Sepakbola

Enzo Maresca Peringatkan Skuad Manchester City Kurangi Backpass ke Donnarumma

Enzo Maresca Peringatkan Skuad Manchester City Kurangi Backpass ke Donnarumma

Ringkasan

  • Enzo Maresca meminta skuad Manchester City mengurangi operan balik ke kiper Gianluigi Donnarumma guna menghindari blunder fatal saat membangun serangan dari lini belakang.

Manajer Manchester City, Enzo Maresca, melontarkan instruksi tegas kepada para pemainnya untuk lebih bijak dalam mengalirkan bola. Meski Manchester City sukses memetik kemenangan 2-0 atas FC Porto pada matchday pertama Liga Champions di Estadio do Dragao, Rabu (9/9/2026), Maresca merasa ada pola permainan yang membahayakan timnya.

Sorotan utama tertuju pada ketergantungan pemain belakang City untuk melakukan backpass atau operan kembali kepada kiper Gianluigi Donnarumma. Dalam laga tersebut, Donnarumma nyaris melakukan kesalahan fatal ketika bola sapuannya membentur winger Porto, William Gomes, dan nyaris masuk ke gawang sendiri.

Kejadian serupa bukan pertama kalinya terjadi. Akhir pekan lalu, saat menghadapi Coventry City di ajang Premier League, Donnarumma juga terlihat canggung saat menerima bola di bawah tekanan, yang hampir berujung pada gol lawan. Maresca menegaskan bahwa insiden-insiden tersebut bukan sepenuhnya kesalahan kiper asal Italia itu, melainkan akibat dari pengambilan keputusan yang buruk dari rekan-rekannya.

Filosofi permainan Maresca memang menuntut penguasaan bola dan keterlibatan kiper dalam membangun serangan dari lini belakang. Namun, ia menekankan bahwa operan ke kiper hanya boleh menjadi opsi terakhir. Ketika pemain memiliki ruang atau opsi operan ke depan, mereka diharapkan untuk tidak memaksakan bola kembali ke sektor pertahanan.

Secara taktis, ketergantungan pada backpass sering kali menjadi jebakan bagi tim yang menerapkan high-pressing. Lawan masa kini semakin cerdas dalam memotong jalur operan, sehingga setiap backpass yang tidak presisi atau terlalu lambat akan menjadi santapan empuk bagi penyerang lawan yang menerapkan taktik counter-press.

Bagi para pelatih di Indonesia, fenomena ini menjadi studi kasus yang menarik mengenai transisi taktis. Di kompetisi lokal seperti Liga 1, banyak tim yang mulai mengadopsi gaya bermain build-up dari belakang. Namun, sering kali para pemain lokal masih terjebak dalam rasa gugup saat ditekan lawan sehingga memilih opsi paling aman yaitu mengoper ke kiper tanpa melihat posisi rekan lainnya.

Kualitas pengambilan keputusan atau decision making menjadi pembeda utama antara pemain kelas dunia dan level di bawahnya. Pemain Manchester City seharusnya memiliki pemahaman ruang yang lebih baik untuk menghindari situasi yang tidak perlu di area kotak penalti sendiri.

Dalam dunia olahraga profesional, kiper modern memang dituntut untuk bisa menjadi 'sweeper' atau pemain ke-11. Namun, peran tersebut menuntut komunikasi intensif dan pemahaman taktik yang tinggi. Jika lini belakang tidak memberikan opsi operan yang jelas, kiper akan selalu berada dalam posisi rentan.

"Saya kira beberapa kali malam ini bukan kesalahan Gigio, lebih ke keputusan yang keliru kembali ke Gigio. Kadang kami mengembalikan bola lebih dari yang kami perlukan," ujar Maresca pasca-pertandingan. Ia menegaskan bahwa Donnarumma tetap menjadi bagian penting dari rencana permainannya.

Maresca bahkan membela performa Donnarumma dengan merujuk pada beberapa penyelamatan krusial yang dilakukan sang kiper saat melawan Coventry. Baginya, kesalahan yang terjadi lebih disebabkan oleh operan yang dipaksakan oleh bek seperti Abdukhodir Khusanov, bukan karena ketidakmampuan teknis Donnarumma.

Langkah selanjutnya bagi Manchester City adalah memperbaiki koordinasi di lini pertahanan saat ditekan lawan. Maresca dipastikan akan memberikan porsi latihan lebih dalam aspek transisi dan pemilihan opsi operan saat sesi latihan mendatang. Hal ini krusial agar City tidak kehilangan poin akibat kesalahan sendiri di area krusial.

Ke depannya, tren penggunaan kiper yang mahir mengolah bola akan terus berkembang, namun efisiensi menjadi kunci. Tim-tim besar yang ingin konsisten meraih trofi di Eropa harus mampu membedakan kapan harus membangun serangan dengan sabar dan kapan harus segera melepaskan bola ke area depan demi keamanan tim.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti evolusi taktik sepak bola modern di mana kiper dituntut lebih dari sekadar menghentikan bola. Bagi industri sepak bola Indonesia, ini adalah pengingat penting bahwa transisi dari pertahanan ke penyerangan memerlukan kecerdasan taktis, bukan sekadar mengikuti tren build-up. Kesalahan dalam pengambilan keputusan di area pertahanan sering kali menjadi titik lemah tim lokal yang belum terbiasa dengan tekanan intensitas tinggi.

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "Enzo Maresca Peringatkan Skuad Manchester City Kurangi Backpass ke Donnarumma"?

Enzo Maresca meminta skuad Manchester City mengurangi operan balik ke kiper Gianluigi Donnarumma guna menghindari blunder fatal saat membangun serangan dari lini belakang.

Mengapa Sepakbola ini penting?

Berita ini menyoroti evolusi taktik sepak bola modern di mana kiper dituntut lebih dari sekadar menghentikan bola. Bagi industri sepak bola Indonesia, ini adalah pengingat penting bahwa transisi dari pertahanan ke penyerangan memerlukan kecerdasan taktis, bukan sekadar mengikuti tren build-up. Kesalahan dalam pengambilan keputusan di area pertahanan sering kali menjadi titik lemah tim lokal yang b

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
9 September 2026
Waktu Baca
4 menit