Petenis unggulan asal Kanada, Felix Auger-Aliassime, melontarkan kritik pedas terhadap aturan medis di ajang Wimbledon setelah berhasil menaklukkan Alejandro Davidovich Fokina dalam pertandingan yang berlangsung sengit pada Minggu waktu setempat. Kemenangan ini memastikan langkah Auger-Aliassime menuju babak perempat final turnamen tenis bergengsi tersebut.
Kontroversi bermula pada set keempat saat Auger-Aliassime sedang memegang servis dan memiliki dua poin kemenangan. Lawannya, Alejandro Davidovich Fokina, mengalami cedera pergelangan kaki dan memutuskan untuk mengambil jeda medis (medical time-out). Keputusan ini membuat Auger-Aliassime kehilangan momentum servisnya dan akhirnya terseret ke set penentuan sebelum akhirnya menutup laga dengan skor 6-7(4), 7-6(6), 6-3, 6-7(2), 6-1.
Ketegangan memuncak saat kedua pemain bersalaman di akhir pertandingan, di mana terjadi adu mulut antara keduanya. Meski Auger-Aliassime enggan membeberkan isi percakapan tersebut, ia secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap regulasi tenis saat ini. Ia merasa aturan tersebut memberikan celah bagi pemain untuk melakukan taktik yang tidak sportif.
Menurut Auger-Aliassime, aturan yang ada saat ini harus segera diubah karena sangat rentan disalahgunakan. Ia berpendapat bahwa jika seorang pemain mengalami cedera serius di tengah permainan, seharusnya mereka tidak bisa menghentikan servis lawan sesuka hati. Baginya, jika pemain tidak sanggup melanjutkan pertandingan tanpa bantuan medis di tengah game, maka mereka seharusnya dianggap kalah atau mundur dari pertandingan.
Ia menegaskan bahwa dalam olahraga lain, tidak ada mekanisme yang memungkinkan seorang atlet menghentikan ritme lawan secara tiba-tiba dengan cara seperti itu. Ia secara tegas menyebut regulasi tersebut sebagai sebuah aib bagi dunia tenis profesional. Ia berharap otoritas tenis segera meninjau kembali prosedur jeda medis agar tidak lagi dimanfaatkan untuk keuntungan taktis di lapangan.
Setelah melewati drama tersebut, Auger-Aliassime kini bersiap menghadapi tantangan besar di babak perempat final melawan petenis legendaris Novak Djokovic. Ia mengungkapkan rasa hormatnya yang mendalam terhadap Djokovic, terutama terkait etos kerja dan dedikasi luar biasa yang telah ditunjukkan sang juara tujuh kali tersebut selama bertahun-tahun di dunia tenis profesional.