Jakarta, CNN Indonesia -- Peta babak empat besar Piala Dunia 2026 telah final terukir setelah Argentina mengamankan tiket terakhir dengan mengalahkan Swiss 3-1 lewat perpanjangan waktu di Stadion Kansas City, Minggu (12/7) waktu setempat. Kemenangan dramatis Albiceleste tersebut melengkapi susunan semifinal yang mempertemukan empat kekuatan sepak bola dunia: Argentina, Inggris, Prancis, dan Spanyol. Dua laga puncak ini dijadwalkan berlangsung berurutan pada Rabu (15/7) dan Kamis (16/7) dini hari WIB, masing-masing di Stadion Dallas dan Stadion Atlanta, Amerika Serikat.
Perjalanan Argentina ke semifinal tak lepas dari drama. Di 90 menit normal, mereka hanya tertahan imbang 1-1 oleh Swiss yang bermain disiplin taktis di bawah naungan pelatih Murat Yakin. Keseimbangan pecah hanya di babak tambahan, di mana kedalaman skuad Lionel Scaloni menentukan perbedaan. Julian Alvarez membuka keunggulan di menit ke-101 usai menerima umpan melengkung Lionel Messi, sebelum Lautaro Martinez mengunci kemenangan di menit ke-118 melalui konter kilat. Keduanya mencatatkan nama sebagai penyelamat Argentina usai Messi dan Rodrigo De Paul sempat tersandung cedera ringan yang membatasi gerak di babak kedua.
Sebelumnya, Inggris telah lebih dulu memastikan tempat di empat besar usai mengatasi Norwegia 2-1 di Stadion Miami. The Three Lions awalnya tertinggal usai Erling Haaland menembakkan penalti di menit ke-23, namun Jude Bellingham muncul sebagai pahlawan dengan brace (menit 54 dan 78). Gol pertama lahir dari individual brilliance bintang Real Madrid yang menembak keras dari luar kotak, sedangkan gol kedua muncul dari gerakan off-the-ball cerdas usai one-two dengan Bukayo Saka. Pelatih Gareth Southgate dipuji karena substitusi tepat waktu masukkan Cole Palmer dan Eberechi Eze yang mengubah momentum laga.
Di sisi lain, Prancis menunjukkan dominansi efisien saat mengalahkan Maroko 2-0. Les Bleus dikendalikan Kylian Mbappe yang mencetak gol dan memberikan assist bagi Randal Kolo Muani. Pertahanan Prancis dipimpin William Saliba dan Dayot Upamecano berhasil melumpuhkan serangan Atlas Lions yang mengandalkan kecepatan Achraf Hakimi dan Sofiane Boufal. Spanyol pun lolos tipis usai mengatasi Belgia 2-1 lewat gol penalti Rodri dan finisher Lamine Yamal, menutup harapan Generasi Emas Belgium yang dipimpin Kevin De Bruyne.
Semifinal pertama akan mempertemukan Prancis vs Spanyol di Stadion Dallas, Rabu (15/7) pukul 02.00 WIB. Laga ini menjanjikan pertemuan dua gaya bermain kontras: Prancis mengandalkan transisi cepat dan fisikitas, sementara Spanyol mempertahankan identitas tiki-taka modern di bawah Luis de la Fuente dengan triple midfield Pedri, Rodri, dan Fabian Ruiz. Sejarah head-to-head di pesta besar cenderung seimbang, namun Prancis unggul di final Liga Bangsa-Bangsa 2021 dan Piala Dunia 2022 (babak grup).
Semifinal kedua menghadirkan klasik dunia: Argentina vs Inggris di Stadion Atlanta, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB. Pertemuan ini sarat naratif sejarah mulai dari Perang Falkland 1982, 'Hand of God' Diego Maradona di 1986, hingga drama penalti 1998 dan 2002. Kini, generasi baru Messi dan Bellingham akan menulis babak baru. Argentina mengandalkan pengalaman Messi, De Paul, dan Otamendi, sementara Inggris menawarkan kelincahan Bellingham, Harry Kane, dan Phil Foden. Kedua tim sama-sama belum pernah kekalahan di turnamen ini.
Dari sudut taktis, keempat finalis merepresentasikan evolusi sepak bola modern: tekanan tinggi (Argentina), transisi vertikal (Inggris), efisiensi ruang (Prancis), dan kontrol posse (Spanyol). Pelatih-pelatihnya -- Scaloni, Southgate, Didier Deschamps, dan De la Fuente -- semuanya berusia di bawah 50 tahun dan dikenal fleksibel mengubah sistem saat laga berlangsung. Faktor kelelahan juga akan menentukan, mengingat Argentina dan Inggris bermain 120 menit di perempat final, sedangkan Prancis dan Spanyol hanya 90 menit.
Bagi penggemar Indonesia, jadwal dini hari menjadi tantangan tersendiri, namun momen ini tak terulang: empat negara dengan sejarah kaya dan bintang global bertemu di semifinal. Tayangan langsung di platform streaming dan TV berbayar diprediksi akan pecahkan rekor penayangan. Siapa pun yang lolos ke final New Jersey (19/7), Piala Dunia 2026 sudah menjamin final berkualitas tinggi antara dua gaya bermain yang kontras, melengkapi turnamen yang dipenuhi kejutan sejak fase grup.