Jakarta — Piala Dunia 2026 resmi memasuki babak empat besar setelah keempat partai perempat final selesai digelar di sejumlah stadion di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada akhir pekan lalu. Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina muncul sebagai empat tim tersisa yang akan berebut tiket final di New Jersey pada 19 Juli mendatang. Susunan semifinal ini menghadirkan narasi yang kaya: duel taktis antara dua kekuatan Eropa di sisi satu, serta pertemuan legendaris antara Inggris dan Argentina di sisi lain — sebuah rematch emosional yang mengingat sejarah panjang kedua negara di panggung dunia.
Di Kansas City, Argentina harus berjuang keras untuk mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 usai babak tambahan. La Albiceleste unggul lebih dulu melalui Alexis Mac Allister di menit ke-10, memanfaatkan sepak pojok presisi Lionel Messi yang disundul ke gawang Yann Sommer. Swiss menyamakan skor di menit ke-67 lewat Dan Ndoye yang menembak dari sudut sempit, menaklukkan Emiliano Martínez. Titik balik datang ketika Breel Embolo mendapat kartu merah di menit ke-79, memaksa Swiss bermain 10 orang. Di babak tambahan, Julian Alvarez dan Lautaro Martinez mencetak gol yang memastikan kemenangan Argentina.
Beberapa jam sebelumnya di Dallas, Inggris mengatasi ketegangan usai tertinggal 0-1 dari Norwegia lewat gol indah Andreas Schjelderup di menit ke-38. Jude Bellingham muncul sebagai penyelamat dengan mencetak brace — keduanya di babak tambahan. Gol pertama Bellingham lahir dari penetrasi ke kotak penalti usai menerima umpan Anthony Gordon, sementara gol kedua menunjukkan insting penyerang kelas dunia di momen krusial. Kemenangan 2-1 ini mengakhiri mimpi Norwegia yang mengejutkan banyak pihak usai mengeliminasi Brasil di babak 16 besar.
Di sisi bracket lain, Prancis dan Spanyol sudah memastikan tiket semifinal sejak hari Sabtu. Les Bleus menguasai Maroko dengan kemenangan 2-0 berkat gol Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé, menampilkan efisiensi menyerang yang mematikan di bawah arahan Didier Deschamps. Sementara La Roja mengalahkan Belgia 2-1 dalam laga yang diputuskan gol Mikel Merino di menit ke-88 — mengulang heroisme sang gelandang di perempat final lawan Portugal di mana ia mencetak gol di menit injury time. Fabian Ruiz membuka keunggulan Spanyol sebelum Charles De Ketelaere menyamakan skor sementara.
Susunan semifinal menciptakan dua narasi kontras. Di semifinal pertama, Prancis dan Spanyol akan bertemu dalam duel filosofi sepak bola: keefektifan dan kecepatan transisi Prancis menghadapi kendali posse dan tekanan tinggi Spanyol. Kedua tim ini merupakan representasi terbaik sepak bola Eropa modern — Prancis dengan bintang-bintang seperti Mbappé, Griezmann, dan Camavinga, Spanyol dengan generasi emas baru berupa Yamal, Pedri, dan Merino. Laga ini dijadwalkan di Stadion MetLife, New Jersey, pada 15 Juli.
Sementara semifinal kedua menghadirkan drama historis: Inggris vs Argentina di Stadion AT&T, Dallas, pada 16 Juli. Pertemuan ini mengingatkan pada laga legendaris 1986 (Maradona 'Hand of God'), 1998 (gol indah Michael Owen dan penalti David Beckham), hingga 2002 (penalti Beckham yang membalas dendam). Sekarang, Harry Kane dan Jude Bellingham akan menghadapi Lionel Messi — kemungkinan besar penampilan terakhir sang kapten Argentina di Piala Dunia — bersama Julian Alvarez dan Alexis Mac Allister. Beban emosional dan sejarah akan menambah intensitas di luar garis putih.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, semifinal ini menawarkan pelajaran taktis yang kaya. Keberhasilan Bellingham sebagai 'box-to-box midfielder' yang mampu mencetak gol krusial menjadi referensi bagi pengembangan gelandang Indonesia. Sistem tekanan tinggi Spanyol dan efisiensi transisi Prancis menunjukkan dua pendekatan berbeda yang sama-sama efektif di tingkat tertinggi. Sementara ketahanan mental Argentina usai kartu merah lawan dan kemampuan Inggris bangkit dari ketinggalan skor mengajarkan pentingnya karakter tim.
Secara komersial, kehadiran Messi, Mbappé, Bellingham, dan Yamal di semifinal menjamin rating tayang global yang fantastis. Penyiar resmi di Indonesia — MNC Media dan Emtek — serta platform streaming seperti Vidio dan Vision+ akan memanfaatkan momen ini untuk menarik audiens massa. Bagi industri periklanan dan sponsor olahraga domestik, ini adalah momentum emas untuk mengaktifkan kampanye berbau Piala Dunia sebelum final. Semifinal Piala Dunia 2026 bukan hanya pesta sepak bola, melainkan arena pertarungan narasi, taktik, dan bisnis yang akan membentuk percakapan olahraga global dalam dua pekan mendatang.