Formula 1 (F1) mengonfirmasi ekspansi signifikan pada format balapan sprint untuk musim 2027, menaikkan jumlahnya dari enam menjadi 10 laga di kalender 24 Grand Prix. Keputusan ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran jadwal resmi musim depan yang akan dimulai di Bahrain pada 12 hingga 14 Maret, meskipun status dua laga pembuka tetap tergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah.
Lima sirkuit baru akan menggelar sprint untuk pertama kalinya: Bahrain, Australia, Jepang, Monaco, dan Abu Dhabi. Kelima lokasi ini bergabung dengan Kanada, Inggris, Italia, Brasil, dan Qatar yang sudah menjadi tuan rumah sprint di musim-musim sebelumnya. Penambahan ini berarti hampir separuh kalender akan menampilkan format akhir pekan tiga hari dengan aksi balapan kompetitif di setiap hari, mulai Jumat hingga Minggu.
Kembali ke format sprint setelah uji coba sejak 2021, F1 melihat potensi komersial yang kuat. Data dari Silverstone menunjukkan peningkatan 64.000 penonton sepanjang empat hari akhir pekan Grand Prix Inggris 2024 dibandingkan tahun sebelumnya tanpa sprint. Lonjakan kehadiran ini menjadi bukti nyata bahwa format pendek pada hari Sabtu berhasil menarik pembeli tiket yang sebelumnya hanya hadir untuk kualifikasi Sabtu dan balapan utama Minggu.
Namun, penetapan sprint di Monaco memicu kontroversi teknis. Sirkuit Monte Carlo terkenal sangat sulit untuk menyalip, sehingga balapan sprint 100 kilometer berisiko berlangsung monoton dengan urutan finish yang terunci sejak lap pertama kecuali ada kecelakaan. F1 memasarkan keputusan ini dengan menonjolkan adanya dua sesi kualifikasi — satu untuk sprint dan satu untuk balapan utama — yang diharapkan menciptakan dua susunan grid berbeda dan menambah variabilitas strategi tim.
Di balik ekstensif kalender 24 laga, bayang-bayang geopolitik menebal. Bahrain dan Arab Saudi yang menjabat pembuka musim dua minggu pertama berada di wilayah yang terpengaruh konflik Israel-Iran. F1 sudah menyiapkan rencana kontingensi jika balapan di Timur Tengah tidak bisa dilaksanakan, termasuk opsi membuka musim di lokasi alternatif. Musim 2026 sendiri dijadwal ditutup di Qatar dan Abu Dhabi, yang juga rawan terpengaruh eskalasi militer.
Kembalinya Portugal (Portimao) dan Turki (Istanbul Park) menambah warna sejarah pada kalender 2027. Kedua sirkuit ini terakhir tampil sebagai pengganti darurat selama pandemi COVID-19. Portimao dengan tandaan bergelombangnya dan Istanbul Park dengan tikungan delapan legendarisnya diharapkan menambah tantangan teknis bagi pengemudi dan tim setelah absen beberapa tahun.
Stefano Domenicali, CEO F1, menegaskan bahwa ekspansi sprint dan pengembalian sirkuit klasik merupakan bagian dari strategi "intensitas, drama, dan aksi roda-ke-roda" yang menjadi ciri khas olahraga ini. Sementara Mohammed Ben Sulayem, Presiden FIA, menilai kalender 24 laga di lima benua sebagai cerminan daya tarik global dan pertumbuhan berkelanjutan kejuaraan dunia.
Bagi penggemar Indonesia, peningkatan jumlah sprint berarti lebih banyak konten balapan langsung yang bisa disaksikan di akhir pekan. Tayangan siaran langsung di platform streaming dan TV berbayar lokal akan semakin padat, dengan 10 hari Sabtu menampilkan balapan poin bukan hanya latihan bebas. Hal ini juga membuka peluang konten pendek (highlights, on-board, team radio) yang diminati audiens muda di media sosial.
Sisi teknisnya, tim harus menyiapkan strategi pengelolaan komponen unit tenaga (PU) yang lebih ketat. Dengan 10 sprint, total jarak balapan kompetitif bertambah signifikan, mempercepat aus mesin, gearbox, dan komponen lain yang dibatasi jumlahnya per musim. Insinyur akan lebih sering menghadapi dilema: mengejar poin sprint atau menjaga kelangkaan komponen untuk balapan utama.
Dari perspektif promotor sirkuit, biaya lisensi sprint yang lebih mahal dibandingkan akhir pekan standar harus diseimbangkan dengan potensi penjualan tiket tiga hari penuh. Sirkuit-sirkuit Asia seperti Singapura, Jepang, dan China — yang tidak masuk daftar sprint 2027 — kemungkinan akan mengevaluasi permohonan untuk musim-musim berikutnya jika data kehadiran global terus menunjukkan tren positif.
Masa uji coba pra-musim dijadwalkan di Bahrain pada 24-27 Februari 2027, memberikan jendela dua minggu sebelum pembukaan musim. Jika situasi keamanan di Timur Tengah tidak membaik hingga akhir 2026, F1 diharapkan mengumumkan rencana cadangan — termasuk kemungkinan pindah pembukaan ke Australia yang sudah dua tahun berturut-turut jadi laga pertama karena jadwal Ramadan — sebelum deadline logistik tak terhindarkan.