Juergen Klopp resmi menandai debut kepelatihannya di panggung kompetitif UEFA Nations League dengan hasil manis. Menjamu Serbia di Allianz Arena pada Jumat (2/10/2026), timnas Jerman sukses mengamankan kemenangan perdana di bawah asuhan pelatih asal Jerman tersebut dengan skor meyakinkan 2-0.
Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi Der Panzer yang berusaha membangun kembali identitas permainan mereka. Sejak peluit dibunyikan, Jerman langsung mendominasi penguasaan bola dan menekan lini pertahanan Serbia yang dipaksa bekerja ekstra keras sepanjang babak pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-39 melalui aksi cerdas Tom Bischof. Gol tersebut bermula dari penetrasi Florian Wirtz di dalam kotak penalti yang melepaskan tendangan keras, meski sempat membentur tiang gawang, bola liar berhasil disambar oleh Bischof untuk merobek jala gawang Dorde Petkovic.
Memasuki babak kedua, dominasi Jerman tidak meluntur. Anak asuh Klopp tetap memegang kendali permainan dan berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-61. Florian Wirtz, yang tampil impresif sepanjang laga, mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang dari Maximilian Mittelstädt dan melewati satu bek lawan sebelum melepaskan tembakan terukur.
Sementara itu, di laga lain Grup A2, drama terjadi di Toumba Stadium saat Yunani menjamu Belanda. Tim tuan rumah tampil mengejutkan dengan unggul dua gol lebih dulu melalui Fotis Ioannidis pada menit ke-23 dan Giorgos Masouras sesaat sebelum turun minum.
Belanda yang tertinggal dua gol tidak menyerah begitu saja. Skuad asuhan Ronald Koeman menunjukkan mentalitas pantang menyerah di babak kedua. Virgil van Dijk memperkecil ketertinggalan melalui sundulan kepala memanfaatkan sepak pojok Joey Veerman pada menit ke-59.
Puncak drama terjadi di penghujung laga. Tijjani Reijnders, pemain berdarah Indonesia yang kini menjadi pilar penting lini tengah Belanda, muncul sebagai penyelamat lewat gol penyeimbang pada menit ke-89. Memanfaatkan bola liar di kotak penalti, Reijnders mengamankan satu poin krusial bagi De Oranje.
Hasil imbang ini menempatkan Yunani di puncak klasemen Grup A2 dengan raihan tujuh poin. Belanda membuntuti di posisi kedua dengan lima angka, sementara Jerman perlahan merangkak naik ke posisi ketiga dengan empat poin. Serbia, yang belum mengoleksi poin, kini berada di dasar klasemen.
Bagi publik Indonesia, performa Tijjani Reijnders tentu menjadi sorotan utama. Konsistensinya di level tertinggi kompetisi Eropa seperti UEFA Nations League memberikan inspirasi bagi pemain-pemain muda Indonesia mengenai pentingnya kedisiplinan dan adaptasi taktikal di liga-liga elite dunia.
Klopp sendiri menegaskan bahwa kemenangan ini hanyalah langkah awal dari proses panjang. Fokus utama Jerman saat ini adalah mematangkan skema permainan transisi yang menjadi ciri khas sang pelatih, sembari memberikan kepercayaan lebih kepada talenta muda seperti Wirtz dan Bischof.
Di sisi lain, Belanda harus mengevaluasi lini pertahanan mereka yang sempat lengah di babak pertama. Kemampuan bangkit dari ketertinggalan menunjukkan karakter kuat, namun ketergantungan pada momen individu di menit akhir bukanlah strategi yang berkelanjutan untuk mengarungi sisa kompetisi.
Ke depannya, persaingan di Grup A2 diprediksi akan semakin ketat. Setiap tim kini memiliki modal data dan analisis dari pertandingan ini untuk memperbaiki kelemahan masing-masing sebelum laga lanjutan yang akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.