CHANGZHOU — Ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri resmi menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang melaju ke babak semifinal China Open 2026. Di hadapan penonton lawan di Olympic Sports Center Gymnasium, Sabtu (25/7), pasangan yang menduduki peringkat kedua dunia itu menundukkan Kang Min Hyuk dan Ki Dong Ju dari Korea Selatan dengan skor langsung 21-15, 21-13 dalam waktu 42 menit.
Kemenangan itu sekaligus membalas kekalahan yang dialami Fajar/Fikri di tangan pasangan yang sama pada Kejuaraan Asia beberapa bulan lalu. Empat wakil Indonesia yang turun di perempat final — termasuk ganda campuran dan ganda putri — harus pulang lebih awal, meninggalkan Fajar/Fikri sebagai tunggal harapan meraih gelar di ajang BWF World Tour Super 1000 ini.
Sebagai juara bertahan, Fajar/Fikri datang ke Changzhou dengan status favorit. Keduanya mengukir sejarah tahun lalu saat meraih gelar China Open pertama mereka saat baru dipasangkan. Momentum itu berlanjut dengan kemenangan di Japan Open 2026 pekan lalu, membuktikan konsistensi meski sering tersandung di partai final turnamen besar lainnya.
Tantangan di semifinal tidak akan mudah. Lawan mereka, Liang Wei Keng dan Wang Chang, menduduki peringkat kelima dunia dan bermain di depan penonton rumah. Pasangan China ini dikenal dengan permainan cepat dan agresif di net, gaya yang berbeda dari pasangan Korea yang lebih bergantung pada daya tahan dan pertukaran smash dari belakang.
Pertemuan ini akan menjadi uji karakter bagi Fajar/Fikri. Sepanjang 2026, mereka sudah empat kali mencapai final namun hanya sekali juara — di Japan Open. Kebiasaan menelan kekalahan di partai puncak menjadi beban mental yang harus mereka pecahkan, apalagi saat menghadapi pasangan tuan rumah yang didorong semangat penonton.
Jadwal pertandingan diperkirakan dimulai pukul 16.40 WIB, menjadi partai kedelapan pada sesi semifinal. Penonton Indonesia dapat menyaksikan laga tersebut secara langsung melalui platform streaming Vidio. Kedua tim sama-sama memiliki rekor head-to-head yang relatif seimbang, menambah ketegangan pada laga ini.
Di luar lapangan, kehadiran Fajar/Fikri di semifinal juga menyoroti ketergantungan bulu tangkis Indonesia pada ganda putra senior. Sementara negara lain seperti China, Korea, dan Jepang sudah meregenerasi dengan pasangan muda yang berani, Indonesia masih menunggu pasangan baru yang bisa menyaingi kualitas Fajar/Fikri.
Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, sebelumnya menegaskan bahwa fokus utama adalah mengelola kecepatan permainan lawan. "Liang/Wang suka memaksa tempo, kita harus tenang dan memainkan pola kita sendiri," ujarnya saat wawancara sesaat sebelum keberangkatan ke China. Strategi itu terbukti efektif di perempat final lawan Korea.
Jika lolos ke final, Fajar/Fikri akan menghadapi pemenang semifinal lain antara pasangan Denmark atau Malaysia. Namun, langkah pertama adalah melewati rintangan Liang/Wang. Kemenangan hari ini akan membuka peluang mereka menjadi pasangan pertama yang berhasil membela gelar China Open sejak turnamen bergstatus Super 1000.
Bagi penggemar bulu tangkis Indonesia, laga ini lebih dari sekadar semifinal. Ini momen untuk melihat apakah "The Twins" — julukan akrab Fajar/Fikri — mampu mengubah naratif "hampir juara" menjadi "juara bertahan yang konsisten". Siaran langsung pukul 16.40 WIB akan menjawabnya.