenai rencana kontingensi ASO yang melirik Maroko sebagai alternatif lokasi. Situasi keamanan di Timur Tengah menjadi faktor penentu utama. Jika perpindahan lokasi ini terjadi, karakter lomba kemungkinan akan berubah menjadi lebih singkat dengan rute yang lebih padat, sebuah perubahan signifikan bagi tim yang telah mempersiapkan strategi matang.
Selain Alonso, Prodrive dikabarkan tidak hanya akan menurunkan satu mobil. Mereka berencana membentuk tim penuh yang mungkin akan melibatkan pembalap papan atas lainnya seperti Sebastien Loeb atau Al-Attiyah. Langkah ini akan menjadikan Aston Martin sebagai kekuatan baru yang sangat disegani di ajang reli lintas alam dunia, sekaligus mempertegas eksistensi mereka di luar arena balap F1.
Alonso sendiri menyatakan bahwa ia ingin terus mengeksplorasi batas kemampuan manusia di dunia balap. "Saya ingin melakukan hal-hal yang mungkin dianggap mustahil oleh orang lain. Saya mencintai tantangan," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun usianya tidak lagi muda, hasrat untuk berkompetisi tetap menyala, melampaui ekspektasi banyak pihak yang mengira ia akan segera pensiun.
Bagi Aston Martin, keterlibatan di Dakar adalah cara cerdas untuk mempromosikan teknologi kendaraan performa tinggi mereka dalam kondisi ekstrem. Jika proyek ini berhasil, ini akan menjadi bukti nyata ketangguhan rekayasa mereka di medan yang jauh lebih sulit daripada sirkuit balap konvensional. Kita akan melihat dalam waktu dekat apakah 'Dreadnought' mampu membawa Alonso ke podium tertinggi yang telah lama ia idamkan.